Struktur Tulang Pipa – Pengertian, Jenis – Jenis dan Bagiannya Lengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Jenis – Jenis dan Struktur Tulang Pipa Serta Bagiannya Lengkap

Struktur Tulang Pipa dan Bagiannya – di dalam tubuh manusia terdiri dari beberapa sistem yang memiliki fungsi yang saling mendukung satu sama lain. Didalam sistem tubuh manusia juga ada beberapa organ dan jaringan yang bekerja sesuai dengan fungsinya. Tulang sebagai alat gerak pasif sangat banyak jumlahnya. Tetapi, tulang yang paling berperan untuk menopang beban tubuh dan penting untuk gerak tubuh adalah tulang pipa. Tulang pipa bisa disebut juga dengan tulang panjang, karena berbentuk panjang.

Struktur Tulang Pipa

Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan penjelasan mengenai Struktur Tulang Pipa dan Bagiannya yang bisa anda sima di bawah ini :

Struktur Tulang Pipa

Tulang pipa pada umumnya bisa dibedakan menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Epifise – bagian ujung-ujung tulang pipa. Epifise berbentuk bulat, sehingga keseluruhan tulang pipa terlihat seperti pipa. Pada ujung epifise dilapisi oleh tulang rawan. Bagian epifise dibedakan menjadi 2 antara lain yaitu distal epifise (bagian yang jauh dengan torso) dan proksimal epifise (bagian yang dekat dengan torso).
  2. Metafise – merupakan bagian diantara epifise dan diafise yang tersusun atas tulang rawan. Pada bagian ini ada cakra epifise yang bisa memanjang. Pada saat masa pertumbuhan sel tulang, bagian ini akan membelah untuk penambahan panjang tulang. Hal ini dipengaruhi oleh hormon gonadotropin yang diatur hipotalamus.
  3. Diafise – merupakan bagian tulang pipa yang memiliki rongga dan berbentuk silindris. Di dalam Diafise ada sumsum tulang yang tersusun dari pembuluh darah dan pembuluh saraf.
    Jaringan tulang akan ikut bertambah panjang seiring dengan perkembangan manusia dari bayi sampai dewasa. Struktur tulang yang dimiliki oleh manusia hampir sama dengan struktur jaringan tulang yang dimiliki oleh hewan.
Baca Juga :  Pengertian Rahim : Ciri Ciri Sehat dan Bermasalah pada Wanita Terlengkap

Struktur tulang pipa dari luar kedalam

  1. Tulang rawan – tulang rawan, hialin, atau articular cartilage melapisi ujung ujung tulang pipa. Berfungsi sebagai pelindung agar tidak terjadi gesekan antar tulang. Seiring usia, tulang rawan dapat terkikis mengakibatkan gesekan antar tulang. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan persendian pada manusia.
  2. Lapisan Periosteum – membran fibrosa padat yang menutupi permukaan tulang. Lapisan periosteum terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan fibrosa luar dan lapisan sel dalam (kambium).
  3. Tulang kompak – Tersusun atas zat kapur dan fosfor sehingga membuat strukturnya keras dan kompak. Tulang kompak termasuk dalam tulang keras. Sel sel tulang kompak tersusun membentuk sistem Havers. Pada bagian tengah tulang kompak ada pembuluh darah, pembuluh limpa, dan saraf.
  4. Tulang spons – merupakan tulang keras. Tulang spons mempunyai sebuah matriks berongga yang diisi dengan sumsum.
  5. Sumsum – Sumsum tulang merupakan jaringan lunak yang menjadi tempat produksi sebagian besar sel darah baru. Sumsum terbagi menjadi 2 yaitu sumsum merah dan sumsum kuning. Sumsum merah merupakan tempat produksi sel darah. Jenis jenis sel darah yang dihasilkan yaitu sel darah merah, keping darah, dan sel darah putih. Sedangkan sumsum kuning menghasilkan banyak sel darah putih dan menyimpan banyak sel sel lemak.

Tulang pipa dalam tubuh manusia dapat ditemukan pada:

  • Tulang paha
  • Tulang kering
  • Tulang betis
  • Tulang lengan atas

Pertumbuhan Tulang Pipa

Osifikasi merupakan proses pembentukan tulang baru atau pertumbuhan tulang. Proses ini dimulai dengan perkembangan jaringan ikat menjadi tulang keras. Proses osifikasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

a. Osifikasi endokondral – osifikasi ini berasal dari tulang rawan yang berkembang menjadi tulang keras.
b. Osifikasi intramembranosus – osifikasi ini berasal dari sel sel mesenkim tulang.

Baca Juga :  Sistem Ekskresi Pada Manusia dan Gangguannya Terlengkap

Perlu diketahui bahwa, pertumbuhan tulang pipa melalui 3 tahapan yaitu:

1. Pertumbuhan Panjang

Pertumbuhan panjang pada tulang pipa terjadi pada bagian metafise yang melibatkan cakra epifise. Sel-sel pada tulang rawan akan membelah dan melipatgandakan diri. Pembelahan yang terjadi termasuk pembelahan mitosis. Bagian aktif pembelahan sel menuju bagian epifise, artinya tulang yang baru terbentuk akan mendorong tulang lama menuju ke ujung tulang. Pembelahan tersebut akan terus terjadi hingga sampai sel-sel pada tulang rawan tergantikan oleh sel-sel tulang keras (osteosit). Sehingga tulang pipa bertambah panjang. Biasanya pertumbuhan tulang akan terhenti setelah pubertas. Ketika sel-sel pada tulang rawan telah habis digantikan oleh sel-sel tulang keras.

2. Pertambahan Tebal

Pertambahan tebal pada tulang dipengaruhi oleh pembelahan sel-sel yang terdapat pada lapisan dalam periosteum. Lapisan periosteum adalah lapisan fibrosa yang melindungi tulang. Beberapa sel yang ada pada lapisan dalam periosteum disebut osteoblast, dikenal juga sebagai sel pembentuk tulang. Beberapa sel osteoblast akan terus membelah dan membentuk osteosit sehingga tebal tulang akan bertambah.

3. Perubahan Bentuk Tulang

Pertumbuhan panjang dan penambahan tebal pada tulang terjadi dengan adanya pemindahan posisi tulang pada permukaan dan ujung tulang pipa. Pertumbuhan ini dapat membuat bentuk tulang berubah. Agar bentuk tetap terjaga, tulang pengganggu harus dibuang. Okteoklas adalah penjaga bentuk tulang yang dilakukan oleh sel. Tulang pipa adalah sebagai bagian dari sistem rangka manusia memiliki fungsi yang sangat penting.
Gangguan yang terjadi pada tulang pipa dapat menyebabkan tubuh kehilangan penopang juga mengganggu mekanisme kerja otot sebagai alat gerak aktif tubuh manusia. oleh karena itu kesehatan tulang harus dijaga dari dini.

Selain itu dengan seiring bertambahnya usia, tulang spons akan mulai kehilangan kekompakannya sehingga mudah keropos. Pengeroposan tulang disebut sebagai penyakit osteoporosis. Kondisi ini dapat dicegah dengan mulai hidup sehat dan banyak mengonsumsi makanan berkalsium tinggi.
Demikianlah penjelasan mengenai Struktur Tulang Pipa dan Bagiannya yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga bisa bermanfaat.

Baca Juga :  Kelenjar Tiroid : Pengertian, Fungsi, Gangguan, dan Cara Menjaganya Terlengkap

Baca juga: