Organ Reproduksi Perempuan, fungsi dan penjelasannya terlengkap. !

Posted on
5 (100%) 1 vote

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai organ reproduksi perempuan dan fungsinya. Jika pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai proses spermatogenesis dan proses oogenesis yang merupakan sistem yang terjadi dalam organ reproduksi manusia dan juga organ reproduksi pada laki laki, maka kali ini kita akan khusus membahas seputar organ reproduksi pada perempuan.

Organ Reproduksi Perempuan

organ reproduksi perempuan

Alat reproduksi manusia berperan sebagai salah satu cara manusia untuk dapat mempertahankan keberlangsungan spesiesnya. Sebagai manusia yang memiliki tugas tersebut, kita harus mengenal dengan baik organ organ dan fungsinya. Organ reproduksi pada perempuan dan laki laki sangat berbeda, baik bentuk dan fungsinya.

Dalam artikel kali ini organ reproduksi perempuan dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar merupakan bagian bagian dari organ reproduksi perempuan yang masih tampak atau bisa dilihat. Sedangkan bagian dalam organ reproduksi yang dimaksud didalam artikel ini merupakan organ yang tidak dapat dilihat langsung.

Bagian Luar

  1. Mons Pubis

Mons Pubis atau Mons Veneris. Mons pubis, atau yang juga disebut dengan mons veneris merupakan bagian terluar dari organ reproduksi pada perempuan. Bagian ini berbentuk segitiga yang melindung tulang kemaluan (Simfisis pubis). Pada bagian ini juga terdapat jaringan kulit, jaringan lemak, jaringan ikat, kelenjar keringat dan juga akar rambut.

  1. Labia Mayor

Labia mayor disebut juga sebagai bibir kemaluan. Bagian ini berupa lipatan yang menyerupai bibir yang merupakan kelanjutan dari mons pubis. Labia mayor dibedakan menjadi dua berdasarkan letaknya, yaitu permukaan luar dan permukaan dalamnya. Pada bagian luar labia mayora ini dilapisi sel epitel bertanduk serta terdapat akar rambut. Sedangkan pada bagian labia mayora sebelah dalam, atau yang menghadap ke labia minora tampak licin karena banyak terdapat jaringan lemak, tidak mempunyai kelenjar sebacea, folikel rambut dan kelenjar keringat

  1. Labia Minor

Labia minora atau yang biasa disebut sebagai bibir kecil kemaluan berada disebelah dalam, tepatnya setelah labia mayora dan sebelum vagina. Pada dasarnya labia minora sama dengan labia mayora, yang membedakan hanya pada labia minora tidak terdapat akar rambut dan memiliki banyak pembuluh darah.

  1. Klitoris

Klitoris pada organ reproduksi perempuan memeiliki struktur yang sama dengan penis pada organ reproduksi laki laki. Struktur penis yang juga terdapat pada klitoris yakni corpora cavernosa .Yang membedakan adalah pada organ reproduksi perempuan bagian ini mengalami pertumbuhan yang tidak sempurna sehingga terjadi rudimenter atau mengecil. Organ ini memiliki sifat yang sasma dengan penis, yaitu bersifat ekertil. Klitoris terletak didalam lania minora dan sebelah atas dari vagina. Permukaan klitoris diselaputi oleh epitel berlapis pipih tak bertanduk, banyak juga ditemukan pembuluh darah serta ujung-ujung saraf sensorik.

  1. Selaput Dara

lubang vagina tertutup oleh membran tipis yang disebut Hymen atau selaput dara. Pada organ ini terdapat lubang kecil sebagai jalan keluar darah saat menstruasi. Hymen biasanya dijadikan acuan atau sebagai penanda keperawanan seseorang.  Hal ini disebabkan karena hymenmemeiliki struktur yang tipis dan mudah sobek.

  1. Vestibulum

Vestibulum merupakan rongga kemaluan, yang terletak di labia minora dan merupakan muara dari saluran uretra serta lubang vagina atau intruitus vagina. Maka dari itu struktur ini disebut juga sebagai struktur terluar dari bagian luar organ reproduksi perempuan.

