Sistem Rangka Pada Unggas : Jenis, Fungsi, Karakteristik, Susunan dan Sistem Otot

5 (100%) 1 vote[s]

Penjelasan Lengkap Sistem Rangka Pada Ternak Unggas

Sistem rangka untuk ternak unggas – kerangka ayam fungsinya membentuk kekuatan kerja guna menyokong tubuh, tempat pertautan otot, lalu melindungi sejumlah organ vital, tempat berproduksi sel darah merah serta sel darah putih dalam sumsum, membantu pernapasan serta meringkankan tubuh ketika terbang. Berikut ini pengetahuan tentang sistem rangka untuk ternak unggas.

Kerangka dari unggas kompak ini beratnya ringan serta paling kuat. Susunan dalam tulang mempunyai partikel padat berbobot ringan dan kuat. Jadi, sejumlah unggas dapat terbang/ berenang mirip unggas air. Tulang punggung dalam ekor dan leher bisa digerakkan serta bagian badannya memanjang serta hhanya satu ruas yang bisa digerakkan. Tulang punggung ini menyaty dengan membentuk susunan strauktur kaku yang bisa memberikan kekuatan dalam susunan tubuh guna menopang kekuatan gerakan serta peristiwa sayap.

Jenis Tulang Dalam Unggas

Ayam memiliki banyak jenis tulang yang berongga/ pneumatik dengan saling berkaitan fuungsi dari sistem pernapasan. Sejumlah tulang iini ialah tulang tengkorak/ skull, tulang lengan/ humerus, tulang selangka/ clavide, tulang pinggang/ lumbal serta tulang kemudia maupun sacral vetebrae.

Sejumlah tulang dalam unggas tergolong salam suatu tipe unik yang ada dalam rongga sumsum tulang belakang. Tulang sumsum ialah sebuah tulang sekunder baru. Tulang sumsum ayam petelur terdiri dari kalsium tulang yang dalamnya ada diruang sumsum anyaman tulang lembut serta porous yang fungsinya menjadi sumber kalsium guna membentuk kulit telur jika kalsium dalam pakan rendah. Tulang sumsum ada juga dalam tulang kering (tibai), tulang paha (femur), tulang dada (sternum), tulang pinggul (pubic), tulang iga (ribs), tulang belikat (scapula), tulang hasta (ulna), tulang kuku atau toes.

Baca Juga :  6 Contoh Hewan Amfibi Selain Katak : Pengertian, Ciri dan Pengelompokannya Lengkap

Kurang lebih 12% terhadap jumlah keseluruhan tulang ayam betina dewasa tersusun dari tulang sumsum. Ayam dara menjelang produksi ini telur pertama 10 hari saat sebelum terbentuknya tulang sumsum. Ayam liar tulang sumsumnya ini menghasilkan lumayan kalsium guna membentuk kerabang, walaupun daam keadaan tulang sumsumnya pakan rendah ketika masa bertelur. Penimbunan kalsium tulang ayam betina dipelihara hanya bisa mencakup kebutuhan pembentukan keraban telur beberapanya. Jika kandungan kalsium pakan rendah, maka ayam sesudah bertelur kurang lebih 6 butir ini akan kehilangan kurang lebih 40% pada total kalsium tulang.
Unggas ialah vertebrata berdarah panas yang tingkat metabolismenya tinggi. Temperatur tubuh ayam cenderung tinggi, sehingga anak ayam umur 1 hari mempunyai suhu 390 derajat celsius.

Temperatur induk sedang yang mengeram lebih rendah dibanding induk tidak mengeram. Hal tersebut dikarenakan tingkat metabolisme dalam induk yang mengeram lebih rendah daripada induk tidak mengeram.
Bagian organ unggas nampak dari luar ialah kepala, leher, tubuh depan serta tubuh bagian belakang. Klit serta bulu dengan bersama membentuk organ yang melindungi tubuh dari pengaruh luar tidak baik.

Fungsi Bulu dan Kulit Unggas

Bulu dan juga kulit memiliki fungsi, diantaranya :

a. Melindungi tubuh dari luka
b. Memelihara suhu tubuh agar tetap konstan
c. Menjadi sarana terbang
d. Menjadi rseptor untuk rangsangan dari luar

Karakteristik Bulu dan Kulit Unggas

Kulit unggas cenderung tipis dari pada kulit ruminasia. Kulit unggas tidak memiliki kelenjar keringat, kecuali dalam bagian atas ekor ada kelenjar minyak bernama pygostyle/ glandula uropgyial dengan mensekresikan minyak. Minyak dipakai guna melumasi seluruh tubuh supaya basah air khususnya unggas air. Minyak ini memberikan aroma khas ternak, misalnya itik memberikan bau serta rasa paling spesifik.

Baca Juga :  Klasifikasi Animalia : Pengertian, Ciri dan Contoh Hewannya Lengkap

Tubuh unggas hampir semuanya tertutup dengan bulu yang terususun dari protein bernama keratin. Unggas dewasa bulunya terjadi pertumbuhan serta tontok dengan alami. Peristiwa rontok ini bernama molting. Proses molting mengikuti pola aturan khusus, kadang berlangsunya rontok ini kembali kurang lebih 16 minggu.

Susunan Rangka Unggas

Dengan keseluran susunan dari kerangka ternak unggas hampir mirip. Unggas mempunyai tulang kuat dengan susunan pertikel padat serta berbobot ringan. Bobot ringan namun kuat tersebut yang mengakibatkan unggas mempunyai kemampuan guna terbang, berenang guna unggas air. Rangka ayam terdiri atassejumlah tulang saling berhubungan dan mempunyai fungsi berbeda-beda. Kerangka unggas fungsinya menjadi tempat melekatnya otot serta guna melindungi sejumlah rgan vital.

Pada waktu dibutuhkan banyak energi, maka sistem kerangka dalam unggas ini tersusun paling efisien dalam pemakaian energi, kerangka ringan serta isinya udara.
Ayam mempunyai banyak jenis tulang berongga/ tulang pneumatik yang berkaitan dengan sistem pernapasan. Beragam macam tulang misalnya tengkkorak, tulang lengan, selangka, pinggang, tulang kemudia berkaitan sistem pernapasan.

Sistem Otot Pada Unggas

Otot kerangka terdiri atas 3 jenis serabut, yakni serabut merag, serabut pertengahan, dan serabut putih. Serabut otot merah bentuknya daging merah. Serabut otot tersebut mengandung miglobin banyak, sebuah persenyawaan zat besi dengan mengandung kegiatan gerak, banyak mengandung lemak, darah dan mioglobin. Otot tersebut dapat memproduksi energi dengan memakai oksigen jadi dapat menjalani aktivitas gerak pada waktu yang cukup lama.

Serabut otot putih bentuknya daging putih, kandungannya sedikit miglobin. Serabut tersebut kaya glikogen, persenyawaan kaya akan glukose yang berfungsi menjadi sumber energi caranya dengan anaerobik. Dengan itulah maka unggas mempunyai banyak ke giatan aktivitas terbang dengan otot merah lebih banyak dibanding unggas jarang terbang. Sedangkan serabut intermedier kandunganya ialah serabut putih dan merah.

Baca Juga :  Jenis - jenis Kucing Terpopuler di Indonesia

Jadi, seperti itulah penjelasan lengkap mengenai sistem rangka untuk ternak unggas. Secara menyeluruh susunan dari kerangka ternak unggas ini hampir sama. Ia mempunyai tulang kuat yang susunan partikelnya padat serta berbobot ringan. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

/* */