Sistem Saraf Pusat dan Saraf Tepi Pada Manusia – Pengertian Beserta Fungsinya Lengkap

Posted on

Pengertian Serta Fungsi Sistem Saraf Pusat dan Saraf Tepi Pada Manusia

Sistem Saraf Pusat dan Saraf Tepi Pada Manusia – Sistem saraf pada manusia terbagi menjadi dua macam, yaitu sistem saraf pusat dan saraf tepi. Untuk penjelasan saraf pusat dan saraf tepi memang cukup banyak. Namun akan kami ulas berikut ini penjelasan tentang sistem saraf pusat dan saraf tepi pada manusia secara ringkas.

A. Sistem Saraf Pusat

Seluruh aktivitas tubuh dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat ini terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Berikut ini penjelasannya.

1) Otak

Otak merupakan pusat saraf yang letaknya di dalam rongga tengkorak. Otak manusia terdiri dari dua belahan, yaitu otak kiri dan kanan.
Otak kiri mengendalikan tubuh bagian kanan. Sebaliknya, otak kanan mengendalikan tubuh bagian kiri. Otak manusia dibagi menjadi empat bagian, yaitu otak besar, otak tengah, otak kecil, dan sumsum lanjutan.

a) Otak besar (cerebrum)

Otak besar pada orang dewasa memiliki volume sekitar ± 1500 cm3. Permukaan otak berlipat-lipat sehingga dapat memuat jutaan neuron. Bagian luar otak berisi neuron sehingga berwarna kelabu (substansia grissea).
Sedangkan, otak di bagian dalam berisi neurit dan dendrit sehingga berwarna putih (substansia alba). Otak besar merupakan pusat ingatan, kesadaran, kecerdasan, dan kemauan.

Baca Juga :   Gangguan Penglihatan Anak : Pengertian, Tanda - Tanda, Penyebab dan Cara Mengobatinya Lengkap

Otak besar terbagi menjadi empat bagian, yaitu:

  • bagian depan: pusat gerakan otot
  • bagian tengah: pusat perkembangan ingatan dankecerdasan
  • bagian samping: pusat pendengaran
  • bagian belakang: pusat penglihatan

b) Otak tengah (mesensefalon)

Otak tengah ialah bagian otak yang terletak di antara pons vasoli dan diensefalon. Otak tengah berhubungan dengan sistem penglihatan dan pendengaran.

Di bagian depan dari otak tengah terdapat:

  • Talamus, yaitu bagian yang menjalankan pemisahan pertama impuls yang tiba dan mengarahkan impuls ke bagian cerebrum yang berbeda, serta mengarahkan sebagian dari impuls ke sumsum tulang belakang.
  • Hipotalamus, yaitu bagian yang mengatur suhu tubuh, selera makan, dan keseimbangan cairan yang ada pada tubuh.

c) Otak kecil (cerebelum)

Otak kecil letaknya di bawah otak besar, di dalam rongga tengkorak bagian belakang. Fungsi otak kecil, yaitu untuk mengatur keseimbangan tubuh, posisi tubuh, dan gerakan otot yang disadari. Bagian kiri dan bagian kanan otak kecil dihubungkan oleh suatu penghubung yang disebut dengan jembatan varol, sama seperti otak besar. Bagian luar otak kecil (korteks) berwarna kelabu dan bagian dalam (medula) berwarna putih.

d) Sumsum lanjutan (medula oblongata)

Sumsum lanjutan terdapat di muka otak kecil dan di bawah otak besar, dan merupakan perpanjangan dari sumsum tulang belakang. Bagian dalamnya berisi neuron sehingga berwarna kelabu. Sedangkan, bagian luarnya berwarna putih karena berisi neurit dan dendrit. Fungsi sumsum lanjutan adalah sebagai pengatur pernapasan, gerakan jantung, dan gerak alat pencernaan.

2) Sumsum tulang belakang (medula spinalis)

Sumsum tulang belakang letaknya berada di dalam ruas-ruas tulang belakang. Bagian luarnya berwarna putih dan bagian dalam berwarna kelabu. Sumsum tulang belakang ini terletak memanjang dari ruas-ruas leher sampai ruas pinggang yang kedua. Selaput otak juga menyelaputi sumsum tulang belakang.

Baca Juga :   Sistem Saraf Tak Sadar (Otonom): Pengertian, Macam, dan Fungsinya Terlengkap

Fungsi sumsum tulang belakang, yaitu:

  • Menjadi pusat perantara antara susunan saraf tepi dan otak.
  • Menghantarkan impuls menuju atau dari otak.
  • Mengatur gerak refleks tubuh.

B. Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi ini terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar. Sistem saraf sadar meliputi sistem saraf kepala (kranial). Sedangkan, sistem saraf tidak sadar juga terbagi menjadi dua macam, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik.

1) Sistem saraf sadar

Sistem saraf sadar (kraniospinal) merupakan saraf yang mengatur gerakan yang dilakukan secara sadar. Sistem saraf sadar juga dibagi menjadi dua macam, yaitu kranial dan spinal. Sistem saraf kranial disusun oleh 42 pasang saraf yang keluar dari otak. Sedangkan, saraf spinal ini disusun oleh 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.

2) Sistem saraf tak sadar (saraf otonom)

Sistem saraf tak sadar dibagi menjadi dua bagian, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik yang memiliki susunan dan fungsi yang khas.

a) Sistem saraf simpatik

Sistem saraf simpatik terdiri atas serangkaian urat kembar yang berupa ganglion-ganglion yang berada di beberapa daerah atau terdapat disepanjang tulang belakang sebelah depan dari ruas-ruas tulang leher hingga tulang ekor, antara lain di daerah leher, daerah dada, daerah pinggang, dan daerah pelvis.
Serabut saraf simpatik memiliki fungsi untuk merangsang kerja otot jantung, otot-otot tak sadar semua pembuluh darah, dan semua alat-alat dalam, seperti lambung, pankreas,dan usus.

Fungsi saraf simpatik :

  • memperbesar pupil
  • menghambat aliran ludah
  • mempercepat denyut jantung
  • mengecilkan bronkus
  • menghambat sekresi kelenjar pencernaan
  • menghambat kontraksi kandung kemih otak

b) Sistem saraf parasimpatik

Susunan saraf parasimpatik ialah berupa jaringan susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion-ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Fungsi dari sistem saraf parasimpatik adalah kebalikan dari saraf simpatik.
Urat saraf yang letaknya terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.
Saraf simpatik mempunyai urat pra ganglion pendek karena letaknya di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang, sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu.

Baca Juga :   Ginjal : Bagian Bagian, dan Sebab Akibat Kerusakan Pada Ginjal Terlengkap

Fungsi saraf parasimpatik:

  • mengecilkan pupil
  • menstimulasi aliran ludah
  • memperlambat denyut jantung
  • membesarkan bronkus
  • menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan
  • mengerutkan kantung kemih

Demikianlah artikel mengenai Sistem Saraf Pusat dan Saraf Tepi Pada Manusia. Semoga artikel ini menambahkan wawasan dan bermanfaat. Terimakasih.

Baca juga: