Protista : Pengertian Dan Klasifikasinya Terlengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Protista dan Klasifikasinya

Protista – Secara umum, Pengertian Protista ialah organisme eukariot pertama atau paling sederhana. Protista adalah organisme eukariotik sehingga mempunyai membran inti sel. Dalam materi evolusiProtista ini merupakan organisme eukariotik tertua. Acritarch ini berasal dari bahasa Yunani “akritos” yang artinya membingungkan sementara “arch” berari asal-usul. Pengertian umum Acritarch adalah struktur organik dengan klasifikasi yang belum diperhitungkan.

Fosil Protista diyakini sudah hidup pada zaman prakambrium dengan umur 2,1 miliar tahun. Fosil tersebut terkandung kulit sista atau kulit pelindung mirip dengan kulit sista bentukan Protista pada saat ini. Protista ada sekitar 600.000 spesies yang diketahui saat ini. Sebagian besar uniseluler, namun terdapat juga yang berkoloni dan multiseluler.

Protista memiliki keanekaragaman metabolisme. Protista terdapat yang aerobik dan mempunyai mitokondria untuk alat resporasinya dan ada yang anaerobik. Ada pula Protista yang fotoautotrof sebab memiliki kloroplas, dan ada yang hidup heterotrof dengan menyerap molekol organic/ memakan organisme lainnya.

Sebagian besar alat gerak Protista ada yang berupa flagella/bulu cambuk atau silia/rambut getar sehingga bisa bergerak (motil), tapi ada juga yang tak memiliki alat gerak. Protista bisa dengan mudah ditemukan sebab hidup diberbagai habitat yang terkandung air seperti tanah, sampah, tumpukan dedaunan, endapan lumpur, batu, air tawar, air laut, dan pasir. Namun ada pula yang hidup dengan bersimbiosis dalam tubuh organisme lain dengan parasit atau mutualisme.

Baca Juga :  Jaringan Ikat pada Manusia : Pengertian, Fungsi, dan Macam Macamnya Lengkap

Protista adalah organisme penyusun plankton. Plankton asalnya dari bahasa yunani yakni planktos yang berarti mengembara, maksudnya organisme mikroskopis yang mengapung dengan pasitf atau berenang dengan lemah di permukaan air. Plankton yang sifatnya fotoautotrof bernama fitoplankton, sedangkan protista yang sifatnya heterotrof dikenal dengan zooplankton.

1. Ciri-Ciri Protista

Protista mempunyai berbagai jenis dengan karakteristik yang juga berbeda-beda, maka dari itu inilah ciri-ciri umum dari protista ialah sebagai berikut:

  • Mempunyai membran inti sel
  • Umumnya uniseluler (bersel satu) namun ada juga organisme yang multiseluler atau kolonial
  • Hidup dengan bebas maupun hidup sebagai parasit
  • Bisa ditemukan di dalam tanah, sampah, tumpukan dedaunan, pasir,endapan lumpur, air tawar, air laut, dan batu
  • Respirasi aerop dan mempunyai mitokondria sebagai respirasi sel dan ada juga yang anaerobik.
  • Umumnya bergerak secara flagela atau silia, tapi ada juga yang tidak mempunyai alat gerak.
  • Bereproduksi dengan aseksual dan seksual
  • Dikelompokkan ke dalam 3 jenis yakni protista mirip hewan (protozoa), protista mirip jamur (jamur protista) dan protista mirip dengan tumbuhan (alga atau ganggang)

2. Jenis-Jenis Protista/Klasifikasi Protista

Berdasarkan kemiripan ciri-ciri dari organisme lain dan cara mendapatkan makanannya sebagai bentuk sumber energi. Protista di kategorikan dalam 3 jenis golongan. Jenis-Jenis Protista ialah sebagai berikut:

a. Protista Mirip Hewan (Protozoa)

Protista mirip hewan (protozoa) ialah protista yang sifatnya heterotrof yang mendapatkan makanannya dari organisme lain melalui cara “menelan” atau memasukkan makanannya ke dalam sel tubuhnya (intraseluler).
Contoh protista mirip hewan yang dikelompokkan dalam sejumlah jenis yakni Mastigophora (protista berbulu cambuk), Ciliphora (protista bersilia), sarcodina (protista berkaki semu), dan Sporozoa (protista berspora).

Ciri-Ciri Protista Mirip Hewan (Protozoa):

  • Organisme bersel satu
  • Memiliki inti eukariotik
  • Ukuran tubuh sekitar 100-300 mikron
  • Umumnya mempunyai anggota gerak
  • Alat gerak protozoa diantaranya kaki semu (pseudopodia), bulu getar (silia), dan bulu cambuk (flagelum)
  • Umumnya tidak bisa membuat makanannya sendiri (heterotrof)
  • Hidup bebas, saprofit, ataupun parasit
  • Habitat di air laut, tempat lembab, air tawar, tubuh hewan ataupun tubuh manusia.
Baca Juga :  +24 Daftar Jurusan Biologi di Universitas di Indonesia

b. Protista Mirip dengan Tumbuhan (Alga atau Ganggang)

Protista mirip dengan tumbuhan (alga atau ganggang) ialah protista fotoautotrof yang bisa membuat makanannya sendiri melalui cara fotosintetis.

Macam-macam alga ini dikelompokkan dalam sejumlah jenis antara lain adalah Euglenophyta (euglena), Phyrrophyta (alga api), Chrysophyta (alga keemasan), Phaeophyta (alga cokelat), Chlorophyta (alga hijau), dan Rhodophyta (alga merah).

Ciri-Ciri Protista Mirip dengan Tumbuhan (Alga atau Ganggang):

  • Organisme eukariotik
  • Bersifat uniseluler dengan membentuk benang/pita dan ada pula yang bersifat multiseluler yang membentuk lembaran
  • Tidak bisa dibedakan antara akar, batang, serta daun.
  • Tubuhnya berupa talus
  • Bereproduksi dengan aseksual dan seksual
  • Habitat di perairan, tempat lembab, serta epifit
  • Dapat berfotosintetis

c. Protista Mirip dengan Jamur (Jamur Protista)

Protista mirip dengan jamur (jamur protista) ialah protista heterotrof yang mendapatkan makanan dari organisme lain melalui cara menguraikan atau dengan menelan (fagositosis) makanan.

Macam-macam jamur protista ini dikelompokkan dalam sejumlah jenis yang mencakup kelompok jamur lendir serta jamir air (Oomycota). Jamur lendir dibagi dua jenis yakni jamur lendir plasmodial (Myxomycota) serta jamur lendir seluler (Acrasiomycota).

Ciri-Ciri Protista Mirip dengan Jamur (Jamur Protista)

  • Mempunyai sel flagela saat dalam siklus hidupnya
  • Bersifat heterotrof
  • Umumnya parasit ataupun saprofit
  • Khususnya di jamur air, mempunyai dinding sel yang menyusun dari selulosa, sementara jamur menyusun dari zat kitin
  • Membentuk spora diploid & hasil miosis berupa gamet. Pada jamur air ini menghasilkan zoospora
  • Fagositik

Demikianlah informasi tentang Protista. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa Protista merupakan organisme eukariotik sehingga mempunyai membran inti sel. Fosil Protista ini juga telah diyakini sudah hidup pada zaman prakambrium dengan umur 2,1 miliar tahun.

Baca Juga :  Penyakit Jantung Bawaan : Pengertian, Penyebab, Gejala, Jenis Jenis, Diagnosis, dan Pengobatannya Terlengkap

Baca juga:

/* */