Sistem Rangka Pada Ruminansia – Pengertian, Fungsi, Sistem Otot dan Cara Kerjanya Lengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja Sistem Rangka Pada Ruminansia

Sistem rangka pada ruminansia – pada umumnya sistem rangka ternak terdiri dari dua macam tulang yakni tulang keras dan tulang rawan. Tulang rawan sifatnya lentur terdiri dari sejumlah sel rawan yang bisa menghasilkan matriks berwujud kondrin. Oke sobat, kali ini kita akan mengulas mengenai sistem rangka pada ruminansia.

Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja Sistem Rangka Pada Ruminansia

Pada ternak mudah, ada banyak kandungan sel sel dalam tulang rawan, sementara yang dewasa mengandung banyak kondrin. Sementara untuk ternak yang telah dewasa ini tulang rawannya hanya ada di sejumlah bagian saja, seperti cuping hidung, antara tulang rusuk dan dada, cuping telinga serta di sendi-sendi tulang. tulang rawan di ternak dewasa dibentuk dari selaput tulang rawan dengan mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan.

Tulang keras maupun osteon sifatnya kras dan fungsinya menyusun beragam sistem rangka. Tulang keras tersusun dari sejumlah bagian, diantaranya :

  • Osteoprogenator adalah sel khusus, yakni turunan dari mesenkim yang mempunyai potensi mitosis serta dapat berdiferensiasi sebagai osteoblast.
  • Osteoblast adalah sel tulang mudah yang nantinya akan membentuk osteoit.
  • Osteosit adalah sel – sel tulang dewasa
  • Osteoklas adalah sel yang mengembang dari monosit dan ada di sekeliling permukaan tulang.

Osteoklas ini fungsinya untuk perkembangan, perawatan, pemelihaaan dan juga perbaikan tulang. pembentukan tulang ini dialami sesudah pembentukan dari tulang rawan atau kartilago. Kartilago tersebut dihasilkan oleh sel mesenkim. Sesudah kartilago bagian dalamnya terbentuk akan berongga dan berisi osteoblas yang akan menempati semua roangga dan sampai membentuk sel-sel tulang.

Baca Juga :  6 Contoh Hewan Amfibi Selain Katak : Pengertian, Ciri dan Pengelompokannya Lengkap

Sel-sel tulang ini dibentuk dengan arah dari dalam keluar maupun sifatnya konsentris. Setiap satuan-satuan sel tulang ini akan berkeliling di pembuluh darah serta syaraf. Di sekitar sel – sel tulang membentuk senyawa protein yang nantinya akan berubah jadi matrik tulang. proses penulangan ini yang dikenal dengan osifikasi.

Rangka Hewan Ruminansia

Menurut matriknya, jaringan tulang dibagi menjadi :

  1. Tulang kompak yang termasuk tulang dengan matrik yang rapat dan padat.
  2. Tulang spons adalah tulang yang matriknya berongga, seperti tulang pipih dan juga berongga.

Menurut bentuknya, tulang bisa dikelompokkan menjadi berikut :

  1. Tulang pipa, adalah tulang yang bentuknya pipa serta biasanya berongga. Seperti contohnya adalah tulang kering, tulang betis, tulang pengumpil.
  2. Tulang pipih adalah tulang dengan tersusun dari 2 (dua) lempengan yakni tulang kompak dan tulang spone.
  3. Tulang pendek adalah tulang tulang yang bentuknya kubus yang ada di pangkal kaki, ruas tulang belakang dan pangkal lengan.
  4. Tulang tak berbentuk adalah tulan yang tidak mempunyai bentuk khusus.

Fungsi Tulang

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa tulang mempunyai sejumlah fungsi, diantaranya sebagai berikut :

  • Menjadi pemberi bentuk tubuh
  • Menahan dan juga menegakkan tubuh yang vital
  • Melindungi alat – alat yang vital
  • Tempat meyimpan mineral
  • Tempatperlekaran otot
  • Tempat pembentukan sel darah

Sistem Otot

Menurut bentuk morfologinya, sistem kerja dan juga lokasi otot dibagi menjadi otot polosm otot lurik, dan juga otot jantung. Otot rangka atau otot lurik ini bekerja di bawah kesadaran. Fibril – fibrilnya ada di jalur jalur melintang yang sangat gelap dan juga terang dengan menyusun atas berselang seling. Sel-selnya ini membentuk silinders dan memiliki inti banyak. Otot rangka mempunyai sebuah kemampuan dapat berkontraksi secara cepat menggunakan masa istirahat secara berulang ulang.

Baca Juga :  Sistem Pernapasan Ubur Ubur : Pengertian, Ciri dan Bagian - Bagiannya Lengkap

Menurut cara melekatnya dari tendon maupun urat otot dibagi menjadi berikut ini :

  1. Origo adalah tendon yang melekat di tulang yang tanpa perubahan posisinya saat otot berkontraksi.
  2. Intersio adalah tendon yang melekat di tulang yang bergerak saat otot berkontraksi.
    Otot bisa berkontraksi sebab terdapat rangsangan yang berwujud rangsangan secara berurutan. Rangsangan kedua ini akan memperkuat rangsangan yang kedua, sehingga rangsangan kedua akan memperkuat lagi ke rangsangan yang ketiga.

Sifat Kerja Otot

Sifat kerja otot ini dibafi menjadi antagonis dan sinergis. Otot antagonis adalah kerja otot yang kontraksinya ini akan memicu efek gerak secara berlawanan. Sifat kerja sinergis adalah otot – otot yang kontraksinya akan memicu gerak searah.

Organ Pencernaan Hewan Ruminansia

Ada 5 organ pencernaan untuk hewan ruminansia yang bertugas dalam proses pencernaan makanan dalam tubuh. Organ organ ini akan saling menghubungkan satu dengan yang lainnya jadi membentuk sebuah sistem pencernaan. Berikut akan kami sajikan apa saja organ itu:

  1. Rongga mulut
    Yakni sebagai tempai masuknya makanan serta dimulainya proses pencernaan. Rahangnya ini bisa bergerak menyamping dengan tujuan untuk menggiling makanan.
  2. Esofagus
    Sebagai jalur dari penghubung antara rongga mulut bersama dengan lambung. Ukurannya kurang lebih 5 cm namun melebar.
  3. Lambung
    Menjadi proses pembususkan makanan serta penghasil enzim selulase yang bisa mengurai selulosa.
  4. Usus halus
    Fungsinya akan menyerap sari-sari makanan dari lambung yang sudah di proses. Sari sari ini diserap lalu diedarkan menuju seluruh tubuh serta mengubahnya jadi energi.
  5. Anus
    Sesudah sari-sari ini diserap maka sisa ampasnya ini akan dikeluarkan lewat anus.

Nah teman, itulah tadi ulasan detailnya mengenai Sistem rangka pada ruminansia. Sekarang kalian sudah lebih faham ka, bahwa sistem rangkanya ini dibedakan menjadi 2 (dua), diantaranya menurut bentuknya serta menurut matriknya. Hewan ruminansia ini mengunya makanan sebanyak 2 kali sebelum akhirnya ia akan berubah jadi energi tubuhnya. Semoga dengan tulisan ini kalian bisa menjadi lebih faham dalam belajar ya sobat. Terima kasih sudah berkunjung.

Baca Juga :  10 Alat dan Sistem Pernapasan Pada Hewan Beserta Penjelasannya Lengkap

Baca juga: