Teori-Teori Evolusi : Spencer, Lamarck, dan Darwin

Posted on

Teori-Teori Evolusi : Spencer, Lamarck, dan Darwin

Teori-teori evolusi : Spencer, Lamarck, Darwin – Kata evolusi berawal dari ungkapan seorang ahli filsafat inggris, namun belum mengarah dalam evolusi kehidupan. Pada perkembangannya, evolusi dipakai oleh ahli naturalis guna menjelaskan sebuah fenomena kehidupan yang terjadi perubahan dari masa ke masa. Berikut penjelasan lengkap tentang teori-teori evolusi : Spencer, Lamarck, Darwin.

Harbert Spencer

Harbert spencer ialah seorang ahli filsafat yang berasal dari inggris, dengan pertama menggunakan istilah evolusi. Berdasarkan pendapat dari spencer, maksud dari konspe evolusi ialah berhubungan dengan perkembangan ciri maupun sifat masa ke masa lewat perubahan bertingkat.
Kemudian definisi tersebut menunjukkan terjadinya proses perubahan. Akan tetapi, tampak bahwa definisi yang dimaksud tidak berhubungan dengan kajian biologi serta dalam perkembangannya istilah ini tenggelam bersamaan perkembangan pemikiran dari ahli filsafat yang lain.

J.B Lamarck

Berbeda halnya spencer, Lamarck ini memuncukan sebuah istilah yang berhubungan dengan bidang biologi yaitu evolusi makhluk hidup. J.B Lamarck mengungkapkan bahwa, makhluk hidup ialah tingkat-tingkat perkembangan kehidupan, sementara manusia ada dalam puncak perkembangan itu. Maksudnya ialah tidak akan muncul lagi makhluk hidup lebih tinggi tingkatannya menuju sempurna pada masa yang akan datang.

Proses perkembangan ini berdasarkan Lamarck dipengaruhi kebiasaan. Kebiasaan ini mengakibatkan perubahan struktur tubuh (anatomi) serta diwariskan pad aturunannya. Yakni sebagai akibat oengaruh kebiasaan itu, maka Lamarck berkesimpulan bahwa organ organ yang dipakai nantinya akan berkembang, sementara yang tidak dipakai terjadi kemunduran/ use and disuse.

Baca Juga :   Sendi Putar : Pengertian, Struktur, Fungsi Dan Kelainan Lengkap

Lamarck memberikan sebuah contoh fenomena jerapah menjadi pendukung teorinya. Berdasarkan pendapatnya, jerapah bermula lehernya pendek. Sebab sering dipakai menggapai pucuk daun, maka lehernya ini semakin panjang. Kenapa jerapah perlu menggapai pucuk daun tinggi? Menurut Lamarck bahwa pucuk dibagian bawah sudah habis dimakan, jadi untuk mempertahankan hidupnya, sehingga perlu menjangkau daun yang tinggi.
Dari ilustrasi dari Lamarck diatas sudah jelas bahwa faktor lingkungan ialah pucuk daun yang semakin tinggi dijangkau, telah berpengaruh pada jerapah guna menjulurkan lehernya.

Charles Darwin

Kalian pasti sudah pernah mendengar yang namanya ilmuan itu? Yah, Charles Darwin ialah seorang tokoh terkenal yang berhubungan dengan evolusi. Darwin sudah banyak berpendapat mengenai gagasannya evolusi. Sebab pemikirannya ini, maka Darwin dikenal menjadi bapak evolusi.

Pokok-pokok pemikiran landasan ajaran Darwin tentang evolusi ini diantaranya :

  1. Tidak ada identic individu, tentu selalu terdapat variasi walaupun dalam satu keturunan.
  2. Di setiap populasi, dominan bertambah banyak sebab tiap makhluk hidup dapat berkembangbiak.
  3. Dalam berkembangbiak ini dibutuhkan ruang yang cukup dan makanan.
  4. Pertambahan populasi tak berlangsung dengan terus menerus, namun dipengaruhi oleh berbagai jenis faktor pembatas diantaranya predasi dan makanan.

Darwin telah membantah mengenai teori Lamarck dengan mengungkapkan bahwa perkembangan makhluk hidup menuju arah kesempurnaan dipengaruhi faktor serta diwariskan pada turunannya. Pada bukunya ( the origin of spesies by means of natural selection ) Darwin berkata 2 (dua) hal penting untuk teori evolusinya, yakni :
a. Spesies – spesies hidup sekarang ini asalnya dari spesies nenek moyangnya dengan hidup dimasa lalu.
b. Perkembangan spesies mendapatkan pengaruh dari seleksi alam serta variasi antar populasi.

Menurut Darwin, fenomena jerapan berleher panjang ini dilihat dari sudut pandang adanya variasi. Berdasarkan pendapatnya, jerapah bermula adanya leher panjang serta ada lehernya pendek. Jerapang leher pendek tidak dapat bertahan hidup sebab kalah dalam berkompetisi antar jerapah berleher panjang guna mendapatkan makanan berwujud daunan dalam di pohon yang tinggi. Sehingga populasi jerapah leher pendek semakin punah dan hanya tinggal populasi jerapah leher panjang yang dapat bertahan hiudp pada lingkungannya.

Baca Juga :   Pengertian Rahim : Ciri Ciri Sehat dan Bermasalah pada Wanita Terlengkap

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli diatas, maka munculah teoru evolusi baru yakni dikenal menjadi teori sintetik. Teori tersebut adalah gabungan teori Lamarck, Darwin serta hukum pewarisan mendel yang berisi ungkapan bahwa evolusi ini terjadi sebab frekuensi gen suatu generasi menuju generasi selanjutnya. Ahli lain namanya de vries melengkapi teori tersebut dengan berpendapat bahwa evolusi terjadi sebab perubahan frekuensi gen sebab mutasi.

Prinsip-Prinsip Evolusi

Beragam teori evolsui yang telah dicetuskan para tokoh itu sebagai dasar pemikiran mengenai evolusi berikutnya. Faktor-faktor proses evolusi dibedakan menjadi :

  1. Evolusi berdasarkan arahnya
    Faktor ini dibagi lagi jadi dua, yakni evolusi progresif dan regresif.
  2. Evolusi berdasarkan skala perubahannya
    Menurut skala perubahannya dibedakan jadi dua, yakni makroevolusi dan mikroevolusi.
  3. Evolusi berdasarkan hasil akhir
    Berdasarkan hasil akhir, dibedakan jadi dua yaitu konvergen dan divergen.

Mekanisme Evolusi

Proses evolusi bisa terjadi sebab variasi genetics erta faktor alam. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam mekanisme evolusi diantaranya :

a. Mutasi

Kejadian mutasi akan berakibat pada perubahan frekuensi gen, jadi berpengaruh pada genotype dan fenotipe. Mutasi bisa bersifat merugikan dan menguntungkan. Sifat menguntungkan atau merugikan ini terjadi bila :

  • Bisa menghasilkan karakteristik yang baru dengan lebih menguntungkan.
  • Bisa menghasilkan spesies adaptif
  • Mempunyai peningkatan daya fertilitasi serta viabilitas.

Selain menguntungkan, terdapat pula yang mungkin mutasi sifatnya merugikan yakni menghasilkan sifat atau karakteristik yang berkebalikan antara sifat atau karakteristik diatas tersebut.

Nah, jadi teori-teori evolusi : Spencer, Lamarck, Darwin tersebut mengungkapan pendapat yang berbeda-beda mengenai teori evolusi. Sehingga akhirnya dari ketiga pendapat ahli ini memunculkan sebuh teori baru yang dikenal sebagai teori sintetik. Isinya adalah evolusi terjadi sebab perubahan frekuensi gen yang berasal dari suatu generasi menuju generasi selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :   Sistem Penggolongan Darah ABO : Pengertian, Pencampuran dan Karakteristiknya Lengkap

Baca juga: