Asal Usul Makhluk Hidup : Perkembangan, Keanekaragaman dan Perbedaannya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Teori Tentang Asal Usul Makhluk Hidup

Asal-usul Makhluk Hidup – Bagi kaum khalayak, pertanyaan “benar atau tidak manusia berasal dari kera” terbesit pada fikiran mereka saat teori Darwin muncul. Tetapi sebelum menjelaskan mengenai masalah ini, masih ada banyak bermacam pertanyaan. Pertanyaan yang pertama ialah bagaimana makhluk hidup awal muncul di muka bumi ini. Asal-usul Makhluk Hidup memang ada beberapa versi penceritaan.

Bahwa makhluk hidup pertama atau awal muncul ialah sebagai sel tunggal yang terjadi atas sendirinya melalui benda mati secara kebetulan. Dari teori ini, ketika bumi tengah terjadi atas batu-batuan, gas, tanah, serta unsur yang lain, satu makhluk hidup terjadi secara kebetulan disebabkan pengaruh angin, hujan serta halilintar. Akan tetapi, menurut evolusi tersebut berbantahan terhadap salah satu asas yang berlandas biologi: bahwa kehidupan cuma bermula dari kehidupan yang dahulu, yang artinya benda mati tidak bisa membentuk kehidupan.

Keyakinan bahwa benda mati bisa membentuk kehidupan sebetulnya sudah terjadi pada wujud keyakinan takhayul dari abad pertengahan. Berdasarkan teori ini, yang dimaksud “spontaneous generation”, bahwa tikus dipercayai bisa terjadi secara alami pada gandum, atau larva lalat terjadi “tiba-tiba dengan sendirinya atau kebetulan” pada daging. Ketika darwin menyampaikan teorinya, kepercayaan kalau mikroba dengan keinginan pribadi membuat dirinya sendiri pada benda mati memang umum.

Baca Juga :  Kromosom Makhluk Hidup : Pengertian, Definisi, Jenis Jenis, Struktur, Bentuk dan Jumlahnya Terlengkap

Penemuan dari Prancis yaitu Louis Pasteur menyudahi keyakinan ini. Berdasarkan penemuannya “pendapat kalau benda mati dapat menimbulkan kehidupan sudah lenyap dalam sejarah untuk selamanya”. Kemudian para evolusionis tetap meyakini jika sel hidup yang awal terjadi karena kebetulan. Akan tetapi, semua uji coba serta penelitian yang dilakukan selama abad ke-20 sudah berujung dengan kegagalan. Terjadinya “secara kebetulan” untuk sel hidup bukanlah mungkin terjadi, apalagi untuk melakukannya melewati proses yang direncanakan di laboratorium yang canggih pun ternyata mustahil.

Maka dari itu, pertanyaan mengenai bagaimana asal-usul makhluk hidup muncul sudah menduduki teori evolusi pada kesulitan sejak pertama. Diantara keyakinan takhayul yang dipercayai masyarakat pada abad pertengahan ialah benda mati bisa melahirkan kehidupan dengan sendirinya secara seketika. Pada waktu itu dipercayai, contohnya: katak serta ikan berwujud dengan sendirinya melalui lumpur pada dasar sungai.

A. Perkembangan dan Keanekaragaman Makhluk Hidup

Perkembangan dan keanekaragaman makhluk hidup bisa terjadi disebabkan karena faktor-faktor berikut:

1. Pembelahan sel

Makhluk hidup terdiri atas banyak sel. Akhirnya pada kesempatan tertentu sel tersebut menjadi berkembang. Sel-sel tersebut menghadapi pembelahan. Keanekaragaman pembelahan pada sel yaitu:

Pembelahan Mitosis

Termasuk pembelahan sel yang membuahkan 2 buah sel identik, diantaranya sel-sel anak yang mempunyai beberapa kromosom sejumlah yang dimiliki terhadap sel induknya. Mitosis termasuk tahap pembelahan sel yang berjalan terhadap hubungan titik tumbuh, misalnya pangkal akar atau pucuk tanaman, tahap tersebut terjadi dalam 4 proses, diantaranya: Profase, telofase, anafase, serta metafase.

