Unsur Hara (Makronutrien dan Mikronutrien) yang Dibutuhkan Oleh Tumbuhan

5 (100%) 1 vote

Unsur Hara yang Dibutuhkan Oleh tumbuhan

Unsur hara penting pada tumbuhan – Tumbuhan membutuhkan unsur-unsur hara penting yang bermanfaat bagi penyelenggaraan kehidupannya. Dalam klasifikasinya, ada unsur yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makronutrien) serta unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikronutrien).

Mikronutrien walaupun hanya sedikit tetap dibutuhkan dan ini sangat menentukan keberlangsungan dari proses-proses biokimia yang ada di dalam tubuh tumbuhan. Berikut ini penjelasan tentang unsur hara penting pada tumbuhan.

1. Unsur Makro (Makronutrien)

a.Karbon (C)

Sebagai pembangun bahan organik dikarenakan bahan pengering tanaman sebagian besar bahan organik, diambil tanaman berbentuk C02.

b. Oksigen

Ada di dalam bahan organik menjadi atom dan pembangunan bahan organic dari tanaman juga berupa C02, yang sumbernya tak terbatas dan dibutuhkan untuk bernafas.

c. Fosfor

Diambil/diserap tanaman berbentuk : H2PO4- HPO4–. Fungsi Fosfor (P) dalam tanaman:

  • Merangsang pertumbuhan akar, terutama akar benih/tanaman muda.
  • Mempercepat dan memperkuat pertumbuhan tanaman yang muda jadi tanaman dewasa serta menaikkan prosentase bunga jadi buah/biji.
  • Membantu asimilasi serta pernafasan sekaligus akan mempercepat pembungaan serta pemasakan buah, biji/gabah.
  • Sebagai bahan mentah guna pembentukan beberapa protein tertentu.
Baca Juga :  Bunga Rafflesia Arnoldi : Pengertian, Ciri - Ciri, Sejarah Penemuan dan Cirinya Lengkap

d. Hidrogen

Menjadi elemen pokok pembangunan bahan organic sumbernya dari air dan tidak terbatas jumlahnya.

e. Kalium (K)

Diambil/diserap tanaman berbentuk : K+. Fungsi Kalium:

  • Membantu dalam membentuk protein dan karbohidrat.
  • Berfungsi memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan bagian kayu tanaman dan jerami supaya daun, bunga dan buah tak mudah gugur.
  • Meningkatkan daya tahan pada tanaman terhadap penyakit dan kekeringan.
  • Meningkatkan mutu biji/buah.

f. Nitrogen (N)

Diambil dan diserap tanaman dalam wujud : NO3- NH4+. Fungsinya Nitrogen:

  • Digunakan pertumbuhan dan pembentukan bagian vegetatif tanaman
  • Berperan penting pembentukan hijau daun proses fotosintesis
  • Membentuk protein, lemak serta senyawa organik.
  • Meningkatkan mutu tanaman
  • Meningkatkan perkembangbiakan pada mikro-organisme

g. Belerang (Sulfur=S)

Diambil/diserap tanaman berbentuk: SO4-. Fungsi belerang:

  • Berperan pembentukan bintil-bintil akar
  • Merupakan unsur terpenting dalam sejumlah jenis protein berbentuk cystein, methionin dan thiamine
  • Membantu pertumbuhan pada anakan secara produktif
  • Bagian terpenting tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran dan lain-lain
  • Sebagai pembentukan butir hijau daun

h. Besi (Fe)

Diambil/diserap tanaman berbentuk: Fe++. Fungsinya unsur hara besi (Fe):

  • Sebagai pembentukan (klorofil)
  • Sebagai pembentukan karbohidrat, lemak serta protein
  • Zat besi ada dalam enzim Catalase, Prinodic hidroginase, Peroksidase, serta Cytohrom oxidase

i. Kalsium (Ca)

Diambil/diserap tanaman berbentuk: Ca++. Fungsinya kalsium:

  • Merangsang dalam pembentukan bulu-bulu akar
  • Sebagai pembuatan protein/ bagian aktif tanaman
  • Memperkeras batang dan merangsang pembentukan biji
  • Menetralisir asam-asam organik pada saat metabolism
  • Kalsium yang ada dalam batang dan daun bisa menetralisirkan senyawa/ suasana keasaman tanah

j. Magnesium (Mg)

Diambil/diserap tanaman berbentuk: Mg++. Fungsinya magnesium:

  • Sebagai salah satu enzim bernama Organic pyrophosphatse & Carboxy peptisid
  • Berperan pembentukan buah

2. Unsur Mikro (Mikronutrien)

a. Mangan (Mn)

Diambil/diserap tanaman berbentuk: Mn++. Fungsinya Mangan (Mn) ialah:

  • Sebagai pembentukan protein & vitamin terutama vit. C
  • Mempertahankan kondisi klorofil pada daun yang tua
  • Sebagai enzim feroksidase & aktifator macam-macam enzim
  • melancarkan proses asimilasi
Baca Juga :  Fungsi Akar Gantung Pada Pohon Beringin : Pengertian, Jenis dan Karakteristiknya Lengkap

b. Boron (Bo)

Diambil/diserap tanaman berbentuk: Bo O3-. Fungsinya unsur hara Boron (Bo):

  • Sebagai transportasi karbohidrat tubuh tanaman
  • Meningkatkan mutu pada sayuran dan buah-buahan
  • Sebagai pembentukan/pembiakan sel khususnya titik tumbuh pucuk dan pembentukan tepung sari, bunga serta akar
  • Boron berkaitan dengan metabolisme Kalium (K) & Kalsium (Ca)
  • Memperbanyak cabang-cabang nodule guna memberikan bakteri banyak dan mencegah bakteri parasit

c. Tembaga (Cu)

Diambil/diserap tanaman berbentuk: Cu++. Fungsinya Tembaga (Cu):

  • Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A. Dehidrosenam
  • Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)

d. Seng (Zincum = Zn).

Diambil/diserap tanaman berbentuk: Zn++. Fungsinya unsur hara Seng (Zn):

  • Berperan pada perkembangan pertumbuhan
  • Sebagai pembentukan hormon tumbuh (auxin) & keseimbangan fisiologis
  • Sebagai pertumbuhan vegetatif & pertumbuhan biji/buah.

e. Khlor (Cl)

Diambil/diserap tanaman berbentuk: Cl -. Fungsinya unsur hara Khlor (Cl):

  • Memperbaiki dan meninggikan hasil tanaman yang kering seperti: tembakau, kapas, dll
  • Banyak ditemukan pada air sel seluruh bagian tanaman
  • Ada banyak pada tanaman yang terkandung serat seperti kapas

f. Molibdenum (Mo)

Diambil/diserap tanaman berbentuk: Mo O4-. Fungsinya adalah:

  • Pengikat (fiksasi) N oleh mikroba leguminosa
  • Sebagai katalisator saat mereduksi N
  • Berguna untuk tanaman jeruk dan sayuran. Molibdenum tanah berbentuk MoS2

Daur Hara (Biogeokimia)

a. Siklus Nitrogen

Siklus nitrogen ialah proses konversi senyawa mengandung unsur nitrogen bentuk kimiawi lain. Transformasi ini terjadi secara biologis/ non-biologis.

Beberapa proses penting siklus nitrogen, diantaranya fiksasi nitrogen, mineralisasi, nitrifikasi, dan denitrifikasi. Meskipun ada banyak molekul nitrogen dalam atmosfir, nitrogen yang berwujud gas tidaklah reaktif. Hanya sejumlah organisme yang dapat mengkonservasi menjadi senyawa organik dalam proses fiksasi nitrogen.
Fiksasi nitrogen lainnya terjadi sebab proses geofisika seperti kilat. Kilat berperan penting dalam kehidupan, tanpanya maka kehidupan di bumi tidak ada. Walaupun demikian, makhluk hidup sedikit yang bisa menyerap senyawa nitrogen terbentuk dari alam.

Baca Juga :  Akar tunggang dan akar serabut : Pengertian, Fungsi, Ciri, Contoh serta Perbedannya

Hampir semua makhluk hidup memperoleh senyawa nitrogen dari makhluk hidup lain. Jadi, reaksi fiksasi nitrogen (proses topping-up) berfungsi sebagai penambahan tersedianya cadangan senyawa nitrogen.

b. Siklus Sulfur (S)

Sulfur ada dalam sulfat anorganik. Sulfur direduksi bakteri jadi sulfida dan terkadang dalam sulfur dioksida/ hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida seringkali mematikan mahluk hidup dalam perairan dan berasal dari penguraian bahan organik mati. Tumbuhan menyerap sulfur berbentuk sulfat (SO4).

Perpindahan sulfat saat proses rantai makanan, kemudian semua mahluk hidup mati dan diuraikan dalam organiknya bakteri. Sejumlah bakteri terlibat daur sulfur, antara lain Desulfomaculum & Desulfibrio yang mereduksi sulfat menjadi sulfida berbentuk hidrogen sulfida (H2S). Lalu H2S dipakai bakteri fotoautotrof anaerob. Sulfur di oksidasi jadi sulfat bakteri kemolitotrof misalnya Thiobacillus.

Inilah uraian tentang Unsur hara penting pada tumbuhan. Salah satu faktor lingkungan yang paling menentukan lajunya dari pertumbuhan, perkembangan serta produksi suatu tanaman ialah tersedianya unsur-unsur hara cukup di dalam tanah.

Baca Juga :

/* */