Baca Juga :   Reproduksi Manusia, Proses dan penjelasannya

Bagian Dalam

organ reproduksi perempuan bagian dalam

  1. Vagina

Jika diperhatikan secara anatominya, vagina berada diantara rectum dan kandung kemih. Vagina terbagi menjadi 3 berdasarkan strukturnya, lapisan pertama berupa selaput lender, kedua lapisan muscular, dan ketiga lapisan paling dalam.

Pada lapisan pertama berupa selaput lendir, walaupun vagina tidak memiliki kelenjar lendir vagina akan selalu basah karena selalu dibasahi oleh cairan yang berasal dari rahim. Pada saat bersenggama dan melahirkan, dinding mukosa yang berhimpitan akan terbuka, namun saat vagina tidak terjadi rengsangan apapun maka bagian ini akan tertutup rapat. Lapisan kedua merupakan lapisan muscular yang tersusun dari otot-otot yang berasal dari sphincter ani atau otot anus. Lapisan ketiga adalah lapisan paling dalam, tersusun dari jaringan ikat.

  1. Uterus

Menempelnya embrio hasil pembuahan sperma pada ovum sampai tumbuh dan berkembang menjadi janin yang siap dilahirkan berada di uterus. Uterus mempunyai rongga dengan bagian atas lebih lebar. Pada kondisi tidak sedang hamil dan atau setelah melahirkan, uterus memiliki masa sebesar 30 gram dengan bentuk menyerupai buah pir. Uterus Pada anak anak berukuran 2-3 cm, pada kondisi nullipara atau belum pernah hamil dan melahirkan berukuran 6-8 cm, pada kondisi multipara 8-9 cm.

uterus terdiri dari lapisan-lapisan otot yang kuat dan elastic, yang mampu menyesuaikan diri ketika terjadi fase kehamilan. Struktur penyusun uterus lapisan otot juga terdapat jaringan ikat serta ligament, hal ini berfungsi mempertahankan posisinya. tiga lapisan yang menyusun dinding uterus dijelaskan sebagai berikut

  • Peritoneum tersusun dari jaringan ikat, pembuluh limfe serta saraf. Perimetrium, bagian terluar uterus yang bersinggungan langsung dengan rongga perut.
  • Myometrium, merupakan bagian tengah dan paling tebal. Lapisan -lapisan otot polos serta dilengkapi oleh pembuluh darah, pembuluh limfe dan saraf mendominasi bagian myometrium. Otot-otot polos pada myometrium memiliki fungsi penting saat proses kontraksi-relaksasi saat persalinan. Ketika terjadi kehamilan, otot-otot pada uterus juga akan bertambah tebal.
  • Endometrium, Endomentrium merupakan bagian yang menebal ketika terjadi ovulasi, Penebalan ini terjadi dalam rangka mempersiapkan diri untuk menerima embrio yang telah dibuahi. Namun dinding Endomentrium akan meluruh saat tidak ada pembuahan atau menstruasi.hal ini terjadi karena Endomentrium yang mengandung banyak pembuluh darah serta lapisan epitel, guna mendukung tumbuh dan berkembangnya embrio selama proses kehamilan.
Baca Juga :   4 Bagian Membran Embrio : Pengertian dan Fungsinya Lengkap

Secara anatomi-histologi, organ uterus juga dibagi menjadi beberapa kuadran;

  • Pada bagian atas terdapat corpus uteri, cervix uteri, dan fundus uteri
  • Itsmus, adalah daerah sempit yang merupakan peralihan corpus menjadi cervix
  • Portio vaginalis, merupakan penonjolan daerah cervix ke dalam vagina. Bagian lain pada rahim akan mengalami perubahan struktur saat pra ovulasi maupun pasca ovulasi , sedangkan bagian ini tidak mengalaminya.
  1. Oviduk

oviduk  atau Tuba fallopi, Oviduk merupakan sepasang saluran yang menghubungkan antara ovarium dengan uterus. Oviduk mempunyai fungsi yang cukup banyak dan penting. Pertama yaitu untuk menangkap telur hasil ovulasi dari ovum, lalu sebagai tempat terjadinya fertilisasi oleh sperma dan ovum, sebagai tempat pertumbuhan atau pembelahan embrio sementara sebelum akhirnya melekat pada endometrium. Organ ini memiliki panjang mulai dari 8 cm hingga 20 cm dengan diameter yang berbeda-beda disepanjang bagiannya.