Pembelahan Meiosis

Termasuk pembelahan sel yang membuahkan 4 sel anak dalam banyak kromosom sebagian dari yang dipunyai induknya. Tahap ini hanya terbentuk dalam golongan reproduksi seksual atau dalam hubungan nutfah.

Baca Juga :  12 Akibat Kekurangan Cahaya pada Tumbuhan dan Faktornya, Terlengkap !

2. Evolusi

Evolusi menurut pembahasan biologi yaitu pergantian terhadap sifat-sifat terwariskan satu komunitas organisme mulai satu keturunan ke keturunan selanjutnya. Pergantian tersebut dikarenakan akibat gabungan tiga tahap utama yaitu: reproduksi, variasi, serta seleksi. Sifat-sifat yang merupakan pangkal evolusi tersebut dibawa terhadap gen yang diturunkan kepada keturunan suatu makhluk hidup serta merupakan variasi dalam suatu komunitas.

B. Perbedaan Makhluk Hidup dengan Benda Mati

Bentuk serta Ukuran

Makhluk hidup memiliki bentuk serta ukuran tersendiri, sebaliknya benda mati tidak, misalnya: batu ada yang memiliki ukuran kecil seperti pasir, ada juga besar sebesar gunung, sedangkan sapi bentuk serta ukurannya khusus.

Komposisi kimia

Makhluk hidup memiliki komposisi kimia tersendiri misalnya terjadi oleh unsur-unsur karbon (C), Oksigen (O), pospor (P), hydrogen (H), sulfur (S), nitrogen (N), serta sedikit mineral. Sedangkan benda mati mempunyai komposisi kimia yang tidak menentu.

Organisasi

Semua makhluk hidup tersusun atas sel-sel. Kemudian sel-sel tersebut membentuk jaringan, lalu jaringan membentuk organ. Struktur organ menjadi proses hidup. Sedangkan dalam benda mati susunannya seperti itu, termasuk hasil pada unsur pokoknya.

Metabolisme

Dalam diri makhluk hidup terjadi atas pengambilan serta penggunaan makanan, respirasi, sekresi serta ekskresi. Sedangkan pada mati tidak menjalani hal-hal demikian.

Iritabilitas

Makhluk hidup bisa membagikan reaksi atas perubahan sekitarnya contohnya suhu, gerakan, kelembapan, serta cahaya. Banyaknya reaksi tidak sebanding dengan banyaknya aksi, semisal: besi yang terkena panas biasanya memuai sebanding oleh panas yang diterima.

Reproduksi

Dalam diri makhluk hidup memiliki kapasitas guna membentuk makhluk itu semakin berkembang dan banyak, sedangkan benda mati tidak demikian.

Tumbuh serta memiliki daur hidup

Semua makhluk hidup memiliki tahap pertumbuhan serta memiliki daur hidup, maksudnya memiliki proses lahir, bertumbuh, kemudian dewasa dan selanjutnya mati. Sedangkan benda mati membesar disebabkan adanya pengaruh dari luar misalnya ada kristal.

Baca Juga :  12 Akibat Kekurangan Cahaya pada Tumbuhan dan Faktornya, Terlengkap !

C. Keragaman Makhluk Hidup

Keragaman Tingkat Gen

Gen termasuk komponen kromosom yang mengarahkan ciri serta sifat suatu organisme yang mempunyai sifat diwariskan dari induk kepada keturunannya. Gen antar individu tidak sama tergantung oleh tiap-tiap induknya. Lapisan gen inilah yang memastikan ciri individu.

Keragaman Jenis

Keragaman warna oleh ikan serta warna pada bunga membuktikan adanya keragaman dalam level jenis makhluk hidup. Keragaman tersebut disebabkan oleh campuran gen-gen sehingga menghasilkan variasi yang beragam

Keragaman Tingkat Ekosistem

Dalam ekosistem, semua makhluk hidup yang ada saling melangsungkan interaksi timbal balik, antara makhluk hidup ataupun makhluk hidup dengan lingkungannya.

Demikian penjelasan dari asal-usul makhluk hidup, dapat disimpulkan bahwasannya untuk mengetahui asal-usul makhluk hidup butuh waktu yang lama apalagi untuk mengetahui perkembangan ke tahap modern, dan semoga tulisan ini bisa dijadikan bacaan dan pengetahuan yang menarik.

Baca juga:

/* */