Penyakit ISPA : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya Terlengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Penyakit ISPA, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Penyakit ISPA – ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) merupakan infeksi penyebab bakteri yang menyerang pada saluran pernapasan. Saluran napas sendiri dibagi menjadi saluran napas bawah dan saluran napas atas. Berawal dari saluran napas atas inilah yang sering terpapar dengan polusi luar sehingga mudah terkena infeksi.

Penyakit ISPA ialah infeksi yang gampang menular. Bagi penderita yang terkena penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ini dapat menular kepada siapa saja yang berkontak langsung dengannya. Misalnya pada saat si penderita batuk ataupun bersin, maka bakteri dari penyakit ISPA ini akan menular kepada orang yang ada di sekitarnya.

Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ini harus sangat diwaspadai sebelum terlambat. Dengan pembekalan diri melalui pengetahuan mengenai perawatan infeksi saluran pernapasan akut dan mengenali gejalanya, maka kalian akan terhindar dari serangan penyakit ISPA ini.

Penyebab penyakit ISPA

Secara umum bronchitis akut disebabkan dari infeksi paru-paru , diantaranya 90% adalah virus. Bronchitis akut menyerang secara berulang sehingga melemahkan dan mengiritasi bronkus lewat saluran udara dan lama kelamaan akan bisa mengakibatkan bronchitis kronis.

Bronkitis kronis dijumpai dikawasan industri misalnya seperti pertambangan batu bara, yang mana para pekerja akan terpapar dengan debu dan asap. Namun, penyebab utamanya adalah merokok jangka panjang sehingga mengiritasi saluran bronkial dan mengakibatkan saluran bronkhial menghasilkan lendir yang berlebihan. Gejala bronkitis kronis menjadi lebih parah dengan konsentrasi tinggi sulfur dioksida serta polutan lain di atmosfer.

Baca Juga :  Waspadalah! Virus Ini Bisa Bikin Bodoh Seseorang

Gejala ISPA

Gejala bronkitis akut mencakup :

1. Batuk kering
2. Dahak yang warnanya kuning, putih, ataupun hijau, terkadang muncul 24 – 48 jam sesudah batuk dimulai
3. Demam dan menggigil
4. Rasa nyeri serta sesak di dada
5. Nyeri di bagian bawah tulang dada ketika bernapas dalam-dalam
6. Sesak napas

Gejala Gejala Bronkitis Kronis

  • Batuk persisten (menetap) dengan memproduksi dahak putih, kuning, ataupun hijau (setidaknya 3 bulan dalam 1 tahun atau selama lebih dari 2 tahun secara berturut-turut.
  • Biasanya disertai mengi ataupun sesak napas.

Gejala yang berikut ini kalian harus segera mengunjungi dokter :

  • Batuk terasa berat sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas tidur atau harian, dan terasa nyeri dada persisten sebab batuk yang seperti inilah yang merusak kantung udara didalam paru-paru.
  • Gejalanya lebih dari seminggu dan mengeluarkan lendir yang lebih gelap, lebih tebal, dam peningkatan volume dahak (berdarah).
  • Gejala bronkitis akut biasanya diikuti dengan masalah pada paru-paru/ jantung kronis, atau telah terinfeksi virus (HIV) sehingga menyebabkan AIDS dan infeksi pernapasan yang rentan terhadap penyakit paru-paru lebih serius) misalnya seperti pneumonia.
  • Kesulitan bernapas. Gejala inilah berasal dari kondisi medis seperti asma, emfisema (PPOK) ataupun penyakit jantung.

Pengobatan Penyakit ISPA

Pengobatan konvensional bagi bronkitis akut bisa dilakukan dengan cara sederhana, seperti:

1. Banyak istirahat
2. Minum banyak cairan
3. Menghindari asap
4. Dan mungkin memperoleh resep untuk bronkodilator inhalasi atau obat batuk.

Dalam kasus bronchitis yang kronis/ yang parah, steroid oral ataupun inhaler guna mengurangi peradangan atau oksigen tambahan yang mungkin diperlukan.

Untuk orang sehat dengan bronkitis pada paru-parunya yang normal dan tidak terjadi masalah kesehatan kronis, maka infeksi ini mungkin disebabkan oleh virus sehingga pengobatannya tidak cukup menggunakan antibiotik.

Baca Juga :  Bahaya Hemofilia : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya Terlengkap

Batuk produktif atau batuk yang menghasilkan dahak kerap kali datang dengan bronchitis yang akut. Hal ini adalah mekanisme tubuh guna menyingkirkan kelebihan lendir. Namun, bila batuk benar-benar mengganggu ataupun batuk yang non-produktif yakni kering dan terdengar serak, maka dokter akan merekomendasikan obat antitusif (sebagai penekan batuk).

Dalam kebanyakan kasus, penderita hanya butuh melakukan hal-hal yang terkadang dilakukan ketika demam misalnya seperti mengonsumsi obat ibuprofen ataupun parasetamol dserta minum banyak cairan.

Jika seseorang mempunyai bronkitis kronis, paru-parunya lebih rentan terhadap infeksi. Sebaiknya penderita bronkitis kronis memperoleh vaksinasi terhadap pneumonia yang terkadang hanya sekali vaksinasi.

Satu vaksinasi ini akan melindungi penderita selama seumur hidup terhadap strain bakteri/ virus dari penyakit ini.Terkadang suntikan kedua bernama booster juga diperlukan. Jangan konsumsi obat antitusif (sebagai penekan batuk) yang tanpa resep dokter. Sama dengan bronkitis akut, batuk produktif yang berkaitan dengan bronkitis kronis akan membantu membersihkan paru-paru pada lendir yang berlebihan. Bahkan, dokter dapat merekomendasikan ekspektoran (sebagai pengencer dahak) jika batuk relatif kering.

Namun, bila terdapat berubah warna, volume, ataupun ketebalan dahak, mungkin pasien jatuh dalam keadaan infeksi bakteri. Hal ini dokter mungkin akan meresepkan antibiotik sebagai melawan bakteri.

Sementara, jika kamu kelebihan berat badan, maka dokter akan merekomondasikan untuk menurunkan berat badan guna menghindari tekanan yang berlebih pada jantung. Jika pasien mempunyai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), maka dokter meresepkan obat bronkodilator yang membantu melebarkan saluran napas.

Namun, pengobatan terpenting dan paling berhasil guna bronkitis kronis dan PPOK ialah menghindari aktivitas merokok. Dokter juga meresepkan steroid sebagai pengurangi peradangan saluran udara.

Penelitian telah menunjukkan bahwa individu yang menghentikan kebiasaan merokok walaupun telah berada di tahap bronkitis kronis serta PPOK yang parah, tidak hanya bisa mengurangi keparahan gejala, namun juga bisa meningkatkan harapan hidup mereka semua.

Baca Juga :  Penyakit Infeksi HIV/AIDS : Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya di Rumah

Jadi, kondisi penyakit ISPA ini jika tidak segera ditangani maka akan berakibat fatal yakni akan berujung pada kematian. Maka mulailah dari sekarang untuk menjaga kesehatan tubuh kita agar berjalan semestinya. Salam sehat semoga bermanfaat.

Baca juga:

/* */