Selulosa : Pengertian, Jenis, Struktur, Sifat dan Manfaatnya  Terlengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian Selulosa, Jenis, Struktur, Sifat dan Manfaatnya

Pengertian Selulosa – ialah senyawa misalnya seperti serabut, liat, yang tidak larut dalam air lalu ditemukan di dalamnya dinding sel pelindung tumbuhan khususnya pada tangkai batang, dahan serta semua bagian berkayu dari jaringan tumbuhan. Untuk penjelasan lengkap mengenai pengertian selulosa, simak ulasan dibawah ini.

Rumus senyawa selulosa ialah : (C6H10O5)n

Selulosa ialah polimer glukosa yang berbentuk rantai linier dan terhubung oleh ikatan ß-1,4 glikosidik.
Selulosa ini merupakan senyawa organik yang juga termasuk komponen struktural utama dinding sel dari tanaman hijau, banyak bentuknya ganggang dan Oomycetes.

Selulosa tidak pernah ditemui dalam kondisi murni di alam, tetapi selalu berasosiasi dengan polisakarida lain misalnya seperti lignin, hemiselulosa, pectin, dan xilan. Pada tumbuhan, molekul selulosa menyusun dalam bentuk fibril yang terdiri dari beberapa molekul paralel yang terhubung oleh ikatan glikosidik jadi sulit diuraikan.

Selulosa pertama kali dijabarkan oleh Anselme Payen (1838) sebagai serat padat yang tahan dan juga tersisa setelah pemurnian pada jaringan tanaman dengan asam serta amonia. Payen mengamati, bahwa bahan yang sedang dimurnikan ini mengandung satu jenis dari senyawa kimia yang seragam, yaitu karbohidrat. Hal tersebut berdasar residu glukosa yang hampir mirip dengan pati.

Struktur yang linier ini menyebabkan selulosa bersifat kristalin serta tidak mudah larut. Selulosa tidak mudah untuk didegradasi secara kimia ataupun mekanis. Di alam, terkadang selulosa berasosiasi bersama polisakarida lain seperti hemiselulosa ataupun lignin yang membentuk kerangka utama pada dinding sel tumbuhan. Selulosa mempunyai bobot molekul yang amat bervariasi berkisar antara 50.000 – 2,5 juta bergantung pada sumbernya. Ukuran panjangnya rantai molekul selulosa dinyatakan menjadi derajat polimerasi (DP).

Baca Juga :  Perpindahan Kalor : Pengertian, Pengukuran, Perpindahan dan Contohnya Terlengkap

Ester selulosa banyak dipakai sebagai serat dan plastik, sementara eter selulosa sebagai pengikat serta bahan tambahan guna mortir khusus ataupun kimia khusus guna bangunan dan konstruksi serta stabilisator viskositas pada cat, produk farmasetik, makanan, dan lain-lain. Selulosa juga termasuk bahan dasarnya pembuatan kertas.
Serat selulosa mempunyai kekuatan dan durabilitas tinggi. Apabila dibasahi menggunakan air, menunjukkan pengembangan waktu jenuh dan juga higroskopis. Bahkan dalam kondisi basah, serat selulosa alami tak kehilangan kekuatannya. Turunan selulosa telah banyak dipakai dalam sediaan farmasi antara lain seperti etil selulosa, karboksimetil selulosa, metil selulosa, dan dalam bentuk lain yang dipakai dalam sediaan oral, topikal, serta injeksi.

Jenis-Jenis Selulosa

Menurut Nuringtyas (2010), berdasar derajat polimerisasinya dan juga kelarutan dalam senyawa natrium hidroksida (NaOH), terdapat 3 (tiga) jenis selulosa antara lain yaitu:

1. Selulosa α (Alpha Cellulose)

Selulosa α ialah jenis selulosa yang berantai panjang, tak larut dalam larutan NaOH 17,5% ataupun larutan basa kuat yang derajat polimerisasinya 600 – 1500. Selulosa α digunakan sebagai penduga dan ataupun penentu tingkat kemurnian selulosa. Selulosa α adalah kualitas selulosa yang sangat tinggi (murni).
Selulosa α > 92% sudah memenuhi syarat untuk dipakai sebagai bahan baku utama untuk pembuatan propelan dan atau bahan peledak, sementara selulosa kualitas dibawahnya dipakai sebagai bahan baku oleh industri kertas dan industri kain. Semakin tinggi dari kadar alfa selulosa, maka akan semakin baik mutu bahannya.

