Sistem Peredaran Darah Reptil : Pengertian dan Fungsinya Lengkap

Posted on

Sistem Peredaran Darah Reptil Terlengkap

Sistem Peredaran Darah Reptil – Reptil merupakan salah satu jenis klasifikasi dari hewan vertebrata atau hewan yang memiliki tulang punggung. Hewan yang termasuk dalam jenis golongan vertebrata yaitu ular (sanca, king cobra, piton, dll), buaya, kadal, penyu, terapin, komodo, bunglon, dan sebagainya. Hewan jenis reptil memiliki ciri khusus yaitu semua jenis yang masuk kategori reptil memiliki kulit sisik yang tebal sepanjang tubuhnya, dan memiliki berdarah dingin.

Sistem peredaran darah reptil masih lebih baik daripada sistem peredaran darah pada jenis hewan amfibi. Reptil lebih baik daripada amfibi disebabkan sudah ada sekat atau terpisahnya antara darah yang tidak memiliki oksigen dengan darah yang mengandung oksigen pada jantung.

Fungsi Foramen Panizzae

• Memastikan penyebaran oksigen yang memadai untuk sistem pencernaan.
• Menjaga sirkulasi dan keharmonisan tekanan darah yang ada pada jantung pada saat berenang

Sistem peredaran darah reptil terbagi menjadi dua yaitu, pembuluh nadi paru-paru dan serambi (aorta). Kadal memiliki 2 serambi (aorta), yaitu aorta yang terdapat pada bagian kanan dan pada bagian kiri. Darah yang ada pada aorta kanan yang berasal dari bilik kiri mengandung banyak oksigen yang nantinya akan diedarkan ke seluruh sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh. Aorta ini akan membuat aliran dari arteri utama menuju ke bagian seluruh tubuh.

Baca Juga :   5 Fungsi Membran Sel Pada Hewan, Struktur dan Sifatnya Terlengkap

Darah yang telah menyebar keseluruh tubuh jenis hewan reptil ini akan masuk kembali ke serambi kanan sebelum masuk ke jantung kembali. Pembuluh nadi yang ada di paru-paru dimana sebelumnya telah membawa darah dari bilik kanan yang membawa CO2 dari seluruh tubuh.

Pada saat masuk ke paru-paru, darah yang mengandung kadar CO2 itu akan dibuang dan saat itu juga CO2 akan berganti dengan O2 yang berguna bagi tubuh reptil. Lalu darah yang mengandung oksigen tersebut, akan masuk ke jantung menuju serambi kiri. Karena sistem peredaran darah inilah, sistem peredaran darah reptil dijuluki dengan sistem peredaran darah ganda yang berarti peredaran darah pada hewan reptil akan masuk ke jantung lebih dari 1 kali yaitu ada 2 kali. Reptil juga dikenal memiliki peredaran darah yang tertutup. Peredaran darah reptil secara garis besar terbagi menjadi 2 yaitu peredaran darah besar (panjang) dan peredaran darah kecil (pendek).

Peredaran Darah Reptil

1. Peredaran darah kecil atau pendek

Jenis peredaran ini yaitu peredaran yang mengangkut darah mulai dari jantung, masuk kedalam paru-paru, lalu masuk lagi ke jantung. CO2 yang berasal dari bilik sebelah kanan akan menuju masuk ke paru-paru melalui pembuluh darah arteri pulmonalis. Didalam paru-paru, alveolus akan bekerja dengan cepat mengganti atau menukar karbondioksida (CO2) menjadi okesigen (O2). Setelah itu darah akan mengalir menuju ke serambi yang ada pada kiri jantung melalui pembuluh darah vena pulmonalis.

2. Peredaran darah besar atau panjang

Peredaran darah ini dimulai pada saat darah yang kaya O2 yang berasal dari bilik kiri jantung dialirkan keseluruh tubuh melalui pembuluh darah. Oksigen ini akan diserap oleh sel-sel tubuh reptil dan O2 akan berubah menjadi karbondioksida. Darah yang sudah berubah menjadi CO2 ini akan diangkut kembali ke jantung (serambi kanan) melalui pembuluh darah vena.

Baca Juga :   14 Contoh Hewan Ovipar Serta Siklus Hidupnya

3 Pola Sistem Peredaran Darah Reptil

Secara garis besar sistem peredaran darah reptil dibagi menjadi tiga pola, yaitu :

1) Model Crocodillan

Contoh hewan yang masuk dalam jenis ini yaitu buaya, komodo, alligator, biawak, dan sejenisnya. Jantung model reptil crocodillan memiliki empat ruang yaitu 2 serambi (atrium) dan 2 bilik (ventrikel). Antara serambi kanan dan serambi kiri terdapat lorong kecil yang disebut Foramen Panizza yang memiliki fungsi menyambungkan dua jenis pembuluh darah arteri (yaitu arteri kiri dan arteri kanan). Dimana darah yang memiliki sedikit oksigen yang masuk dari serambi (atrium kanan) lalu diangkut ke bilik kanan.

Kemudian darah akan menuju paru-paru lalu akan mengalir ke serambi kiri (atrium kiri). Darah yang banyak mengandung O2 ini akan dibawa oleh bilik kiri (ventrikel kiri) untuk disebar ke seluruh tubuh. Walaupun terdapat foramen (lorong kecil), tekanan darah yang tinggi akan menyebabkan foramen tetap tertutup, agar menjaga darah tidak tercampur satu sama lain.

2) Model Squamata

Contoh model jenis reptil ini yaitu penyu, kura-kura atau hewan yang memiliki cangkang keras dipunggungnya. Perbedaan utama model ini dibandingkan model yang lain yaitu memiliki ciri khas yang hanya memiliki tiga ruang jantung yaitu 1 bilik (ventrikel) dan 2 serambi (atrium). Yang prosesnya yaitu ruang serambi kanan (atrium kanan) yang membawa banyak karbondioksida (CO2) masuk menuju cavum venosum ventrikel. Serambi kiri ini banyak mengandung O2 dari paru-paru menuju cavum arteriosum. Tekanan dalam bilik pada model ini dapat menyebabkan tercampurnya darah yang kaya oksigen dengan darah yang sedikit oksigen pada bilik (ventrikel).

3) Model Varanid

Contoh model reptil ini yaitu kelompok kadal (bunglon, kadal) atau jenis reptil yang memiliki kemampuan metabolisme yang tinggi dibandingkan jenis reptil yang lain. Model ini mirip dengan model squamata yang terdapat 3 ruang jantung, namun terdapat perbedaan sedikit. Perbedaannya yaitu cavum venosumnya sedikit kecil jika dibandingkan pada model squamata. Peredaran darah ini mengurangi terjadinya darah yang bercampur antara darah yang sedikit oksigen dengan darah yang banyak oksigen.

Baca Juga :   Jaringan Hewan Dan Manusia - Pengertian, Struktur Dan Fungsinya Lengkap

Itulah ulasan singkat mengenai Sistem peredaran darah reptil, semoga ulasan ini bisa menambahkan ilmu pengetahuan akan reptil. Terimas kasih.

Baca juga: