Sistem Transportasi Pada Tumbuhan (Tingkat Rendah dan Tinggi) dan Teorinya Lengkap

Posted on
5 (100%) 2 votes

Pengertian Sistem Transportasi Pada Tumbuhan (Tingkat Rendah dan Tinggi) dan Teorinya

Sistem Transportasi pada Tumbuhan – Setiap tumbuhan memiliki sistem transportasi baik itu tumbuhan dikotil maupun tumbuhan monokotil. Tumbuhan sangat bergantung pada sistem transportasi yang terjadi didalam tumbuhan guna mempertahankan kelangsungan hidupnya. Yang dimaksud dengan sistem transprtasi sendiri adalah terjadinya proses pengambilan air dan mineral dari dalam tanah yang merupakan sumber utama makanan pada tumbuhan, hingga mengedarkannya keseluruh bagian yang ada pada tumbuhan tersebut.

Dengan sistem transportasi tersebut, air dan mineral yang terkandung dalam tanah bisa masuk kedalam tubuh tumbuhan. Air dan mineral yang telah masuk akan diproses menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dengan cara fotosintesis disalam daun dengan bantuan sinar matahari. Sistem pengangkutannya pada tumbuhan digolongkan menjadi dua yaitu:

  • Sistem pengangkutan pada tumbuhan tingkat rendah
  • Sistem pengangkutan pada tumbuhan tingkat tinggi

translokasi air pada tanaman

Transportasi Pada Tumbuhan Tingkat Rendah

Pada tumbuhan tingkat rendah, proses mekanisme transportasi air dan mineral tidak dilakukan dalam pembuluh jaringan. Transportasi air dan mineral dilakukan oleh semua organ yang ada pada tumbungan tersebut. Setiap tanaman membutuhkan air dan mineral untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya. Tidak hanya air, zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan tersebut misalnya oksigen, karbon dioksida, air, dan mineral.

Baca Juga :   Daun : Pengertian, Bagian-Bagian, Struktur dan Penjelasannya Lengkap

Daun merupakan salah satu organ pada tanaman yang dapat mengikat karbondioksida dan oksigen,  pada tanaman yang memiliki pembuluh jaringan pengangkut. Lalu zat zat lain seperti air dan mineral diambil dari tanah melalui bagian bagian akar. Transportasi aktif, difusi dan proses osmosis merupakan berberapa cara dari tanaman menyerap oksigen, air dan karbondioksida.

Air tidak hanya berfungsi sebagai bahan makanan pada sebuah tanaman, air yang diserap dari tanah oleh serabut serabut akar juga berfungsi sebagai bahan pemicu terjadinya reaksi kimia untuk memunculkan reaksi turgor. Zat zat sisa metabolism tanaman atau yang sudah tidak dipergunakan lagi akan dikeluarkan dalam bentuk  air atau uap melalui ujung daun.

Transportasi Pada Tumbuhan Tingkat Tinggi

Terdapat dua jenis proses transportasi pengangkutan air dan mineral dari dalam tanah pada tumbuhan tingkat tinggi, yaitu dengan cara intravascular dan ekstravaskular. Sistem pengangkutan air ini melalui serabut serabut akar dan dilanjutkan ke bagian batang pada tanaman, lalu di teruskan hingga ke seluruh bagian dari tanaman tersebut.

Pengangkutan air dan mineral dengan sistem Ekstravaskular mengangkut air dan garam mineral dari dalam tanah melelui akar. Sedangkan Pengangkutan air dan mineral dengan sistem Intravaskular, melanjutkan pengangkutan air dan mineral dari akar menuju keseluruh bagian tamanan.

