3 Pewarisan Sifat Pada Manusia : Pengertian, Macam – Macam dan Contohnya Terlengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian, Macam – macam Pewarisan Sifat Pada Manusia Beserta Contohnya

Pewarisan sifat pada manusia – keanekaragaman pada makhluk hidup di bumi ini adalah hasil dari pewarisan sifat makluk hidup satu dan lainnya. Istilah dalam penurunan sifat bagi antar makhluk ialah genetika dan hereditas. Hereditas ialah induk yang mewarisi bersifat genetika berikutnya, sementara genetika ialah bagian dari beberapa cabang ilmu biologi dengan membahas tentang hereditas. Teori genetika adalah hasil pemikiran oleh G. Johann Mendel (1822-2884) dan sekarang dikenal sebagai teori Mendel (hukum Mendel), sehingga ia mendapat julukan sebagai Bapak Genetika. Berikut dijelaskan mengenai pewarisan sifat pada manusia.

1. Genetika

Morgan adalah seorang ahli genetika yang menyatakan bahwa gen adalah faktor keturunan makhluk hidup ada di dalam lokus, yang mana lokus ini ada di dalam kromosom. Secara umum gen yang ada pada kromosom mempunyai susunan yang rapi berderet linier lurus. Setiap gen dengan susun rapi mempunyai rentang waktu dan tugas berbeda. Contohnya adalah ada gen yang memperlihatkan reaksinya ketika embrio, ada juga yang menunjukkan reaksinya di masa kanak-kanak hingga ketika dewasa.

Contohnya disini ialah sebagai berikut :

T = simbol gentika yang dipakai guna tanaman yang tinggi
t = simbol genetika yang dipakai guna tanaman yang rendah

Namun, pada tanaman yang mempunyai sifat diploid simbolnya yang ditulis dengan huruf dobel, nah contohnya disini ialah sebagai berikut :

Baca Juga :  13 Fungsi Penting Lemak Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

TT : simbol sebagai tanaman yang tinggi
tt : simbol sebagai tanaman yang rendah

2. Kromosom

Kromosom memiliki benang halus yang saling berhubungan panjang dan pendek. Benang kromosom sebagai retikulum kromatin (jala halus), sementara kroma berarti warna dan tin berarti badan. Tugas dari kromosom ialah membawa informasi genetik guna keturunannya. Ukuran kromosom ini sangat kecil jadi melihatnya harus menggunakan mikroskop. Hasil dari pengamatan, menyimpulkan bahwa sel aktif yang melaksanakan metabolisme, kromosom dapat memanjang namun tidak terlalu terlihat sementara saat sel melakukan pembelahan maka kromosom memendek dan menebal.

Secara umum kromosom dibagi menjadi 2, yakni sentromer serta lengan kromosom. Sentromer adalah bagian kromosom sebagai pembawa kromosom menuju bagian kutub sel dengan berlawanan arah ketika proses pembelahan sel. Sementara lengan kromosom adalah bagian penting kromosom yang ada benang halus saling terikat (disebut sebagai kromonema).

Dari segi fungsi, kromosom dibagi 2 jenis, yakni autosom dan gonosom. Autosom adalah kromosom sebagai penentu sifat individu, yang dalam tubuh manusia berjumlah 22 pasang autosom. Sementara gonosom adalah kromosom sebagai penentu jenis kelamin individu, yang mana setiap tubuh manusia terdapat sepasang gonosom.
Jumlah kromosom pada setiap individu berbeda-beda. Contohnya disini ialah pada manusia berjumlah 46 kromosom disetiap inti sel, dimana 23 kromosom tersebut didapatkan dari ibu serta 23 sisanya diperoleh dari sang ayah. Jumlah kromosom yang ada dalam suatu sel bernama diploid (2n) dan juga kromosom yang ada dalam sel kelamin bernama hiploid (n).

3. Hukum Mendel

Sudah banyak sekali yang mempraktekkan sebuah Hukum Mendel ini. Salah satunya ialah percobaan yang dilakukan mengenai persilangan antara dua tanaman yang mempunyai sifat berbeda. Dari percobaan itu, dihasilkan kesimpulan antara lain adalah :

  • Hibrid adalah hasil persilangan antara dua individu yang berbeda dan hasil akhirnya akan mempunyai sifat yang hampir serupa/ sama dengan induknya serta setiap hibrid dapat memiliki sifat yang sama pada hibrid lain dan ketentuan spesiesnya adalah sama.
  • Sifat yang dimiliki pada hibrid akan muncul dengan konsisten, hal ini membenarkan teori Mendel ia menyatakan bahwa terdapat faktor tertentu yang dapat mempengaruhi sifat pada suatu generasi menuju genarasi selanjutnya.
  • Faktor-faktor keturunan bisa dibuktikan dengan cara melakukan banyak percobaan persilangan pada individu yang mempunyai sifat berbeda.

Macam Macam Istilah Pewarisan Sifat

Dalam suatu pewarisan sifat pada suatu makhluk hidup ada beberapa istilah misalnya seperti kromosom, dominan, gen, alel dan lain lainnya. Berikut ialah daftar istilah dan juga penjelasan singkatnya :

Genotipe

Genotipe adalah sifat mendasar yang dipunya setiap individu, yang mana genotipe ini tidak nampak dan bersifat tetap (tidak bisa dirubah). Secara umum, sifat genotip bisa dituliskan menggunakan simbol, yang mana setiap simbol dapat mewakili 1 sifat genotipe. Satu pasang genotipe pada umumnya memiliki sifat yang dominan dan resesif. Contohnya ialah sifat kulit putih yang dominan terhadap kulit hitam, jadi kulit putih bisa ditulis menjadi PP maupun Pp, sementara kulit hitam ditulis pp.

Dominan

Dominan adalah sifat yang dipunyai oleh individu yang sifatnya menutupi dan disimbolkan menggunakan huruf besar. Contohnya ialah sifat pada tanaman bunga mawar merah lebih cenderung dominan dibanding mawar putih, jadi mawar merah tersebut ditulis MM dan juga mawar putih mm.

Fenoptipe

Fenoptipe adalah sifat dalam individu yang bisa dilihat dengan pengelihatan. Contohnya disini ialah warna rambut, warna bunga di tanaman, tinggi dan juga pendek, warna kulit dan ukuran buah.

Resesif

Resesif adalah kebalikan dari dominan. Resesif ialah sifat yang dipunya suatu individu, namun tidak terlihat dari keturunannya, hal ini disebabkan sifat tersebut kalah dengan sifat pada individu lain sebab dari persilangan.

Intermediet

Intermediet adalah sifat yang dipunya oleh individu yang dihasilkan pada penggabungan antara sifat berbeda. Biasanya hal tersebut sering ditemukan pada persilangan tumbuhan.

Heterozigot

Heterozigot ialah pasangan gen yang bersifat berbeda

Homozigot

Homozigot adalah kebalikan dari heterozigot, yakni pasangan gen yang bersifat sama.

Itulah pembahasan mengenai pewarisan sifat pada manusia dan pada makhluk hidup yang mendapat pengaruh dari gen serta kromosom. Namun, faktor persilangan pun akan mempengaruhi penurunan sifat dalam makhluk hidup.

Baca juga:

/* */