6 Transpor Zat Pada Membran Sel : Pengertian, Fungsi dan Contohnya Lengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Transpor Zat Pada Membran Sel

Transpor zat pada membran sel – fungsi dari membrane sel yakni menjadi pengatur dari keluar masuknya zat. Pengaturan inilah yang memungkinkan sel mendapatkan pH sesuai serta terkendalinya konsentrasi zat-zat. Sel memperoleh pula makanan zat-zat dan juga ion-ion yang dibutuhkan dan membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan. Seluruh pengontrolan ini bergantung dari transpor zat pada membran sel. Berikut simak penjelasan lengkapnya dibawah ini.

Transpor Pasif Dan Aktif

Transport pasif ialah perpindahan molekul maupun ion yang tidak memakai energi sel. Perpindahan ini secara spontan, yakni dari konsentrasi tinggi menuju rendah. Contoh transport pasif ialah difusi, osmosis, serta difusi terfasilitasi.

Transport aktif ialah perpindahan molekul maupun ion dengan energi sari sel tersebut. Perpindahan ini bisa terjadi walaupun menentang konsentrasi. Contohnya ialah pompa natrium, endositosis serta eksositosis.

1. Difusi

Difusi merupakan penyebaran molekul zat mulai dari konsentrasi tinggi menuju rendah yang tidak menggunakan energi. Dengan spontan energi ini mencapai kerapatan sama didalam satu ruangan. Contohnya setetes parfum yang akan menyebar di seluruh ruangan.

2. Osmosis

Osmosis merupakan perpindahan ion/ molekul air, yakni kontraksi tinggi menuju rendah melewati satu membrane. Osmosis bisa diartinya sebagai difusi yang melalui membrane.

  • Zat yang bisa melalui membrane sel
    Membrane sel dapat dilewati sejumlah zat tertentu yang larut di dalam lemak, asam lemak, air, sejumlah molekul asam amino, zat tidak bermuatan, gliserol, air dan gula sederhana.
  • Zat yang tidak bisa melalui membrane sel
    Membrane sel tidak bisa melalui zat gula, protein dan sejumlah zat yang larut di dalam pelarut organic. Membrane sifatnya adalah impermeable pada zat zat ini. Maka dari itu, membrane permeable ini terhadap zat tertentu serta zat lainnya bersifat semi permeable.
Baca Juga :  Kromatografi : Pengertian, Sejarah dan Jenisnya Terlengkap 

3. Difusi terfasilitasi

Difusi bisa diperlancar karna terdapat protein dalam membrane sel, seperti pada saat proses pengangkutan glukosa yang berasal dari lumen usus menuju dalam pembuluh darah usus halus. Glukosa tidak bisa berdifusi dengan spontan sebab tidak ada protein pembawa. Prosesnya ialah berikut ini :

Mulanya molekul glukosa ini diikat oleh protein yang terdapat di membrane sel. Kemudian, protein pembawa tersebut terjadi perubahan informasi serta mendorong glukosa menuju dalam sel. Sesudah itu, protein pembawa sel ini kembali pada informasi semula.

Protein pembawa dapat pula membuat selah yang bisa dilalui oleh sejumlah ion misalnya seperti Ca2+ dan CI-

4. Pompa Natrium-kalium

Pompa natrium-kalium ini termasuk aktif, yang berarti sel mengeluarkan energi guna mengangkut kedua jenis ion itu. Pada transport aktif, zat bisa berpindah dari yang mulanya konsentrasi rendah menuju ke konsentrasi tinggi. Sehingga, perjalanan zat bisa melawan gradient konsentrasi maupun gradient kadar.

Ion K+ penting dalam mempertahankan kegiatan listrik pada sebuah sel saraf dan memacu untuk transport aktif zat-zat yang lain. Walaupun ion Na+ dan juga K+ bisa melalui membrane. Sebab kebutuhan akan ion K+ paling tinggi, maka dibutuhkan lagi pemasukan ion K+ menuju dalam sel dan juga pengeluaran ion Na+ menuju ke luar sel.

Konsentrasi ion K+ dan diluar sel rendah serta didalam selnya tinggi. Sebaliknya pada konsentrasi ion Na+ pada sel rendah dan luarnya tinggi. Apabila mengalami proses osmosis, maka akan mengalami osmosis ion K+ di dalam sel pergerakan ion-ion tersebut melawan gradient kadar, yakni mengalami pemasukan ion K+ serta pengeluaran ion Na+. Guna melawan gradient kadar tersebut dibutuhkan energi ATP dengan bantuan protein yang ada di membrane. Tiap pengeluaran tiga ion Na+ di dalam sel diimbangi dengan masuknya 2 ion K+ di luar sel. Oleh sebab itu dinamakan pompa natrium-kalium.

Baca Juga :  Hormon Pertumbuhan Giberelin : Pengertian, Sejarah, Fungsi dan Letaknya Lengkap

5. Endositosisi dan eksositosis

Endositosis berarti pemasukan zat menuju dalam sel, sementara eksostosis berarti pengeluaran zat dari dalam sel. Proses ini termasuk dalam tranpor aktif serta bisa melawan gradient kadar atau dari konsentrasi rendah menuju ke tinggi. Contoh dari endositasis ialah fagositosis dan pinositosis.

Fagositosis (phagein artinya memakan; chytos artinya sel), yakni proses dimana membrane plasma dalam satu sel membungkus partikel di lingkungan luar serta menangkapnya di dalam satu vakuola makanan. Vakuola ini laly menyatu bersama limosom untuk membentuk heterofagosom serta lisosom mencerna maupun menghancurkan partikel ini. contohnya ialah sel darah putih serta sel ameba yang memakan bakteri. Sel-sel ini membungkus bakteri serta menangkapnya di dalam satu vakuola. Kemudian bakteri nantinya dicerna oleh lisosom.

Pinositosis (pinein artinya meminum), yakni peristiwa sel yang memakan sel makanan zat cair serta membentuk sebuah gelembung. Cairan yang telah dimakan ini dalam vakuola makanan.

6. Endositosis dan eksositosis

Contoh eksositosis ialah proses pengeluaran zat di dalam sel-sel kelenjar adanya peristiwa sekresi, seperti sel-sel penghasil enzim pencerna dengan mensekresikan enzit tersebut menuju dalam usus. Caranya yakni enzim-enzim tersebut dimasukan di dalam vakuola maupun kantong-kantong kecil. Vakuola tersebut menuju tepi sel, yang membrannya membuka dan mengeluarkan sejumlah enzim ini dari dalam sel. Proses pengeluaran enzim tersebut membutuhkan energi sel. Tanpa sebuah energi, maka sel tidak dapat mengeluarkannya.

Itulah gambaran dari transport zat pada membrane sel. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa transport dibagi menjadi dua macam, yakni transport pasif dan aktif. Membrane sel ini menjadi pengatur keluar masuknya dari zat. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat memberikan wawasan kalian mengenai transpor zat pada membrane sel. Terima kasih.

Baca Juga :  Pengertian Materi : Sifat, Perubahan dan Klasifikasinya Terlengkap

Baca juga:

/* */