Siklus Krebs : Pengertian, Hasil, dan Prosesnya Terlengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian, Hasil, dan Proses Siklus Krebs

Siklus krebs – merupakan proses menghasilkan energi yang dialami dalam mitokondria organisme eukariotik yang bersumber dari asam piruvat dengan hasil diantaranya NADH, ATP, dan FADH2 dan CO2. Berikut ini akan saya jelaskan secara singkat dan detail mengenai siklus krebs.

Pengertian Siklus Krebs

Siklus krebs adalah sekumpulan reaksi kimia yang dialami pada sel hidup guna menghasilkan energi dari Asetil ko-A, yakni perubahan dari asam piruvat dengan hasil glikolisis. Siklus krebs adalah salah satu tahap dari respirasi aerob, yakni proses menghasilkan energi yang mana di dalam prosesnya memerlukan oksigen.
Terjadinya proses aerob dialami lewat glikolisis, siklus krebs serta transfer electron. Siklus krebs ini terjadi di dalam mitokondria, sementara glikolisis terjadi di dalam sitoplasma. Oleh sebab itu, asam piruvat hasil dari glikolisis perlu masuk pada mitokondria terlebih dahulu supaya bisa menjalani siklus krebs.

Asal dan Hasil Siklus Krebs

Berbagai energi aktivitas ini sebagian besar dihasilkan dari katabolisme ( bahasa mudahnya: pemecahan ) terjadinya glukosa di dalam sel. Mulanya, glukosa akan menjalani sebuah proses glikolisis guna mengubahnya menjadi asam piruvat. Jika tidak ada oksigen, maka asam piruvat ini akan menjalani sebuah proses respirasi anaerob guna diubah lagi menjadi asam laktat atau alkohol, dan ini bergantung dengan organismenya. Tetapi, dalam kondisi yang tersedia oksigen, maka asam piruvat akan masuk dalam proses respirasi aerob guna diolah menjadi sebuah energi dengan hasil akhir serta karbondioksida.

Siklus krebs ini nantinya akan menghasilkan NADH, ATP, FADH2 serta CO2. Karbondioksida bisa dilepaskan dari sel dan juga dikeluarkan dari tubuh untuk menghasilkan sebuah sisa respirasi. Sementara ATP, FADH2, dan NADH adalah sumber energi terpenting bagi tubuh manusia.

Bagian Penting Siklus Krebs

Adapun bagian penting di dalam siklus krebs diantaranya :

  1. Pertama ialah tahap persiapan yang mana piruvat akan diubah untuk menjadi asetik ko-A lewat proses yang dikenal dengan nama dekarboksilasi oksidatif.
  2. Kadua ialah berlangsungnya siklus krebs ini terjadi di dalam matriks mitokondria.

Dekarboksilasi Oksidatif

Dekarboksilasi oksidatif nantinya akan merubah asam piruvat sehingga jadi asel ko-A. Pada tahap tersebut terjadi dalam sejumlah reaksi dengan berkatalisis oleh kompleks enzim yang dikenal dengan nama piruvat dehydrogenase. Enzim tersebut yang ada dalam mitokondria dalam sel eukariotik, sementara di dalam prokariotik ada pada sitoplasma.

Tahap tahap di dalam dekarboksilasi oksidatif antara lain berikut :

  1. Gugus karbohidrat (-COO) tersebut akan di lepas yang mulanya dari asam piruvat berubah menjadi CO2.
  2. Sisa dua atom karbon pada piruvat dalam bentuk ( CH3COO-) selanjutnya akan mentransfer elektronnya yang lebih pada molekul NAD+ jadi membentuk NADH serta molekul dua atom karbon itu berubah menjadi asetat.
  3. Pada akhirnya jenis koenzim-A (ko-A) nantinya akan dikaitkan pada asetat sehingga membentuk asetil jenis koenzim-A (asetil ko-A)

Hasil nya dari dekarboksilasi oksidatif ialah molekul asel ko-A, CO2 dan NADH. Satu jenis molekul glukosa nantinya akan berubah lagi menjadi dua molekul asam piruvat glikolisis, yang berarti proses dari dekarboksilasi oksidatif untuk jenis satu molekul glukosa dapat menghasilkan dua molekul jenis asetil ko-A, 2 CO2 dan 2 NADH.

Proses Siklus Krebs

Molekul asetil ko-A ini nantinya akan masuk dalam krebs guna menghasilkan NADH, ATP, FADH2 dan CO2. Ada delapan tahapan reaksi di dalam siklus krebs yang secara terus menerus akan berputra sehingga dinamakan menjadi suatu siklus.

Tahap tahap dalam siklus krebs diantaranya adalah :

  1. Asetil ko-A nanti akan berhubungan langsung dengan oksaloasetat guna membentuk sitrat, reaksi tersebut dikatalisasis oleh enzim sitrat sintase.
  2. Sitrat akan di rubah lagi menjadi isositrat pada enzim akonitase.
  3. Lalu isositrat akan di rubah menjadi alfa-ketoglutarat pada enzim isositrat dehydrogenase. Di dalam reaksi inilah akan dilepaskan sebuah molekul CO2 serta akan menghasilkan NADH.
  4. Alfa-ketoglutarat akan di rubah menjadi jenis suksinil ko-A pada enzim alfa ketoglutarat dehydrogenase. Pada reaksi tersebut akan dilebaskan pula CO2 dan mengubahnya menjadi ATP.
  5. Suksinil ko-A akan berubah menjadi suksinat pada enzim suksinil ko-A sintetase. Di dalam reaksi tersebut akan dihasilkan GTP yang berikutnya bisa di rubah menjadi ATP.
  6. Suksinat akan di rubah lagi menjadi fumarat pada enzim suksinat dehydrogenase. Di dalam reaksi tersebut akan dihasilkan FADH2.
  7. Fumarat akan mengubah menjadi malat pada enzim fumarase.
  8. Malat akan mengubahnya menjadi oksaloasetat pada enzim malat dehydrogenase. Di dalam tahap ini pun dihasilkan NADH.

Satu molekul jenis asetil ko-A yang sudah masuk dalam siklus krebs ini nantinya dapat menghasilkan : 1 ATP, 1 FADH2, 3 NADH dan CO2. Sebab, di dalam satu molekul glukosa tersebut akan di rubah menjadi jenis dua asetil ko-A, sehingga satu molekul dalam glukosa yang sedang menjalani siklus krebs nantinya menghasilkan : 6 NADH, 2 ATP, 2 FADH2 dan 4 CO2.

Molekul NADH dan juga FADH2 tersebut nantinya masuk di dalam transfer electron guna menghasilkan ATP. Untuk satu molekul NADH nanti akan di proses guna menghasilkan 3 ATP, sementara untuk satu molekul FADH2 nantinya akan menghasilkan 2 ATP.

Itulah penjelasan mengenai Siklus krebs, dan perlu kalian ketahui bahwa siklus ini ditemukan oleh seorang ilmuan dan juga ahli dalam biokimia yang berkewarganegaraan jerma dengan nama Hans Adolf krebs. Siklus krebs disebut pula dengan siklus asam sitrat mapun siklus asam trikarboksilat. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

/* */