1) Sistem Pengangkutan Ekstravaskular

Mekanisme sistem pengangkutan ekstravaskuler pada jenis tanaman tingkat tinggi ini, akan mengangkut air dan mineral melalui serabut serabut akar atau epidermis akar, lalu air dan mineral akan masuk melalui sel-sel korteks. Air dan mineral  juga akan mengalir melalui sitoplasma menuju silinder pusat. Pada saat air telah sampai di silinder pusat, maka air akan bebas bergerak menuju sel sel tanaman. Sistem pengangkutan ekstravaskular terbagi lagi menjadi dua sistem yaitu :

  • Pengangkutan dengan sistem apoplas merupakan sistem pengangkutan air tanah melalui sel mati atau jaringan mati pada tanaman. Hal ini dapat terjadi secara transport pasif maupun secara difusi bebas. Fase apoplas tidak dapat mengalirkan air dan mineral melalui endodermis, hal ini disebabkan karena endodermis memiliki pita kaspari yang menutupi jalan masuk air menuju xylem. Pita kaspari ini marupakan senyawa gabus atau zat surberin dan memiliki lignin.
  • Pengangkutan air dan mineral dengan menggunakan transportasi simplas sangat berbeda dengan cara kerja apoplas. Pengangkutan air dan mineral dengan menggunakan transportasi ini melalui jaringan yang masih hidup pada tumbuhan tersebut. Dalam Sistem simplas terjadi proses transpor aktif dan osmosi pada plasmodesmata.  Yaitu pada saat air dan mineral masuk kedalam tumbuhan melalui rambut rambut akar, menuju sel parenkim. Setelah air dan mineral masuk ke sel parenkim lalu melewati endodermis selanjutnya ke sel peroskikel dan berakhir pada haringan xylem.
Baca Juga :   5 Peran Cahaya Dalam Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman "Lengkap"

2) Sistem Pengangkutan Intravaskular

Setelah proses pengangkutan air dan mineral menggunakan sistem ekstravaskuler hingga bagian xylem, maka selanjutnya merupakan kerja dari sistem intravascular oleh xylem. Xylem yang berada pada akar tanaman akan membawa air dan mineral kebagian lainnya pada tanaman tersebut melalui xylem batang, xylem yang berada pada batang daun lalu berakhir dibagian daun untuk dilakukannya fotosintesis.

sistem transportasi pada tumbuhan

Teori yang menjelaskan tentang sistem transportasi Pada tumbuhan.

  • Teori Tekanan Akar, bahwa tekanan akar menyebabkan air dan mineral dapat naik ke bagian atas tanaman. Dengan adanya perbedaan tingkat kandungan air pada xilem dengan air tanah, maka menyebabkan terjadinya proses tekanan akar. Pada malam hari, tekanan akar akan menjadi sangat tinggi dan air akan merembes melalui daun-daun tanaman.
  • Teori tekanan air. Tekanan air dapat menyebabkab naiknya air dan mineral ke bagian tanaman yang lainnya.
  • Teori Dixon Joly, berbeda dengan halnya dengan pencetus teori sebelumnya. Dixon Joly menganggap bahwa proses pernafasan pada daun atau adanya kegiatan respirasi daun menyebabkan naiknya air dan mineral ke bagian atas pada tanaman.
  • Teori Vital, teori ini menjelaskan jika sel hidup yang ada pada jaringan parenkim dalam tumbuhan dan xilem rambut akar yang menyebabkan air naik ke bagian atas tanaman

Tiga Proses Pengangkutan unsur hara

  1. Proses Osmosis, adalah pengangkutan air dan mineral melalui  lapisan semipermiabel dari tempat air konsentrasi rendah atau hipotonik,  menuju tempat air konsentrasi tinggi atau  Sebagai Contohnya yaitu air yang melewati xilem dan endodermis.
  2. Proses Difusi, adalah pengangkutan zat-zat dari tempat konsentrasi tinggi atau hipertonik , menuju tempat konsentrasi rendah atau hipotonik . sebagai Contohnya yaitu tumbuhan menghisap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida saat terjadi transpirasi tumbuhan pada malam hari.
  3. Proses Transpor Aktif, adalah pengangkutan air dan mineral menggunakan energi ATP melewati lapisan impermeabel. Sebagai Contohnya yaitu proses pengangkutan glukosa menembus lapisan membran.
Baca Juga :   Unsur Hara (Makronutrien dan Mikronutrien) yang Dibutuhkan Oleh Tumbuhan

Baca Juga :