2. Selulosa ß (Betha Cellulose)

Selulosa ß ialah jenis selulosa yang berantai pendek, lalu larut dalam larutan NaOH 17,5% atau pada basa kuat dengan derajat polimerisasinya 15-90, bisa mengendap bila dinetralkan.

Baca Juga :  Cara Termudah Membuat Pupuk Organik atau Kompos Sendiri di Rumah

3. Selulosa γ (Gamma cellulose)

Selulosa γ ialah Selulosa yang sama pada selulosa ß, namun derajat polimerisasinya < 15.

Struktur Selulosa

Selulosa mempunyai struktur yang unik sebab kecenderungannya membentuk sebuah ikatan hidrogen yang kuat. Ikatan hidrogen intramolekular berbentuk antara:

  • Gugus hidroksil C3 di unit glukosa dan juga atom O cincin piranosa yang ada di unit glukosa terdekat.
  • Gugus hidroksil di C2 dan atom O di C6 unit glukosa tetangganya. Ikatan hidrogen antarmolekul berbentuk antara gugus hidroksil C6 serta atom O di C3 sepanjang sumbu b.

Dengan adanya sebuah ikatan hidrogen dan gaya van der Waals yang dibentuk, maka struktur selulosa dapat tersusun secara teratur serta membentuk daerah kristalin. Di samping itu, di bentuk juga rangkaian struktur yang tak tersusun secara teratur yang nantinya membentuk daerah nonkristalin ataupun amorf. Semakin tinggi dari packing densitynya maka selulosanya akan berbentuk kristal, sementara semakin rendah packing density maka selulosanya akan berbentuk amorf.

Derajat kristalinitas dari selulosa dipengaruhi dari sumber dan perlakuan yang diberikan. Rantai selulosa ini akan bergabung jadi satu kesatuan dan membentuk mikrofibril, serta bagian kristalin akan bergabung dengan beberapa bagian nonkristalin. Mikrofibril akan bergabung dan membentuk fibril, kemudian gabungan fibril akan membentuk serat.

Sifat-Sifat Selulosa

Menurut Fengel & Wegener (1984), sifat selulosa terdiri atas sifat fisika dan juga sifat kimia. Selulosa rantai panjang mempunyai sifat fisik yang lebih tahan lama, lebih kuat terhadap degradasi yang diakibatkan oleh pengaruh panas, lalu bahan kimia ataupun pengaruh biologis.

Sifat lain dari selulosa, antara lain yaitu:

  • Dapat terdegradasi oleh oksidasi, fotokimia, hidrolisa, maupun secara mekanis sehingga beratnya molekul menurun.
  • Tidak larut di dalam air ataupun pelarut organik, tetapi sebagian larut dalam larutan alkali.
  • Dalam kondisi kering, selulosa sifatnya higroskopis, keras dan juga rapuh.
  • Selulosa dalam kristal mempunyai kekuatan yang lebih baik dibanding dengan bentuk amorfnya.
    Menurut Harsini & Susilowati (2010), sifat serat dari selulosa diantaranya yaitu:
  • Memiliki kekuatan tarik yang tinggi.
  • Bisa membentuk jaringan.
  • Tidak mudah larut di dalam air, alkali dan juga pelarut organik.
  • Relatif tak berwarna.
  • Memiliki kemampuan mengikat lebih kuat.
Baca Juga :  Mata Juling (Strabismus) : Pengertian, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Komplikasi Terlengkap

Jadi, selulosa ini adalah senyawa yang ditemukan dalam dinding sel pelindung tumbuhan. Demikian artikel mengenai Pengertian Selulosa. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

/* */