Reproduksi Manusia : Pengertian, Proses dan Penjelasannya Lengkap

3.6 (72.5%) 24 votes

Pengertian Reproduksi Manusia, Proses dan Penjelasannya

Sistem Reproduksi pada manusia  – merupakan kegiatan berkembang biak sehingga melahirkan keturunan yang bertujuan untuk mempertahankan keberlangsungan spesiesnya didunia. proses reproduksi merupakan tahapan yang terjadi didalam organ reproduksi manusia. berdasarkan alat reproduksinya, manusia dibedakan menjadi dua jenis, laki laki dan perempuan.  Hal ini biasa disebut dengan istilah jenis kelamin. Jenis kelamin pada manusia telah terbentuk dan berkembang sejak berada di dalam rahim, dan siap untuk melakukan proses reproduksi setelah manusia memasuki masa dewasa kelamin.

reproduksi manusia

Seperti yang telah dijelaskan diatas, Organ reproduksi pada manusia siap untuk melakukan proses reproduksi saat manusia memasuki masa dewasa kelamin. Pada perempuan, dewasa kelamin ditandai dengan terjadinya menstruasi. Menstruasi pada wanita akan terjadi setiap 28 hari sekali. Menstruasi merupakan proses peluruhan dinding rahim yang tidak terbuahi disertai darah yang kemuar dari rahim melalui vagina. Sedangkan pada laki laki, dewasa kelamin ditandai dengan keluarnya sperma atau air mani saat tidur dan bermimpi. Hal inni biasa disebut dengan istilah mimpi basah. Sperma yang keluar dari penis harus segera di bersihkan, jika tidak maka sperma tersebut akan mengering dan membentuk lapisan.

Ketika dijelaskan bahwa manusia dibedakan menjadi dua, berdasarkan jenis kelaminnnya yaitu laki laki dan perampuan. Organ apa yang merupakan pembeda dari kelamin laki laki dan perempuan. Pada perempuan organ kelaminnya adalah rahim, vagina, cervik, ovarium, dan beberapa hormone. Sedangkan pada laki laki, organ kelaminnya adalah penis, dan testis. Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara kerja dari organ organ reproduksi tersebut.

Proses reproduksi pada laki laki atau  Spermatogenesis

spermatogenesis

Organ reproduksi pada laki laki berfungsi sebagai alat untuk memproduksi dan mematangkan spermatozoa, ini yang menyebabkan mengapa proses atau cara kerja organ reproduksi pada laki laki disebut juga proses spermatogenesis.

Proses spermatogenesis berawal dari matangnya spermatogenium dan menjadi spermatosit primer. Tempat terjadinya proses spermatogenesis ada pada bagian testis. Pada prosesnya, Spermatosit primer akan mengalami pembelahan sel miosis lalu menjadi spermatosit skunder.  Setelah mengalami pembelahan miosis, akan mengalami penbelahan kembali menjadi spermatosit sekunder. Kemudian membelah kembali menjadi spermatid, lalu mengalami diferensiasi menjadi spermatozoa. Selama proses pembelahan, hormone testosterone yang berasal dari kelenjar testosterone sangat berperan.

Baca Juga :  Sistem Gerak pada Manusia : Rangka, Persendian, Otot, Tulang, dan Fungsinya Terlengkap

Ketika proses spermatogenesis telah selesai dengan sempurna, maka kelenjar testosterone akan menghentikan hormone testosteronenya untuk sementara. Lalu perannya akan diambil alih oleh sel sertoli yang ada dalam tubuh, sel ini akan memproduksi hormone inhibin. Hormone ini berfungsi member umpan balik pada kelenjar hipofisis adar dapat menghentikan produksi dan sekresi hormone FH dan FSH.

Sel sel induk spermatozoa Atau spermatogenium, terdapat pada bagian yang dimanakan tubulus seminiferus. Dengan bantuan sel leydig yang juga terdapat diantara tubulus seminiferus, sel ini menghasilkan hormone testosteron. Sel ini membutuhkan sekresi hormone inhibin dari sel serotoli, yang mampu merangsang hipofisis untuk mensekresi hormone FH dan FSH.

Kelenjar hipofisis menghasilkan dua hormone yang berperan aktif dalam reproduksi pada laki laki. FSH atau Folikes Stimulating Hormon atau hormone perangsang folikel dan Lutein hormone atau biasa disebut juga LH. Hormone LH mampu merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormone testosterone. Dengan adanya pemicu hormone testosterone ini lah yang akhirnya memunculkan pertumbuhan sekunder pada sifat kelamin laki laki seperti tumbuhnya jakun, bulu bulu pada alat kelamin dan ketiak, serta membidangnya dada. Sedangkan hormone FSH bekerja sebagai perangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein). Zat ini berguna untuk merangsang spermatogenium agar segera memulai proses spermatogenesis.

