Pengertian Materi : Sifat, Perubahan dan Klasifikasinya Terlengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Materi : Sifat, Perubahan dan Klasifikasinya Terlengkap

Pengertian Materi – merupakan segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Semua benda yang kita temui tersusun oleh materi. Makin besar suatu benda, makin banyak materinya dan sebaliknya. Massa merupakan suatu benda yang memiliki kandungan materi atau jumlah zat. Ada 3 wujud zat, yaitu padat, cair, gas. Berdasarkan hasil penelitian terbaru muncul wujud zat yang keempat yaitu plasma.

Sifat-Sifat Materi

  1. Sifat Fisika adalah sifat yang berkaitan dengan penampilan atau keadaan fisis materi, yaitu wujud, titik leleh, titik didih, indeks bias, daya hantar, warna, rasa, dan bau.
  2. Sifat Kimia merupakan sifat yang berhubungan dengan perubahan kimia yang dapat dialami oleh suatu materi. Misalnya dapat terbakar, berkarat, mudah bereaksi, beracun, dan bersifat asam atau basa.
    Sifat materi juga dapat digolongkan ke dalam sifat ekstensif, sifat intensif dan sifat fisis.
    – Sifat ekstensif adalah sifat yang bergantung pada jumlah (massa, volume, entalpi).
    – sifat intensif merupakan sifat yang tidak bergantung pada jumlah (warna, rasa, bau, massa jenis, wujud).
    – Sifat fisis bisa berupa sifat ekstensif atau sifat intensif, tetapi sifat kimia semuanya tergolong sifat intensif.

Perubahan Materi

1) Perubahan Fisika

Merupakan perubahan zat yang tidak menghasilkan zat baru, tetapi hanya menyangkut perubahan keadaan (bentuk dan wujud).
Contoh perubahan fisika:

  1. Air menguap
  2. Es mencair
  3. Lilin meleleh
  4. Bongkahan belerang menjadi serbuk belerang
  5. Lampu pijar menyala
  6. Campuran air dengan pasir
  7. Proses destilasi
  8. Kawat nikrom dibakar hingga berpijar
Baca Juga :  Sebab Badan Menggigil Saat Kedinginan Secara Biologi

2) Perubahan Kimia

Merupakan perubahan zat yang menghasilkan zat baru. Pada perubahan kimia hakekat zat mula-mula berbeda dengan hakekat zat baru yang dihasilkan. Semua reaksi kimia merupakan perubahan kimia. Ciri perubahan kimia (reaksi kimia) yaitu adanya gelembung gas, terbentuknya endapan, terjadi perubahan warna, dan terjadi perubahan suhu

Contoh perubahan kimia :

  • Kertas terbakar
  • Pita magnesium terbakar
  • Reaksi antara logam Na dengan air
  • Nasi menjadi basi
  • Pembuatan tape
  • Lilin terbakar
  • Reaksi hidrolisis
  • Logam berkarat

Klasifikasi Materi

  1. Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain dengan reaksi kimia biasa. Terdapat 92 jenis unsur alami di alam dan selebihnya merupakan unsur buatan. Jumlah keseluruhannya kira-kira 106 jenis unsure di alam.
  2. Senyawa merupakan gabungan dari beberapa unsur yang terbentuk melalui reaksi kimia. Senyawa memiliki sifat yang berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya. Misal, dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen dapat bergabung membentuk molekul air (H2O).
  3. Campuran merupakan gabungan beberapa zat dengan perbandingan tidak tetap tanpa melalui reaksi kimia. Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai campuran. Misal, air sungai, tanah, udara, makanan, minuman, larutan garam, larutan gula, dll. Sifat asli zat pembentuk campuran ada yang masih bisa dibedakan antara satu sama lain, ada pula yang tidak bisa dibedakan. Di dalam udara tercampur oleh beberapa unsur yang berupa gas, antara lain yaitu : nitrogen, oksigen, karbon dioksida dan gas-gas lain. Udara segar yang kita hirup mengandung oksigen yang lebih banyak daripada udara yang tercemar. Selain itu, di dalam udara juga tersusun dari beberapa senyawa, antara lain yaitu : asap dan debu.
  4. Hukum-hukum dasar yang berhubungan dengan materi :
    1. Hukum kekekalan massa oleh Antoine Laurent Lavoiser (1789).
    Tidak terdapat penambahan atau pengurangan massa zat dalam reaksi (massa zat kekal/tetap), sehingga massa zat-zat hasil reaksi sama dengan massa zat-zat yang bereaksi.
    Contoh: 56gr besi (Fe) bereaksi dengan 32gr belerang (S) menghasilkan 88gr senyawa besi sulfida (FeS).
    2. Hukum perbandingan tetap (susunan tetap) oleh Joseph Proust (1799).
    Pada suatu senyawa perbandingan massa unsur-unsur penyusunnya selalu tetap. Contoh dalam senyawa FeS:
    Massa Fe (g) Massa S (g) = Massa Fe : massa S
    56 32 = 7 : 4
    14 8 = 7 : 4
    3,5 2,0= 7 : 4
    5,6 3,2 = 7 : 4
    3. Hukum perbandingan berganda oleh Dalton (1805).
    Bila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa, maka perbandingan sederhana massa kedua unsur dalam senyawanya berbanding sebagai bilangan bulat.
    Contoh:
    Fe dan S dapat membentuk senyawa FeS atau FeS2. Dalam FeS, 56 g Fe bersenyawa dengan 32 g S dan dalam FeS2, 56 g Fe bersenyawa dengan 64 g S.
    Jika massa Fe dalam FeS dan FeS2 masing-masing 56 gram (sama), maka perbandingan massa S dalam FeS dan FeS2 adalah = 32 : 64 = 1 : 2
Baca Juga :  Waspadalah !! 7 Simbol Bahan Kimia Berbahaya Disekitar Anda

Pada kedua senyawa, perbandingan massa S sama dengan perbandingan jumlah atom S, yaitu = 1 : 2.
Untuk menentukan perbandingan berganda unsur Fe, maka massa S harus disamakan, misalnya 64 g. Pada FeS perbandingan massa Fe : S = 56 : 32, sehingga massa Fe dalam FeS = 112 g.

Jadi perbandingan pada massa Fe dalam FeS dan FeS2 = 112 : 56 = 2 : 1
Pada kedua senyawa, perbandingan massa Fe sama dengan perbandingan jumlah atom Fe. Perbandingan pada massa Fe = kebalikan dari perbandingan pada massa S.

Demikianlah artikel mengenai Pengertian Materi, semoga artikel kali ini bisa bermanfaat dan menambahb wawasan kalian. Terima kasih.

Baca juga:

/* */