Pneumonia Balita : Pengertian, Penyebab, Tanda, Pencegahan dan Pengobatannya Terlengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Penyebab, Tanda, Pencegahan dan Cara Mengobati Pneumonia Balita

Pneumonia balita: pengertian, penyebab, tanda, pencegahan dan pengobatannya – bagi orangtua, seharusnya tidak menunggu bayi hingga terkulai lemas untuk memastikan bahwa si bayi memang sakit, bahkan terkena penyakit yang bernama pneumonia ini. Pada saat ritme napas anak sudah semakin cepat dan anak terlihat tidak nyaman saat bernapas, maka orangtua harus segera membawanya ke dokter. Berikut ini akan dijelaskan tentang pneumonia balita: pengertian, penyebab, tanda, pencegahan dan pengobatannya.

Pneumonia balita
Pneumonia balita

Pengertian Pneumonia

Pneumonia atau yang dikenal dengan paru-paru basah merupakan penyakit infeksi menular yang bersifat akut dan menjadi penyebab utama kematian balita di dunia. Data dari WHO tahun 2005 telah menyatakan bahwa kematian balita disebabkan dari saluran pernapasan di dunia sebesar 19-26%.
Menurut kementrian Republik Indonesia berdasarkan hasil riset tahun 2007, Pneumonia ini merupakan penyebab kematian kedua balita sesudah diare.

Penyebab Pneumonia

Penyebab pneumonia ialah virus, bakteri, pajanan bahan kimia, jamur, kerusakan fisik pada paru-paru ataupun pengaruh tidak langsung penyakit lain. Bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia ialah adenoviruses, influenza virus, rhinovirus, respiratory syncytial virus (RSV) serta para influenza virus.
Secara umum, pneumonia ini tergolong dalam penyakit menular yang penularannya melewati udara dengan sumber penularan ialah pasien pneumonia yang menyebarkan kuman berbentuk droplet menuju udara ketika batuk atau bersin.

Tanda/ Gejala Pneumonia

Berikut ini beberapa gejala pneumonia pada balita yang harus diketahui :

  1. Batuk berlendir
    Pneumonia yang disebabkan infeksi baik bakteri, virus, maupun jamur terkadang akan menyebabkan batuk pada bayi. Batuk kadang akan bertahan selama beberapa hari maupun lebih lama. Apabila sudah memburuk, batuk akan disertai lender/ kotoran.
  2. Bayi tidak mau untuk minum ASI maupun susu formula
    Masalah batuk akan membuat bayi menjadi tidak mempunyai nafsu baik minum ASI maupun susu formula. Akibatnya bayi Nampak kurang sehat dan menjadi sangat lemah dan dapat mengalami dehidrasi.
  3. Nafasnya menjadi semakin cepat
    Setiap bayi mempunyai perbedaan kecepatan ketika bernafas. Misalnya saja pada bayi usia 2 bulan, ia baru dapat dikatakan menggunakan nafas cepat bila bernafas sama halnya lebih dari 50 kali salam 1 menit. Sementara untuk anak umur 1 sampai 5 tahun, akan bernafas lebih dari 40 kali salam 1 menit.
  4. Demam parah yang disertai dengan batuk mengeluarkan kotoran yang warnanya coklat harus segera ditangani ke dokter. Karena bayi bisa mengalami kejang demam.
  5. Bayi tidak bisa buang air kecil yang seperti biasanya
    Jika sudah terjadi memburuk, maka pneumonia akan bisa menyebabkan bayi kekurangan cairan. Keadaan ini akan mengakibatkan bayi tidak bisa buang air kecil seperti pada biasanya.
  6. Napas bayi ada bunyinya
    Infeksi yang dialami di bagian paru-paru menyebabkan bayi mempunyai pernapasan buruk. Prubahan ini bisa ditandai dengan bunyi yang mirip siulan dan terasa berat.
  7. Bibir dan juga kuku bayi berubah menjadi biru
Baca Juga :  Jenis dan Bentuk Bentuk Molekul Terlengkap

Pencegahan Pneumonia

Untuk mencegah penyakit pneumonia berikut ini :

  1. Memberikan ASI dengan eksklusif untuk bayi selama 6 bulan
  2. Penuhi asupan gizi pada bayi dan balita, khususnya vitamin A dan juga mineral seng (zinc)
  3. Berikan imuninasi dengan lengkap pada anak, yakni DPT (guna mencegah terjadinya batuk rejan selama 100 hari/ pertussis) serta campak (guna kekebalan terhadap penyakit pneumonia dengan cara mencegah virus campak yang masuk menuju paru-paru), influenza, HIB, serta pneumokokus (supaya kebal terhadap kuman pneumonia).
  4. Menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal kita dari polusi udara misalnya seperti asap rokok, kendaraan dan juga pembakaran sampah.
  5. Ventilasi rumah yang baik
  6. Mencuci tangan menggunakan sabun
  7. Minumlah air yang bersih dan juga matang serta juga sanitasi yang baik

Pengobatan Pneumonia

Pengobatan utamanya tentu pemberian oksigen sebab pasien mengalami sesak napas. Lalu asupan cairan yang cukup dan pemberian nutrisi, misalnya saja ASI. Selain itu diberikan sebuah antibiotic pada pasien.
Untuk waktu lama peyembuhannya bila buka pneumonia yang berat dialami anak, maka bisa dengan jangka waktu 3 hingga 5 hari anak/ balita tersebut dapat sembuh. Namun bila sudah masuk dalam kategori berat yang dialaminya, biasanya balita membutuhkan perawatan di tempat ICU dengan menggunakan alat bantu napas (ventilator). Untuk seperti ini dapat memakan waktu yang lama penyembuhannya, dapat lebih dari 5 hari. Dan pada saat balita telah sembuh dari pneumonia, bisa saja kambuh namun terinfeksi kuman berbeda.

Maka dari itu, jangan membiarkan pneumonia ini dialami pada anak, apalagi menyebabkan keadaan yang lebih serius. Jagalah kebersihan dan juga penuhi kebutuhan nutrisi anak kalian terutama masih dalam balita serta jangan lupa guna memberikan imunisasi sesuai dengan jadwal. Jika perlu, diskusikan dengan dokter mengneai penganan pneumonia pada balita.

Baca Juga :  8 Macam Virus Paling Berbahaya bagi Manusia

Kasubdit ISPA pun menekankan pula pencegahan bisa dimulai sejak kehamilan para ibu-ibu dengan cara melakukan pemeriksaan antenatal selama masa kehamilan itu, minimalnya adalah 4 kali pemeriksaan. Selain itu pula, memberikan ASI eksklusif, lalu gizi seimbang, dan mengurangi polusi udara dll.

Demikianlah pembahasan tentang pneumonia balita: pengertian, penyebab, tanda, pencegahan dan pengobatannya. Di sejumlah Negara maju, pneumonia banyak diakibatkan oleh virus, sementara di Negara berkembang ini lebih banyak oleh bakteri. Sayangilah keluarga kalian agar terhindar dari penyakit mematikan ini dengan mencegah melalui beberapa tips artikel ini. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

/* */