Sel spermatozoa ini akan keluar melalui penis bersama dengan cairan cairan yang di hasilkan oleh kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat, serta kelenjar cowper melalui saluran uretra yang ada pada penis. Saluran uretra ini juga yang menyalurkan air seni. Cairan spermatozoa dan cairan cairan yang keluar dari kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar cowper inilah yang di sebut dengan air mani atau sperma laki laki, hal ini juga biasa disebut dengan proses ejakulasi.  Ketika laki laki mengalami proses ejakulasi, biasanya kelenjar kelenjar ini juga bisa keluar dari penis. Bahkan bisa sampai 300 sampai 400 juta sel spermatozoa.

Baca Juga :  Gangguan Penglihatan Anak : Pengertian, Tanda - Tanda, Penyebab dan Cara Mengobatinya Lengkap

Tujuan suatu proses spermatogenesis merupakan pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa yang terjadi dalam epididimis dalam testis laki laki. Pembentukannya membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 2 hari berturut turut.

Proses Reproduksi pada Perempuan atau Oogenesis

oogenesis

Proses reproduksi pada perempuan jelas jauh berbeda dengan proses reproduksi laki-laki karena memiliki bentuk dan fungsi kelamin yang berbeda. Berikut ini akan dijelasan mengenai proses reproduksi pada perempuan.

Pada organ reproduksi perempuan, sel pemula dalam ovarium telah ada dan mulai berkembang sejak masih dalam bentuk janin. Sel pemula atau yang biasa disebut dengan oogenium dalam ovum, merupakan sel yang nantinya akan berkembang menjadi sel oosit primer dan terus berkembang. Sel oosit primer yang terdapat dalam tubuh janin telah berkembang sampai dalam tahapan profase dalam pembelahan meiosis saat janin tersebut telah lahir. Setelah itu, sel ini akan beristirahat sampai permpuan tersebut berada dalam masa pubertas.

Ketika perempuan telah memasuki masa pubertas maka terjadilah proses oogenesis.yaitu mulainya pembelahan  Sel oosit primer secara meiosis yang akan menghasilkan 2 sel berlainan ukuran. Satu sel akan berukuran kecil memiliki badan polar yang akan membelah dengan lambat, lalu akan membelah lagi menjadi 2 badan polar lagi. Sedangkan sel yang lain di sebut dengan oosit sekunder sel dan memiliki ukuran lebih besar.  Oosit skunder inilah yang akan melakukan pembelahan meiosis yang mana akan menghasilkan ovum tunggal dan badan polar yang kedua kalinya. Ovum ini memiliki ukuran yang lebih besar dari badan polarnya.

Seperti proses reproduksi pada laki laki, pada perempuan organ reproduksi juga dipengaruhi oleh hormone hormone yang di sekresikan oleh masing masing kelenjar yang berperan. Hormone yang membantu pembentukan sel sel reproduksi pada wanita adalah FSH, LH, esterogen dan progesterone yang mana di hasilkan dari kelenjar hipofisis.

Baca Juga :  Indra Penciuman Pada Manusia : Pengertian, Bagian, Fungsi dan Gangguannya Lengkap

pertumbuhan sel sel folikel yang berada di sekitar ovum dibantu oleh hormone FSH, atau Folikel Stimulating Hormon. Sel sel ovum yang tumbuh dengan sempurna akan dimatangkan dengan bantuan hormone esterogen yang berasal dari sel yang menyelubungi sel ovum, yang bernama sel graaf. Dengan adanya hormone esterogen inilah yang akan merangsang kelenjar hipofisis yang bekerja untuk mensekresikan hormone LH. Sekresi dari kelenjar hipofisis ini lah yang akan membantu terjadi nya ovulasi, kemudian LH akan merangsang beberapa folikel kosong untuk menjadikannya badan kuning atau di kenal dengan corpus luteum.

Corpus luteum menghasilkan hormone progesteron yang berfungsi sebagai penghambat, atau memperlambat sekresi FSH dan LH. Setelah itu, corpus luteum ini akan mengecil yang kemudian menghilang. Setelah badan kuning tersebut hilang, maka progestron yang diproduksi di dalam tubuh juga tidak terbentuk lagi. Hal ini mengakibatkan FSH kembali terbentuk. Dan mulai kembali proses oogenesis dari awal.

proses reproduksi antara laki laki dan perempuan memiliki perbedaan pada pembentukannya. spermatogenesis yang terjadi pada laki laki bisa selalu terjadi selama ia hidup dan pelepasan spermatozoa dapat dilakukan setiap saat. Selain itu, setiap ejakulasi pada pria bisa menghasilkan 300 juta sampai 400 juta sel sperma . sedangkan pada perempuan, proses ovulasi hanya terjadi setiap 28 hari sekali dan akan berakhir pada usia 40 sampai 50 tahun saja. Perempuan hanya mampu menghasilkan 400 sel ovum selama ia hidup, Padahal jumlah oosit primer yang ada pada ovarium seorang bayi perempuan berisi sampai 1 juta.

Baca Juga :

/* */