Bagian-bagian oviduk dapat dibagi menjadi;

  • Infundibulum – Infundibulum merupakan bagian dari tuba fallopi yang terletak paling ujung atau paling dekat dengan ovarium. Infundibulum berfungsi untuk menangkap ovum yang telah keluar dari jaringan ovarium, ini sebabnya mengapa Infundibulum Memiliki lubang masuk yang lebar dan berbentuk seperti corong. Pada sisi-sisi tepinya terdapat lipatan-lipatan mukosa yang disebut fimbrae.
  • Ampulla – Ampulla adalah bagian terpanjang yang mencapai 2/3 panjang tuba fallopi, memiliki karakteristik dinding yang tipis serta saluran yang lebar,
  • Itsmus – Itsmus adalah saluran tuba fallopi dengan diameter yang lebih sempit. Pada bagian Dindingnya dilengkapi lapisan otot yang cukup tebal.
  • Intra mural –Intra mural memiliki saluran yang sempit juga seperti itsmus, serta menembus dinding uterus.
  1. Ovarium

Ovarium adalah indung telur yang berfungsi sebagai organ penghasil sel kelamin pada wanita. Organ ini berjumlah dua buah dan terletak di sisi kanan dan kiri dari rahim dan  berbentuk bulat lonjong.

Baca Juga :   Sistem Ekskresi Pada Manusia beserta Gangguannya

ovarium dibedakan menjadi dua bagian;

  • Cortex ovarium – Pada bagian inilah akan dihasilkan folikel ovarium atau calon ovum beserta sel yang mengelilinginya, corpus luteum, dan corpus albican. Bagian cortex pada ovarium tersusun oleh jaringan ikat padat, sabut-sabut retikuler, tunika albiginea, serta ditutup oleh epitel permukaan.
  • Medula ovarium –Bagian medula terdiri dari jaringan ikat kendor dan memiliki banyak pembuluh darah. pada medulla juga terdapat pembuluh limfe, saraf, serta otot polos. Medula terletak lebih dalam daripada bagian cortex.

Ovarium juga merupakan kelenjar endokrin. Sebgai kelenjar endokrin ovarium berfungsi sebagai penghasil hormone. Dibawah ini merupakan hormone yang disekresikan oleh ovarium.

  • Hormon Estrogen –Berperan sebagai stimulant pada indung telur untuk memproduksi dan mematangkan sel telur, membantu mempersiapkan rahim sebelum janin melekat. Estrogen juga mempengaruhi kelenjar mammae dalam mempersiapkan asi.
  • Hormon Progesteron – Hormon ini merangsang sekresi dari kelenjar uterine. Hormone ini membantu menguatkan jaringan rahim untuk persiapan penempelan sel telur yang sudah dibuahi, Pemeliharaan endometrium selama kehamilan, Mencegah indung telur menghasilkan sel telur selama kehamilan. Hormone ini memiliki peranan yang penting dalam tubuh perempuan.
  • Glandula Mammae (Kelenjar Payudara) – Glandula mammae sangat berkaitan erat dengan sistem reproduksi wanita. Pertumbuhan dan perkembangan kelenjar payudara dipengaruhi oleh keberadaan hormon yang dihasilkan oleh ovarium. kelenjar payudara akan berkembang dengan cepat seiring masa pubertas. Hal ini disebabkan bertambahnya jaringan ikat dan lemak. Sedangkan kelenjarnya sendiri baru akan berfungsi ketika terjadi kehamilan.