Sistem Saraf Tak Sadar (Otonom): Pengertian, Macam, dan Fungsinya Terlengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Macam dan Fungsi Sistem Saraf Tak Sadar (Otonom)

Sistem saraf tak sadar (otonom) pada manusia – seluruh makhluk hidup di dunia, mempunyai bagian-bagian yang paling unik serta mempunyai manfaat dan kegunaannya masing-masing. Bagian tubuh itulah yang bisa menggerakkan tubuh kita. Oleh sebab itu, diperlukan suatu organ yang dapat mengontrol bagian tersebut.

Seluruh kegiatan yang kita lakukan secara otomatis ini dikerjakan dan digerakan oleh sebuah sistem control pusat yang ada di tubuh kita. Pada umumnya sistem pusat tubuh kita adalah otak. Otak berfungsi untuk bisa mengontrol pada setiap gerakan dan apapun yang akan kita lakukan.

Otak memberikan seuah pererintah ke sistem sarat, selanjutnya akan di teruskan organ lain untuk bisa bergerak. Saraf sendiri berfungsi untuk bisa menggerakkan organ tubuh supaya bisa bergerak sesuai dengan yang kita kehendaki. Pada sistem saraf ini terdapat sistem yang yang bekerja secara sadar dan ada pula yang bekerja secara tidak sadar. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenaisistem saraf tak sadar (otonom) pada manusia.

Pengertian Saraf Otonom (Saraf Tak Sadar)

Sistem saraf tak sadar adalah kumpulan dari saraf yang mengatur kegiatan tanpa terlebih dahulu kita pikirkan. Jadi, saraf ini bisa melakukan perintah/ bekerja yang tidak kita sadari dan akan bergerak seccara otomatis tanpa kita atur terlebih dahulu. Diantaranya ialah denyut jantung, mengeluarkan keringat, perubahan pada pupil mata, gerak alat pencernaan, otot perut, pembuluh darah, alat-alat reproduksi dan masih banyak lagi lainnya. Sistem saraf tersebut terdiri atas 12 pasang saraf otak yakni kranial dan terdiri atas 31 pasang spinal atau saraf sumsung tulang belakang.

Baca Juga :  Sistem Koordinasi Pada Manusia : Pengertian, Macam - Macam dan Susunannya Terlengkap

Sistem saraf tak sadar ini, ternyata kerjanya mendapat pengaruh dari hipotalamus yang terdapat di dalam otak. Di dalam otak, hipotalamus ini bisa dirangsang dan bisa mempengaruhi dalam gerakan saraf tak sadar atau misalnya bisa mempercepat denyut jantung, menghambat sistem pencernaan, melebarkan pupil mata dan lainnya.
Sistem saraf otonom adalah saraf motoric yang terdiri dari sistem saraf simpatis serta sistem saraf parasimpatis. Bagian depan dan juga tengahnya hipotalamus akan mengendalikan saraf parasimpatis, sementara bagian belakangnya dan juga samping akan mengendalikan saraf simpatis.

Perbedaan ini terjadi sebab neurotransmitter dari hasil kedua saraf itu berbeda. Noradrenalian adalah neurotransmitter saraf simpatik, sementara asetilkolin adalah neurotransmitter saraf prasimpatik.

Pada saraf parasimpatik dan saraf simpatik ada penghubung diantara sistem efektor dan saraf pusat yang bernama ganglion. Ganglion saraf simpatik letaknya ada di dekat sumsum tulang belakang.

Serabut praganglion sari saraf simpatik ukurannya pendek, sedangkan serabut pascaganglionnya berukuran lebih panjang. Begitu juga sebaliknya pada saraf parasimpatik, ia mempunyai serabut praganglion yang ukurannya penjang serta serabut pascaganglion yang pendek.

Untuk mengetahui dari fungsi saraf simpatik dan juga saraf parasimpatik di sejumlah organ tubuh kalian, maka bisa menyimak uraiannya dibawah ini.

Macam Macam dan Fungsi Saraf Otonom

Saraf otonom dibagi beberapa macam dan masing-masingnya tersebut mempunyai sifat yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, seperti manusia. Berdasarkan dari karakteristik kerjanya, sistem saraf otonom ini dibagi menjadi dua macam saraf yakni saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Masing-masing saraf tersebut bisa bekerja pada organ yang sama, tetapi kerjanya dilakukan dengan saling berlawanan atau antagonis.

Macam-macam beserta fungsi saraf otonom akan diulas di bawah ini :

Baca Juga :  Alat Pernapasan Manusia (Eskternal dan Internal) : Pengertian serta Bagian - Bagiannya Lengkap

1. Sistem Saraf Simpatik

Sistem saraf ini ada di bagian depan tulang rusuk belakang dengan mempunyai pangkal di sumsum tulang belakang (medulla spinalis) yang ada di depan dada serta pinggang. Saraf inilah yang dinaman dengan saraf torakolumbar. Sebab, saraf preganglion keluar yang asalnya dari tulang belakang toraks dimulai dari 1 hingga ke 12. Di dalam sistem simpatik mempunyai 25 pasang ganglio/ yang menjadi simpul pada sumsum tulang belakang.

Pada umumnya sistem saraf simpatik berfungsi untuk bisa memacu kerja organ dalam tubuh, namun ada juga sejumlah yang bisa menghambat kerja pada organ tubuh itu.

Fungsi saraf simpatik, diantaranya :

  • Memperbesar bronkus
  • Memperbesar pupil mata
  • Memperbesar ereksi
  • Mempercepat detak jantung
  • Menghambat sekresi empedu
  • Memperlambat kerja pencernaan
  • Menurunkan tekanan darah
  • Meningkatkan sekresi adrenalin
  • Menghambat kontraksi pada kantung seni

2. Sistem Saraf Parasimpatik

Sistem saraf parasimpatik ialah suatu saraf yang mempunyai pangkal pada sumsum tulang belakang sebagai lanjutan dari medulla oblongata. Sistem tersebut dikenal sebagai sistem saraf kranosakral di sebabkan saraf preganglion keluar pada otak dan juga dari sacral. Saraf parasimpatik ini terdiri atas jarring-jaring yang mempunyai keterhubungan dengan ganglion yang sudah menyebar di selurh tubuh.

Fungsi dari saraf tersebut berlawanan dengan saraf simpatik sebab pada saat saraf simpatik mempercepat dari kerja organ tubuh namun saraf parasimpatik tersebut malah memperlambat dari kerja organ tubuh. Nah, hal ini lah yang dihasilkan pada fungsi keduanya sehingga saling berlawanan, maka organ yang terdapat di dalam tubuh ini menjadi normal serta seimbang.

Fungsi dari saraf parasimpatik, diantaranya :

  • Memperkecil pupil mata
  • Memperkecil bronkus
  • Merangsang eraksasi
  • Meningkatkan tekanan darah
  • Menghambat adrenalin
  • Meningkatkan sekresi empedu
  • Mempercepat kontraksi pada kantung seni
  • Menghambat organ pencernaan
  • Menghambat detak jantung
Baca Juga :  Sistem Penggolongan Darah ABO : Pengertian, Pencampuran dan Karakteristiknya Lengkap

Sekianlah uraian tentang sistem saraf tak sadar (otonom) pada manusia. Saraf otonom (saraf tak sadar) ini di butuhkan oleh tubuh kita, sebab kita tidak perlu mengirimkan sebuah perintah terlebih dahulu pada otak supaya bisa mengerjakan organ yang memang seharusnya tidak berhenti untuk dapat bekerja. Semoga menambah wawasannya!

Baca juga:

/* */