Tanaman Dlingo Atau Jerangau: Nama Ilmiah, Klasifikasi, Gambar, Deskripsi Dan Manfaatnya

Rate this post

Tanaman Dlingo Atau Jerangau: Nama Ilmiah, Klasifikasi, Gambar, Deskripsi Dan Manfaatnya

Tanaman dlingo/ jerangau : nama ilmiah, klasifikasi, gambar, deskripsi dan manfaatnya – berikut ini ada sebuah informasi mengenai tanaman dlingo/ jerangau. Apa kalian sudah pernah mendengar jenis tanaman ini sobat? Sebenarnya diantara kalian sudah sering menjumpainya, namun kebanyak belum mengenal apa saja manfaat yang terkandung didalamnya. Nah, penulis kali ini akan merangkum tentang tanaman dlingo/ jerangau : nama ilmiah, klasifikasi, gambar, deskripsi dan manfaatnya.


Nama ilmiah
Nama umum : dlingo
Nama daerah : dlingo

Nama Lain Dlingo

Di sejumlah daerah indonesia, dlingo maupun jerangau mempunyai sejumlah nama atau penyebutan yang berbeda, diantaranya :
1. Jeurunger (aceh)
2. Jerango (gayo)
3. Jariangu (minangkabau)
4. Daringo (sunda)
5. Dlingo (jawa tengah)
6. Jharango (madura)
7. Jangu (bali)
8. Kaliraga (flores)
9. Jeringo (sasak)
10. Kareango (makasar)
11. Kalamunga (minhahasa)
12. Areango (bugis)
13. Ai wahu (ambon)
14. Bila (buru)

Klasifikasi tanaman dlingo

Klasifikasi ilmiah adalah bagaimana caranya seorang ahli biologi dalam mengelompokkan serta mengkategorikan spesies yang punah/ hidup.
Tujuan dari klasifikasi ini ialah untuk mempermudah mengenali, membandingkan serta mempelajari makhluk hidup. Nah, urutan pada tanaman dlingo ini diantaranya sebagai berikut :

  • Sinonim : acorus terrestris spreng
  • Subkingdom : tracheobionta ( tumbuhan berpembuluh )
  • Divisi : spermatophyta ( menghasilkan biji )
  • Divisio (pembagian) : magnoliopyta ( tumbuhan berbunga )
  • Classis ( kelas ) : liliopsida ( berkeping satu atau monokotil )
  • Sub kelas : arecidae
  • Ordo ( bangsa ) : arales
  • Familia ( suku ) : acoraceae
  • Genus ( marga ) : acorus
  • Species (jenis) : acorus calamus L.
Baca Juga :  Pembuahan Tunggal dan Ganda Pada Tumbuhan Terlengkap

Diskripsi tanaman dlingo/ jerangau

  • Habitus berbentuk herba tahunan yang memiliki tinggi ±75 cm
  • Berbatang pendek, basah, berbentuk rimpang serta warnaya putih
  • Daunnya berjenis tunggal, bentuknya lanset, ujungnya runcing bertepi rata dan pangkalnya memeluk batang dengan panjang ± 5 cm, berpetuallangan sejajar hijau.
  • Bunga majemuk ini perbungaannya berbentuk bongkol lalu ujungnya meruncing dengan panjang 20 – 25 cm, tumbuh di sekitar ketikak daun.
  • Tangkai sari panjang kurang lebih 2,7 mm, kepala sarinya berpanjang 0,5 mm, putiknya 1-1, 5 mm berwarna putih.
  • Akarnya serabut warnanya coklat

Dlingo atau jerangau ini memiliki rimpang dengan bau wangi. Penampang ripang kurang lebih 1 cm hingga dengan 1,5 cm, sedangkan akarnya kurang lebih 3 mm hingga dengan 4 mm. Rimpang beruas – ruas dengan tunas di setiap ruasnya. Panjang rimpang bergantung dengan umur tanaman serta tingkat kegemburan lumpur. Jerangau tumbuh dengan merumpun yang berbentuk satu koloni tanaman yang makin lama akan makin melebar. Jerangau mempunyai rimpang yang baunya wangi. Kulit rimpang warnanya coklat muda dengan warnanya putih di bagian dalam.

Daunnya ini tebal serta keras dengan bentuk mirip pedang. Jika daunnya ini dikoyakkan maka akan menghasilkan bau yang wangi. Jerangau termasuk tanaman yang mengandung meninyak atsiri. Tanaman jerangu ini berkembangbiak melewati tunas rimpang dengan tumbuh sebagai sulur dan individu tanaman yang baru.
Tumbuhan ini di perkirakan tumbuhan yang asli berasal dari negara india dan kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia melewati perdagangan rempah rempah.
Tanaman dlingo adalah tanaman sejenis dengan rumput yang kadang tumbuh di daerah yang mengandung banyak air misalnya rawa – rawa atau di sawah.

Dalam bahasa ibrani ini, jeringau atau dringo merupakan qaneh besem, yakni sejenis tangkai atau alang – alang yang termasuk dalam tumbuhan aromatik. Jerangau ini kadang dipakai menjadi minyak urapan dalam sebuah upacara maupun ritua;. Penahbisa imah/ raja (daud dan salomo).
Jeringau ini kadang dipakai oleh orang banjar menjadi kuyang serta pengusir dari roh – roh jahat. Jeringau pun dipakai menjadi pewarna dalam ritual mangkok merah.

Baca Juga :  8 Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Gambar - Pengertian Dan Cirinya Lengkap

Kandungan zat tanaman dlingo/ jerangau

Rimpang serta daun dlingo ini atau acorus calamus mengandung saponin serta flavonoida yang di samping rimpangnya banyak mengandung minyak atsiri.

Khasiat dan manfaat dlingo/ jerangau

Rimpang acorus calamus menjadi obat penenang, lambung serta obat limpa. Dlingo ini pun bisa dipakai dalam sebuah ramuan yang dipakai oleh wanita yang selepas bersalin bersama cekur. Cirinya ini memiliki anti oksidan. Selain tersebut, jerangau pun bermanfaat untuk perangsang, menghilangkan rasa sakit, menambah nafsu makan serta tonik. Kegunaannya ini lumayan banyak, khususnya ialah untuk meredakan radang.

Contoh penyakit yang bisa diatas dengan jerangau diantaranya : bengkak, limpa bengkak, kudis, cacar sapi, demam, mimisan dan masih banyak lagi lainnya. Rimpang jerangau bisa mengurangi penyakit perut misalnya disentri dan asma serta menjadi insektisida, racu serta stimulan.
Ekstra alkohol dari rimpang dipakai menjadi anti bakteri. Didalam masyarakat batak tiba dan juga karo, jerangau secara umum dipakai obat tradisional serta dipercaya bisa mengusir roh jahat.

Cara meramu obat menggunakan dlingo

  1. Dalam bentuk cairan minum
    Ambillah rimpang dlingo ± sebesar telur ayam kampung/ ±7 cm, lalu dicuci dipotong kecil-kecil, dan rebuslan dalam panci menggunakan 2 gelas air, kemudian didihkan ±15 menit lalu minumlah ½ gelas pagi dan sore.
  2. Cairan semprot (insektisida)
    Tumbuklah daun/umbi kemudian rendam dalam air yang konsentrasinya 25-50gr/l ±24 jam. Kemudian larutan perendam tersebut disaring supaya diperoleh larutan siap dipakai penyemprotan.

Nah, itulah mengenai ulasan tanaman dlingo/ jerangau : nama ilmiah, klasifikasi, gambar, deskripsi dan manfaatnya. Bagaimana sobat? Ternyata banyak sekali ya manfaatnya tanaman dlingo/ jerangan ini bagi tubuh kita, terutama dapat meredakan radang. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :  Unsur Hara (Makronutrien dan Mikronutrien) yang Dibutuhkan Oleh Tumbuhan

Baca juga:

/* */