Respirasi Tumbuhan : Pengertian, Proses, Manfaat, Jenis, Faktor Pengaruh, dan Zat Penghambatnya Terlengkap 

5 (100%) 4 vote[s]

Pengertian Respirasi Tumbuhan, Proses, Manfaat, Jenis, Faktor Pengaruh, dan Zat Penghambatnya

Respirasi pada Tumbuhan – Respirasi mempunyai arti bernafas. Respirasi dilakukan semua makhluk hidup untuk proses kehidupan. Bernafas adalah proses masuknya oksigen lalu mengeluarkan karbondioksida untuk hasil proses respirasi. Proses respirasi berkaitan erat dengan fotosintesis.

Molekul organic membentuk Energi kimia kemudian melepaskan untuk menyediakan simpanan energi kebersinambungan hidup oleh makhluk hidup. Proses pelepasan energi tersebut disebut proses respirasi. Berikut ini akan diuraikan tentang respirasi pada tumbuhan agar lebih jelas.

Respirasi Tumbuhan

A. Pengertian Respirasi Tumbuhan

Respirasi adalah suatu proses reaksi katabolisme dengan memecah molekul- molekul gula jadi molekul anorganik berwujud karbondioksida (CO2) dan air (H2O). Respirasi ini sebagai proses penghirupan oksigen lewat organ pernafasan guna memecah senyawa organik CO2, H2O, serta energi.

Respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks dioksidadi menjadi CO2 sementara O2 diserap sebagai oksidator kemudian mengalami perubahan jadi H2O.

Respirasi sebagai proses simpanan energi yang dilepas dan sebagai sumber energi lewat proses kimia menggunakan oksigen. Proses respirasi akan mengeluarkan energi kimia ATP untuk penggerak respirasi. Respirasi terdiri atas rangkaian komponen- komponen reaksi dengan masing- masing dikatalisasi enzim berbeda-beda.

Baca Juga :  15 Tumbuhan Menyimpan Cadangan Makanan Beserta Contohnya Lengkap

Rumus reaksi :

C6H12O6 + O2 à 6CO2 + H2O + energi 

Respirasi terdiri atas substrat (senyawa organic) yang dioksidasikan dalam prosesnya.
Substrat respirasi antara lain: Karbohidrat, Macam gula (glukosa,fruktosa,dan sukrosa), Pati, Lipid, Asam organic dan Protein (pada spesies tertentu).

Bagian tumbuhan paling aktif melakukan respirasi yaitu: Kuncup bunga, Tunas, Biji yang mulai tumbuh, Ujung batang dan Ujung akar

B. Proses Respirasi pada Tumbuhan

Proses respirasi terdiri atas beberapa tahapan berikut ini:

1. Glikolisis

Glikolisis adalah perubahan glukosa memecah menjadi dua asan piruvat (beratom C3) yang terjadi di sitosol. Hasilnya ada 2 molekul ATP untuk energi dan 2 molekul NADH untuk transpor elektron. Pada respirasi anaerop, Asam piruvat dirubah jadi karbondioksida (CO2) & etil alkohol. Proses ini menghasilkan dua molekul guna satu molekul glukosa. Jumlahnya yaitu sebanyak 36 ATP.

Enzim-enzim yang bekerja dalam glikolisis yakni enzim heksokinase, fosfoheksokinase, fosfofruktokinase, enolase, fosfat dehidrogenase, piruvat kinase aldolase, triosa fosfat isomerase, serta fosfoglisero mutase.

Manfaat Glikolisis:

  1. Mereduksi 2 molekul NAD_ jadi NADH
  2. Merombak molekul heksosa serta dihasilkan 2 molekul ATP
  3. Dihasilkan senyawa antara bahan baku sintesis dari berbagai senyawa dalam tumbuhan.

2. Dekarboksilasi Oksidatif

Dekarboksilasi oksidatif adalah mengubah asam piruvat jadi asetil KoA dan melepaskan CO2 yang terjadi di sitosol. Selain Asetil KoA juga ada NADH. Asetil KoA memproses siklus asan sitrat sementara NADH sebagai transpor elektron.

3. Siklus Krebs

Siklus krebs (daur krebs/daur asam sitrat/ daur trikarboksilat) adalah pembongkaran asam piruvat dengan aerob menjadi CO2 dan H2O dan energi kimia yang terjadi dalam metriks membran mitokondria. Senyawa yang dihasilkan molekul ATP sebagai energi, lalu satu molekul FADH dan ketiga molekuh NADH sebagai transpor elektron serta 2 molekul karbondioksida.

Baca Juga :  Daun Saga : Pengertian, Deskripsi, Klasifikasi, Manfaat dan Khasiatnya Lengkap

Fungsi Siklus Krebs :

  1. Mengurangi NAD+ dan FAD jadi NADH&FADH2 lalu dioksidasi membentuk ATP.
  2. Menjadi tempat sintesis ATP langsung.
  3. Pembentukan kerangka carbon sintesis asam amino dan dikonversi membentuk senyawa lebih besar.

4. Transfer electron

Transfer elektron adalah rangkaian reaksi dengan melibatkan pembawa electron yang terjadi di membran mitokondria. Reaksi ini dibantu enzim enzim misalnya sitokrom, quinon, piridoksin, serta flavoprotein. Reaksi transfer ini yang menghasilkan H2O.

5. Lintasan Pentosa Fosfat

Lintasan Pentosa Fosfat (LPF) ini berlangsung di sitosol dan membentuk lima senyawa atom karbon. Reaksi ini melibatkan glukosa 6P lalu dioksidasi enzim dehydrogenase dan membentuk senyawa 6-fosfogluko-nonlakton serta dihidrolisis jadi 6-fosfoglukonat oleh enzim laktonase. Reaksi hasil LPF adalah pentose fosfat.

Fungsi LPF ini memproduksi NADH yang dioksidasi menjadi ATP. Selain itu pembentukan senyawa fenolik sianin dan lignin serta menghasilkan bahan baku unit ribosa dan juga deoksiribosa oleh nukleotida RNA dan DNA.

C. Manfaat Respirasi bagi Tumbuhan

Manfaat-manfaatnya seperti pemecahan senyawa organik sebagai pembentuk tubuh (Building block). Senyawa-senyawa tersebut mencakup:

  • Asam amino sebagai protein
  • Nukleotida sebagai asam nukleat
  • Prazat karbon sebagai pigmen profirin.

D. Jenis Respirasi pada Tumbuhan

Respirasi tumbuhan dibagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:

  1. Respirasi Aerob
    Respirasi aerob adalah proses respirasi yang memerlukan oksigen dari udara dalam prosesnya.
  2. Respirasi Anaerob
    Respirasi anaerob adalah proses respirasi secara langung tanpa membutuhkan oksigen.

E. Faktor yang Mempengaruhi Laju Respirasi

(Menurut Salisbury, 1995) Laju respirasi dipengaruhi beberapa faktor berikut :

  1. Suhu
  2. Jenis dan Jumlah Substrat
  3. Kelembaban
  4. Jumlah Oksigen
  5. Tipe dan Usia Tumbuhan

F. Zat Penghambat Respirasi

Terdapat zat penghambat proses respirasi, yakni sebagai berikut :

  1. Sianida
  2. Fluoride
  3. Iodo asetat
  4. CO diberikan pada jaringan
  5. Eter, aseton, kloroform
Baca Juga :  Mahkota Bunga Tumbuhan : Fungsi, Variasi, Karakteristik dan Jenisnya Lengkap

Zat – zat ini merupakan zat kimia yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang tanaman jika terpapar olehnya.

Kesimpulan :

Proses respirasi pada tanaman mempunyai beberapa tahapan yakni mulai dari tahap glikolisis, lalu dekarboksilasi oksidatif, dilanjutkan siklus krebs dan terakhir transfer elektron. Selain itu proses respirasi membutuhkan pula beberapa bahan atau substrat dalam prosesnya menjadi sumber energi yang akan dipecah nanti.

Proses respirasi yang baik pada tanaman akan dipengaruhi oleh kecukupan substrat di dalamnya serta beberapa faktor misalnya seperti suhu, kelembaban, dan juga jumlah oksigen yang diserap.

Pertumbuhan tanaman dipengaruhi pula oleh proses respirasi sebab merupakan rangkaian dari suatu sistem metabolisme tumbuhan.

Sama halnya pada hewan maupun manusia, bahwa respirasi merupakan poin terpenting dalam seimbangnya mempertahankan hidup. Apabila faktor – faktor pendukung respirasi tersebut tidak terpenuhi ataupun kurang maka tumbuhan juga akan menghasilkan energi dalam dirinya menjadi sedikit. Semakin buruknya pada sistem resprasi tumbuhan juga akan berdampak kematian pada tumbuhan atau ditunjukkan dengan tumbuhan tersebut akan mengering. Paparan zat kimia tertentu pun bisa menjadi salah satu faktor kematian tumbuhan yang akan menghambat proses respirasi ini.

Semoga artikel ini bisa membantu kalian agar lebih memahami tentang pernapasan atau respirasi pada tumbuhan.

Baca juga:

/* */