Piramida Rantai Makanan : Pengertian dan Penjelasannya Terlengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Piramida Rantai Makanan dan Penjelasannya Terlengkap

Piramida rantai makanan dan penjelasannya – dalam sebuah ekosistem ada sebuah tatanan kesatuan utuh dan juga menyeluruh antar unsur lingkungan hidup yang saling berpengaruh. Pasti ada interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya dengan melibatkan setiap faktor abiotic dan biotik yang dibagi ke dalam ekosistem hutan, ekosistem darat dll. Terkait dengan sebuah interaksi antar makhluk hidup tersebut yang berhubungan dengan makanan disebut dengan rantai makanan atau jaringan makanan serta piramida makanan.

Pengertian Piramida Makanan

Piramida rantai makanan ini disebut juga dengan piramida ekologi. Piramida rantai makanan ialah representasi grafis pada struktur tingkat ekosistem sebagai ilustrasi hubungan organisme pada tiap trofiknya dimulai dari trofik I atau produsen sampai konsumen puncak.

Apabila pada rantai makanan hanya dapat terjadi sebuah proses makan serta dimakan dengan satu arah/ linier serta jarring makanan hanya terjadi dengan lebih dari satu arah maka hal ini justru berbeda pada piramida rantai makanan. Piramida rantai makanan merupakan tingkat lanjut rantai makanan serta jaringan makanan yang mana interaksinya terjadi pada setiap komponen biotik yang tidak hanya sekedar dalam aktivitas makan dan dimakan. Piramida rantai makanan dan penjelasannya sesuai dengan tingkat trofiknya seperti berikut ini:

  1. Organisme tingkat trofik I: adalah Produsen (autotroph/ herbivore), diantaranya padang savana.
  2. Organisme tingkat trofik II: adalah Konsumen primer, langsung berinteraksi dengan produsen (karnovora atau herbivore). Diantaranya ulat, semut, belalang dll. yang memanfaatkan padang savana menjadi makanannya.
  3. Organisme tingkat trofik III: adalah Konsumen sekunder (karnivora). Diantaranya burung, katak dll. yakni memanfaatkan trofik II sebagai makanannya.
  4. Organisme tingkat trofik IV: adalah Konsumen sekunder (karnivora), diantaranya ular juga memanfaatkan trofik III.
  5. Dan seterusnya hingga pada konsumen puncak.
    Bentuk grafis diatas bentuknya kerucut/ segitiga guna menunjukkan porsi maupun kuota pada tiap indikator kelompok trofik. Beberapa jenis dari piramida rantai makanan ini bisa dibedakan menjadi tiga, yakni :
Baca Juga :  Mata Juling (Strabismus) : Pengertian, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Komplikasi Terlengkap

1. Piramida Jumlah atau Piramida Eltonian

Piramida ini menggambarkan hubungan pada tiap tingkat organisme trofik menurut jumlah individu maupun populasinya serta mengabaikan biomassa & aliran energi.
Piramida jumlah ini adalah cara termudah guna melihat keseimbangan pada ekosistem alam. Keseimbangan pada ekosistem ini bisa diusahakan dengan cara menyeimbangkan porsi dengan jumlah produsen dengan konsumen primer serta kelompok trofik diatasnya.

Berdasarkan jumlah populasinya terbagi menjadi tiga piramida, yaitu :

  1. Piramida jumlah tegak, terlihat pada trofik I yang ada di bagian dasar piramida mempunyai jumlah lebih banyak dibanding konsumen primernya dan seterusnya.
  2. Piramida jumlah terbalik sebagian, yakni terjadi dimana trofik I jumlahnya sedikit dan dapat menopang konsumen primer serta sekunder I dengan jumlah besar, lalu hilirannya mendukung konsumen dengan jumlah yang sedikit.
  3. Dan piramida terbalik, jenis ini dapat dilihat dalam ekosistem parasite yang mana satu produsen dapat menopang sejumlah parasit yang sifatnya hiperparasit.

2. Piramida Biomassa

Piramida biomassa ini mengilustrasikan hubungan setiap organisme trofik menurut berat massa maupun berat kering. Guna bisa menentukan piramida biomassa tersebut dilaksanakan dengan cara mengambil sampel lalu menghitung berat organsime/ gram per panjang/ m lalu dihitung rata rata dari oraganisme sejenisnya di tingkat trofik yang sama.

Didalam penerapannya, pada biomassa ini luamyan sulit dilaksanakan sebab metodenya rumit. Piramida biomassa ini dibedakan jadi dua, yakni :

  1. Biommasa tegak, jumlah biomassa di setiap kelompok trofik ini pasti lebih rendah dibanding pada kelompok trofik yang ada di bawahnya.
  2. Biomassa terbalik, yakni terjadi di ekosistem perairan yang mana jumlah dari biomassa produsen ini beberapa jenisnya adalah plankton dengan berat kecil tetapi bisa menopang kelangsungan hidup pada konsumen diatasnya.
Baca Juga :  Elnino : Pengertian, Dampak dan Proses Terjadinya Lengkap

3. Piramida Energi

Piramida energi ini mengilustrasikan hubungan setiap organisme menurut perpindahan energi dari tiap organisme trofik mulai dari produsen sampai konsumen puncak. Dalam piramida ini, aliran dari energi yang diterima tiap kelompok grafik terjadi menurun di tiap kelompok trofik selanjutnya.
Penurunan aliran energi tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :

  • Tidak seluruh bagian makanan bisa dimakan dan dicerna, ada yang menyisakan dan ada yang sebagai residu/kotoran.
  • Hanya beberapa saja makanan tersebut yang bisa termanfaatkan oleh trofik berikutnya
  • Energi yang didapat, yakni sebagian terkonversi guna dipakai beraktifitas sebagai sumber energi serta sebagian lagi menjadi tubuh

Dalam tiap jenis piramida rantai makanan tersebut mempunyai kekurangan dan juga kelebihan pada masing-masingnya. Tetapi dari ketiga jenis dari piramida rantai makanan yang sangat merepresentasikan piramida rantai makanan itu sendiri adalah piramida biomassa. Hal ini disebabkan biomassa ialah sebuah ukuran dari total makanan yang tersedia serta pada sejumlah jenis organisme pada satu kelompok trofik yang memiliki biomassa berbeda.

Seperti contoh, pada saat hewan makan, hanya sebagian kecil makanan yang akan dirubah maupun dibentuk jadi jaringan baru yang akan jadi makanan bagi kelompok trofik berikutnya. Kebanyakan biomassa yang telah dimakan oleh konsumen tidak seluruhnya tercerna dan maupun digunakan menjadi energi yang dipakai untuk bertahan hidup.

Demikianlah pembahasan mengenai Piramida rantai makanan dan penjelasannya. Dengan pemahaman piramida rantai makanan pada sebuah ekosistem tersebut, maka ada bentuk kesadaran di dalam diri kita berbentuk pelestarian ekosistem, yakni usaha menjaga keseimbangan pada lingkungan serta usaha pelestarian lingkungan hidup ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua!

Baca juga:

Baca Juga :  Penyakit Jantung Bawaan : Pengertian, Penyebab, Gejala, Jenis Jenis, Diagnosis, dan Pengobatannya Terlengkap

/* */