Pemanasan Global : Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Penanggulangannya

Posted on
5 (100%) 1 vote

Pengertian Pemanasan Global, Penyebab, Dampak, dan Cara Penanggulangannya

Pemanasan global – Akhir – akhir ini semakin marak pemberitaan di media massa tentang pemanasan global. Intensitas ini meningkat karena adanya temuan-temuan pendukung tentang peristiwa tersebut yang menyebar di seluruh penjuru dunia. Beberapa Negara/ aliansi negara bahkan sudah membentuk badan khusus cara menanggulangi masalah dari global warming tersebut. Berbagai penelitian dan usaha pencegahan juga terus digalakkan, hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya penanggulangan pemanasan global.

A. Pengertian Pemanasan Global (Global Warming)

Pemanasan global adalah kondisi peningkatan suhu rata – rata permukaan bumi akibat dari konsentrasi gas rumah kaca secara berlebih. Istilah ini diambil menurut realita bahwa temperatur rata – rata planet Bumi sudah meningkat ±0,74 oC selama 100 tahun terakhir. Para ilmuan telah melakukan pengukuran di berbagai titik – titik di dunia dan menunjukkan pola yang sama, yakni terjadinya peningkatan temperatur, oleh sebab itu disebut sebagai pemanasan global.

Pemanasan global tak lepas dari fenomena pencemaran udara di dunia. Volume peningkatan karbon dioksida serta gas rumah kaca lainnya seperti pengeluaran pembakaran bahan bakar fosil, pembukaan lahan pertanian dan juga aktivitas manusia lainnya telah diyakini menjadi sumber utama dari pemanasan suhu global yang terjadi ±50 tahun terakhir ini.

Terjadinya pemanasan global terlihat oleh beberapa ilmuan yang lebih cepat dibanding dengan ilmuan lain. Akan tetapi, konsensus ilmiah sependapat bahwa suhu rata–rata bumi sudah meningkat berkisar 0,4 sampai 0,8˚c dalam 100 tahun terakhir ini. Dalam kurun waktu belakangan ini sudah banyak penelitian yang dilakukan. Mereka mengira bahwa rata-rata suhu global dapat meningkat antara 1,4 sampai 5,8˚c pada tahun 2100.

Baca Juga :   Ekosistem : Pengertian, Macam Macam, dan Komponen-Komponen Terlengkapnya

B. Penyebab Pemanasan Global Beserta Buktinya

Penyebab pemanasan global terdiri atas beberapa sumber. Banyak realita yang menunjukkan bahwa fenomena ini memang terjadi. Beberapa faktor penyebabnya antara lain :

  • Emisi gas rumah kaca serta bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil ini menjadi penyebab dari pencemaran tanah, misalnya akibat dari tumpahan minyak sekitar sumur pengeboran.
  • Gas metana juga sebagai penyebab kedua, terutama adalah peternakan. Peternakan sapi lebih banyak menghasilkan banyak metana daripada industry minyak.
  • Sekarang ini, ada lebih banyak karbon dioksida di atmosfer dalam kurun waktu 800.000 tahun terakhir.
  • Meskipun Amerika hanya mempunyai 4% populasi didunia, namun dapat memproduksi 25% polusi karbon dioksida penyebab dari pembakaran fosil. Sehingga Amerika merupakan Negara terbesar di banding Negara manapun.
  • Perubahan iklim global menimbulkan dampak yang bisa diamati pada lingkungan.
  • Gelombang panas yang meningkatkan resiko manusia terjangkit penyakit yang berkaitan dengan panas. Seperti penyakit diabetes, bagi orang yang sudah usia lanjut/ masih muda.
  • ±600.000 jiwa kematian yang terjadi di seluruh dunia disebabkan oleh bencana alam yang berkaitan dengan cuaca di tahun 1990-an. ± 95% kematian terjadi di Negara berkembang.
  • Berdasarkan catatan sejarah, tahun 2014 adalah tahun paling terpanas di dunia. Melebihi rekor pada sebelumnya yaitu ditahun 2010.
  • Pemanasan global sering dikaitkan dengan suhu panas, namun juga bisa menyebabkan sebaliknya.

C. Dampak Pemanasan Global

Dampak dari pemanasan global tidak Cuma dirasakan oleh manusia. Namun, secara otomatis juga menyerang ekosistem. Beberapa dampak tersebut antara lain :

  1. Mencairnya puncak es yang dapat menyebabkan permukaan laut utara meningkat.
  2. Membahayakan sebuah ekosistem dari terumbu karang.
  3. Meningkatnya permukaan dari air laut.
  4. Akibat dari pemanasan bumi, pada tahun 1870-an permukaan air laut global sudah meningkat sekitar 8 inci.
  5. Akibat dari bumi yang semakin panas dan meningkatnya suhu pada laut, dunia menjadi kehilangan sekitar 16% dari seluruh terumbu karang sekitar tahun 1998-an.
  6. Sejak awal Revolusi industry, sebuah keasaman dari permukaan air laut telah meningkat sekitar 30%.
  7. Katak emas (golden toad) ialah spesies pertama yang akan punah.
  8. Diantara beberapa para ilmuan iklim, 97% sepakat bahwa perubahan iklim yang diakibatkan manusia telah terjadi di bumi.
  9. Semakin cepat kita dalam bertindak untuk mempertahankan laju dari perubahan iklim melewati usaha – usaha konservasi, maka semakin rendah rendah resiko dan biaya untuk generasi mendatang.
  10. Di tahun 1896-an, para ilmuan dari swedia svante Arrhenius merupakan orang pertama yang berpendapat bahwa pembakaran bahan bakar fosil nanti, pada akhirnya akan dapat mengakibatkan sebuah peningkatan suhu global.
Baca Juga :   6 Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lingkungan dan Pencegahannya Lengkap

D. Cara Menanggulangi Pemanasan Global

Terdapat banyak cara dalam mengatasi/ pencegahan bertambahnya peningkatan dari suhu bumi. Cara – cara tersebut diantaranya dalah :

  • Mengurangi penggunaan energy fosil.
  • Beralih dengan energy ramah lingkungan & energy terbarukan.
  • Jika memungkinkah, tinggallah didekat tempat kerja untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
  • Lebih hemat listrik.
  • Belilah produk yang awet dan tahan lama.
  • Lebih efisien dan hemat dalam segala hal.
  • Mengurangi dari penebangan pohon.
  • Berinvestasi dengan produk yang ramah lingkungan.
  • Belilah produk – produk lokal.
  • Mengurangi konsumi daging.

Oleh karena hal – hal di atas, ada baiknya bagi kita dalam berpartisipasi menekan hal – hal yang menjadi penyebab dari adanya pemanasan global. Seperti mengurangi hal – hal yang memboroskan dari gas rumah kaca dengan membiasakan berjalan kaki ataupun menggunakan transportasi umum, serta untuk memakai alat – alat yang hemat energi. Hal tersebut merupakan penting, supaya generasi selanjutnya tidak merasakan efek dari pemanasan global yang telah disebabkan oleh kesalahan para generasi sebelumnya.

Baca juga: