Sistem Peredaran Darah Manusia : Organ, Mekanisme dan Gangguannya

Posted on
5 (100%) 2 votes

Sistem dan Fungsi Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah manusia – Tubuh manusia mempunyai sistem peredaran darah yang berperan sebagai aliran nutrisi dan oksigen menuju seluruh bagian tubuh. Akan tetapi, tidak hanya menyalurkan kedua zat tadi. Masih banyak pula fungsi lain yang dimiliki oleh sistem peredaran darah manusia.

Sistem peredaran darah atau dalam dunia medis dikenal sebagai suatu sistem kardiovaskular yang merupakan suatu sistem dengan fungsi menyalurkan berbagai zat penting, misalnya adalah nutrisi dan oksigen, dari jantung menuju seluruh tubuh manusia.

Selain mempunyai peran sebagai penyalur zat, sistem peredaran darah manusia juga mempunyai fungsi penting lain, yakni mengeluarkan zat karbon dioksida dengan sisa proses metabolism pada tubuh melalui paru-paru, lalu menyalurkan hormon menuju seluruh bagian tubuh, menyalurkan suhu tubuh secara merata, dan mempertahankan kinerja sistem pada organ di dalam tubuh, serta membantu tubuh untuk memulihkan penyakit.

A. Organ Pada Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah pada manusia tersusun dari organ-organ yang mempunyai peran dalam pengangkutan darah dalam tubuh. Adapun organ penyusun pada sistem peredaran darah manusia, mencakup:

1. Jantung

Jantung ialah organ vital di tubuh manusia yang tugasnya sebagai pemompa darah menuju seluruh tubuh. Organ ini letaknya di antara paru-paru, di tengah dada, tepat di bagian belakang sisi kirinya tulang dada. Jantung mempunyai ukuran yang sedikit lebih besar dari kepalan tangan kita.
Di dalam jantung ada empat ruangan yang terbagi jadi dua bilik (ventrikel) dan juga dua serambi (atrium). Serambi dan bilik kiri pada jantung isinya darah bersih yang kaya akan oksigen, sedang bilik dan serambi kanan isinya darah kotor. Selain mempunyai empat ruangan, jantung juga memiliki empat katup yang gunanya untuk menjaga agar darah tetap mengalir menuju arah yang benar. Detak jantung orang normal kisaran antara 60-100 kali per menit. Tetapi ada pengecualian, missal seperti seoramh atlet yang bugar, detak jantungnya dapat di bawah 60 kali per menit.

Baca Juga :   5 Hormon yang Berpengaruh Menentukan Berat Badan Manusia

2. Pembuluh Darah

Pembuluh darah adalah sistem peredaran darah yang berbentuk tabung otot elastis/ pipa yang fungsinya membawa darah dari jantung meunuju bagian tubuh lain, atau jugasebaliknya. Pembuluh darah dapat dibedakan menjadi dua, yakni pembuluh nadi (arteri) dan juga pembuluh balik (vena).

3. Arteri

Arteri merupakan pembuluh darah yang fungsinya membawa darah keluar dari jantung, baik menuju seluruh tubuh ataupun ke paru-paru. Darah yang dialirkan dari pembuluh arteri mengandung banyak oksigen, kecuali arteri pulmonalis, khususnya yang membawa darah kotor guna dialirkan ke paru. Darah bersih akan dipompa keluar dari jantung melalui pembuluh darah utama (aorta) dari sebuah bilik kiri jantung. Aorta ini lalu bercabang jadi pembuluh darah yang lebih kecil (arteri), dan menyebar ke seluruh bagian tubuh.

4. Vena

Vena merupakan pembuluh darah yang fungsinya membawa darah kembali pada jantung, dimulai dari seluruh tubuh/ dari paru-paru. Vena cava akan membawa darah kotor yang terkandung karbon dioksida dari seluruh tubuh, kemudian akan dialirkan menuju paru-paru untuk ditukar dengan oksigen melalui sebuah proses pernapasan. Sedangkan vena pulmonalis (vena paru) yang membawa darah bersih kaya oksigen dari paru-paru ke jantung.

5. Darah

Darah ialah komponen terpenting pada sistem peredaran darah. Darah mempunyai fungsi sebagai pembawa nutrisi, oksigen, hormon, dan antibodi, serta berbagai zat lainnya, dari dan juga ke seluruh tubuh. Darah manusia terdiri atas beberapa bagian, yang mencakup plasma darah dan sel-sel darah.
Plasma darah, berupa cairan berwarna kekuningan di darah yang tugasnya membawa zat-zat penting, seperti hormon, protein, serta faktor pembekuan darah.

Sel darah merah (eritosit), yang membawa oksigen serta karbon dioksida.
Sel darah putih (leukosit), pembantu pertahanan tubuh dari infeksi virus, kuman, jamur, dan juga parasit.
Keping darah (trombosit), dibutuhkan tubuh sebagai bantu proses pembekuan darah.

Baca Juga :   Sistem Sirkulasi pada Manusia : darah, pembuluh darah, dan transfusi darah

B. Mekanisme Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah manusia terbagi menjadi tiga, yakni :

1. Sirkulasi Sistemik

Sirkulasi sistemik adalah sirlukasi darah yang meliputi seluruh tubuh. Sirkulasi ini berlangsung saat darah yang terkandung oksigen mengisi serambi pada kiri jantung dari vena pulmonalis, usai melakukan pelepasan dari karbon dioksida paru-paru. Kemudian, darah yang sudah ada di serambi kiri diteruskan menuju bilik kiri, untuk selanjutnya disalurkan menuju seluruh tubuh dari pembuluh darah utama (aorta). Darah yang dipompa lewat aorta terus mengalir sampai ke bagian paling tepi seluruh area tubuh. Sesudah menyalurkan berbagai zat yang dibawa ke sel-sel tubuh, darah mengalir kembali ke serambi kanan jantung untuk mengalami sebuah proses pembersihan darah.

2. Sirkulasi Pulmonal

Sirkulasi pulmonal (paru), merupakan sirkulasi darah mulai jantung menuju paru-paru, dan sebaliknya. Sirkulasi ini telah berlangsung ketika darah mengandung karbon dioksida dari sisanya metabolisme tubuh kembali menuju jantung melalui pembuluh vena besar (vena cava). Kemudian, masuk serambi kanan diteruskan menuju bilik kanan jantung. Lalu, darah yang sudah ada di bilik kanan dialirkan menuju paru-paru dari arteri pulmonalis, untuk melakukan pertukaran gas karbon dioksida dan oksigen. Sesudahnya, darah bersih kaya oksigen akan masuk serambi kiri jantung dari vena pulmonalis.

3. Sirkulasi Coroner

Sama seperti pada organ tubuh lain, jantung membutuhkan asupan oksigen serta nutrisi agar dapat menjalankan fungsi dengan baik. Darah yang menutrisi jantung dialirkan melalui arteri koroner menuju otot-otot jantung. Maka dari itu, sumbatan arteri koroner dapat mengurangi aliran oksigen serta nutrisi menuju otot jantung, sehingga meningkatkan risiko adanya serangan jantung.

C. Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah

Bila aliran darah terganggu, maka organ tubuh mengalami kerusakan serta menimbulkan berbagai penyakit lain dan lebih serius. Kelainan sistem peredaran darah dapat disebabkan beberapa faktor, baik berupa kelainan bawaan lahir ataupun penyakit yang dideroleh setelah lahir. Berikut daftar penyakit yang dapat mengganggu sistem peredaran darah, antara lain:

Baca Juga :   Diafragma : Pengertian, Fungsi dan Gangguan Pada Pernapasan Manusia

a. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
b. Aterosklerosis.
c. Penyakit jantung koroner.
d. Gagal jantung.
e. Aneurisma aorta.
f. Gangguan irama jantung (aritmia).
g. Kelainan otot jantung (kardiomiopati).
h. Penyakit jantung bawaan.

Gangguan pada sistem peredaran darah manusia bukan hal yang dianggap remeh. Kondisi-kondisi ini perlu penanganan medis segera. Oleh karenanya, penting bagi kalian untuk selalu menerapkan pola hidup yang sehat, seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan yang bergizi, menjaga berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan medis dokter secara berkala, agar terhindar dari berbagai penyakit akibat dari terganggunya sistem peredaran darah.

Baca juga: