Organ Reproduksi Laki Laki, fungsi dan penjelasannya terlengkap.

Posted on
5 (100%) 1 vote

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai organ reproduksi pria dan fungsinya. Jika pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai proses spermatogenesis dan proses oogenesis yang merupakan sistem yang terjadi dalam organ reproduksi manusia, maka kali ini kita akan khusus membahas seputar organ reproduksinya.

Organ Reproduksi laki laki

Organ reproduksi pada laki laki terbagi menjadi dua berdasarkan letaknya, yaitu di bagian dalam dan dibagian luar. Untuk lebih memahami tentang organ organ apa saja yang berperan pada sistem reproduksi laki laki berikut ini akan kita bahas bersama sama.

Bagian Luar

penis

  1. Penis

Pada sistem urinaria, penis berfungsi sebagai saluran keluarnya urin. Namun dalam sistem reproduksi, penis memiliki dua fungsi yaitu sebagai saluran keluarnya cairan semen dan sebagai alat kopulasi. Meski penis memiliki 2  saluran yang berbeda, hal ini tidak membuat kedua cairan ini keluar secara bersamaan. Mengapa demikian ? karena pada saat terjadi ejakulasi atau proses pengeluaran sperma, otot otot pada kandungkemih akan mengerut untuk mencegah sperma masuk dan urin yang berada didalamnya juga tidak keluar bersama sperma.

Pada penis terdapat tiga tabung erektil, tabung tabung ini yang menyebabkan penis bersifat erektil. Tabung tabung tersebut adalah sepasang corpora cavernosa dan sebuah corpora spongiosa dan ketiganya akan berakhir pada gland penis. Tabung tersebut dikelilingi oleh jaringan ikat dan banyak otot polos. Ketiga tabung inilah yang berperan dalam proses ereksi dan ejakulasi. Penis juga di dilapisi oleh kulit yang tipis dan halus dengan bagian ujung melipat yang disebut preputium. Pada kulit penis juga sama seperti kulit pada umumnya yang memiliki kelenjar keringat, kelenjar lemak, dan folikel rambut. Saat anak laki laki dikhitan maka bagian preputium lah yang akan di potong.

  1. Skrotum

Skrotum adalah kantung pembungkus testis, yang berfungsi sebagai pengatur suhu testis. Hal ini merupakan kegiatan yang sangat penting pada proses spermatogenesis agar suhu tetap stabil sehingga spermatogenesis tetap terjadi. Pada skrotum terdiri dari lapisan subkutan, otot polos, serta lapisan kulit. Kulit pada skrotum memiliki lipatan-lipatan, lipatan lipatan ini yang memungkinkan skrotum bisa mengendur menjauhi tubuh saat cuaca panas dan mengerut mendekati tubuh saat suhu rendah atau dingin

Baca Juga :   Organ Reproduksi Perempuan, fungsi dan penjelasannya terlengkap. !

Bagian Dalam

  1. Testis

testis

Testis merupakan kelenjar eksokrin dan juga kelenjar endokrin. Mengapa bisa demikian ? karena testis memproduksi sel sel sperma beserta dengan hormone yang berperan didalamnya. Telah  dijelaskan sebelumnya bahwa testis terbungkus oleh skrotum atau kapsula testikularis. kapsula testikularis ini terdiri dari selapis mesotel, sel-sel otot polos, dan jala-jala kapiler yang terbenam pada jaringan ikat. Kapsula testikularis lah yang berperan sebagai alat yang menyebabkan terjadinya kerutan secara berkala yang berguna untuk mengatur tekanan dalam testis, mengatur keluar-masuknya cairan ke dalam kapiler-kapiler, serta mendorong keluarannya sperma.

Sperma terjadi dalam tubulus seminiferus. tubulus seminiferus merupakan saluran panjang yang berlekuk-lekuk dan berada di dalam testis. Didalam tubulus seminiferus terdapat dua jenis sel, yaitu :

  • Sel Spermatogenik – Sel ini merupakan awal dari sel sperma pada laki laki. Sel ini pada awalnya merupakan kromosom diploid yang kemudian berdiferensiasi selama 64 hari dan mengalami spermatogenesis hingga memiliki kromosom haploid. Sel permatogonium memiliki 4 sampai 8 lapisan.
  • Sel ini terletak di antara sel-sel spermatogonium, dan bersifat sebagai penyokong dari sel spermatogonium. Dikatakan sebagai sel penyokong karena sel serotoli mensekresikan hormone inhibin yang berfungsi memberi umpan balik pada kelenjar hipofisis agar dapat menghentikan produksi dan sekresi hormone FH dan FSH. Disamping itu sel serotoli juga berperan sebagai organ yang menghilangkan residu dari sisa sitoplasma spermatid. Sel sel serotoli yang terletak berdekatan akan membentuk sawar darah (blood testis barrier) bersama-sama dengan jaringan peritubuler.

Diantara tubulus seminiferus didalam testis tedapat sel sel interstitial. sel interstitial atau disebut juga sel leydig Fungsinya ialah menghasilkan hormone testosteron. Sel leydig ini terdiri dari jaringan ikat kendor dan diisi oleh sel sel fibroblast, mast sel, makrofag, pembuluh darah, limfe, sel mesenchyme, dan saraf.

  1. Sistem saluran genital

Tubulus recti –merupakan kelanjutan dari tubulus seminiferus yang berupa saluran lurus. Saluran Tubulus recti bermula dari puncak setiap lobulus testis.

Baca Juga :   Sistem Ekskresi Pada Manusia beserta Gangguannya

Rete testis – Tubulus recti yang bermula dari puncak setiap bolus testis akan memasuki mediastinum testis dan membentuk serabut anyaman. Bagian inilah yang dinamakan dengan rete testis. Spermatozoz sangat cepat saat melewati rete testis sehingga testis jarang ditemukan dalam saluran ini.

Duktus efferens – Saluran ini memiliki panjang sekitar 6-8 cm dengan diameter 0.05 mm yang merupakan saluran lanjutan dari rete testis. Dibagian dalam duktus efferens terlapisi oleh epitel selapis silindris dan bersilia yang terkadang bersifat motil, motil silia ini hanya terdapat di dalam duktus efferens. Duktus efferens memilikifungsi untuk mendorong spermatozoa menuju epididimis.

Duktus epididimis – Duktus epididimis merupakan saluran panjang yang berliku liku dan terletak di atas testis. Panjang dari Saluran ini adalah 5-7 meter, dan disalam saluran ini spermatozoa berjalan sangat lambat. Panjang dan lamanya sperma didalam saluran ini mengakibatkan sel sperma akna mengalami pematangan yang sanga sempurna. Letak saluran duktus epididimis berada tepat setelah saluran duktus efferens, dan disekitar duktus epididimis terdapat otot polos yang dapat membantu sel sel spermatozoa untuk menuju ke saluran selanjutnya.

Duktus Defferens – Setelah melalui pematangan didalam saluran Duktus epididimis, sel spermatozoa akan keluar dari skrotum dan naik ke atas melewati saluran duktus deferens. Diujung saluran ini terdapat pelebaran saluran yang disebut ampulla duktus deferens.

Duktus ejakulatorius – Saluran terakhir dari rangkaian saluran genitalia ini adalah Duktus ejakulatorius. Saluran ini menembus kelenjar prostat lalu saluran Duktus ejakulatoriusmasuk ke saluran uretra.

  1. Kelenjar genital

Vesikula seminalis – Kelenjar ini menghasilkan sekresi yang mengandung protein globulin, fruktosa, asam askorbat, serta prostaglandin yang berpengaruh saat fertilisasi di dalam saluran reproduksi wanita. Saluran ini mempunyai panjang sekitar 5-10 cm, Vesikula seminalis berbentuk tonjolan dari duktus deferens yang masih berbentuk saluran dan terletak di belakang prostat. Ukuran kelenjar ini lebih kecil dari kelenjar prostat, namun mampu menghasilkan cairan semen sebanyak 60 % dari keseluruhan cairan semen. Cairan sekresi yang dikeluarkan oleh vesikula seminalis memiliki pH 7,3 sehingga tergolong dalam cairan yang bersifat basa, bersifat kental dan menjadi cairan penyangga dari sel sel sperma.

Baca Juga :   4 Bagian Membran Embrio : Pengertian dan Fungsinya Lengkap

Kelenjar prostat – Jika dilihat dari ukurannya, kelenjar prostat merupakan kelenjar terbesar yang terdapat pada sistem reproduksi laki laki. Kelenjar ini terletak di bawah vesika urinaria. Kelenjar prostat juga menghasilkan cairan penyangga semen sebanyak 30% dari total cairan semen yang bersifat encer dan berwarna putih seperti susu. enzim acid-phosphatase, asam sitrat, dan juga fosfolipid merupakan enzim yang terkandung didalam cairan tersebut.

Kelenjar Bulbo-urethralis – Kelenjar ini disebut juga sebagai kelenjar cowpery yang berukuran sebesar kacang hijau. Kelenjar bulbo-urethralis merupakan sepasang kelenjar yang menghasilkan cairan bersifat kental, seperti lendir serta nampak jernih. Kelenjar ini terletak di belakang urethra pars membranacea.

  1. Hormon yang berperan Pada Genitalia Pria

FSH – Hormon FSH (Follicle stimulating hormone) – Kelenjar hiposisis anterior yang terdapat didalam otak menghasilkan FSH. Hormone ini berfungsi untuk merangsang sel sertoli untuk membentuk Anrogen Bound Protein atau ABP. ABP akan diterima oleh reseptor ABP lalu akan berikatan dengan hormone testosterone masuk ke dalam tubulus seminiferus dan berfungsi memelihara spermatogenesis.

LH – Luteinizing Hormone atau LH – Kelenjar hiposisis anterior yang terdapat didalam otak juga menghasilkan Luteinizing Hormone atau LH.  Hormone ini berfungsi sebagai hormone yang merangsang sel-sel leydig untuk menekskresikan hormone testosterone.

Testosteron – hormon testosteron dihasilkan oleh sel-sel interstitial atau sel leydig yang berada di antara tubulus seminiferus. Hormone testosterone yang dihasilkan oleh sel interstitial memiliki banyak funsi bagi tubuh laki laki,  diantaranya memberikan rangsangan atau stimulant dalam pertumbuhan dan perkembangan saluran-saluran reproduksi pria, menstimulasi keluarnya dan memelihara sifat-sifat seks sekunder pria, membangkitkan nafsu birahi, dan memberikan kemampuan dalam kegiatan seksual