Mitokondria : Pengertian, Struktur, Fungsi, Proses dan Analisanya Terlengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Struktur, Fungsi, Proses, dan Analisa Mitokondria

Mitokondria : fungsi dan proses – mitokondria merupakan bagian dari organel yang ada di sel eukariot dan mempunyai bentuk yang leips. Berdiameter 0,5 µm dengan mencapai panjang kurang lebih 0,5-1,0 µm. mitokondria ada dalam hewan, jamur, tumbuhan dan Protista. Untuk hewan dan tumbuhan mempunyai fungsi sama, yakni menghasilkan energi pada makanan. Dalam arti lain energi kimia dalam mitokondria manfaatnya untuk mengubah karbohidrat, lemak dan protein.

Struktur Mitokondria

Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang mitokondria ( fungsi dan proses ). Didalam mitokondria yang ada pada hewan, jamur, tumbuhan dan portista ini mempunyai sejumlah struktur mitokondria yang dapat membantu pembentukan sel, berikut ini penjelasannya :

Lipid blayer ialah jenis membrane ganda yang ada di hewan, tumbuhan, potista dan jamur. Dibawah ini bagian dari lipid blayer :

1. Membrane luar

Membrane luar mengandung beberapa protein transport yang dipakai untuk menyaring molekul kecil yang ukurannya 5 kDa/ lebih kecil. Membrane luar mengandung enzim yang dapat terlibat dalam biosintesisi lipid menuju matris guna menjalani proses β-oksidasi dan menghasilkan asetil CoA.

2. Membrane dalam

Mempunyai struktur yang melipat lipa dan juga melekuk serta lebih sering dikenal dengan nama krista. Krista ini memperluas pada bidang permukaannya membrane dalam jadi bisa meningkatkan kemampuannya di dalam memproduksi ATP.

Fungsi Mitokondria dan Siklusnya

Mitokondria dikenal menjadi sumber penghasil energi dalam sel, yakni energi yang dihasilkan ATP. Selain yang dijelaskan, terdapat kegiatan bagian mitokondria yang memberikan fungsi tertentu pula misalnya menjadi tempat terjadinya sebuah reaksi β-oksidasi dan juga siklus Krebs.

Baca Juga :  Kromatografi : Pengertian, Sejarah dan Jenisnya Terlengkap 

Secara detailnya, siklus yang dialami mitokondria ialah :

  1. Dibagian dalam embran luar, yakni terjadi biosintesisi lipid yang menuju ke matriks.
  2. Asam amino adalah hasil dari degradasi protein yang akan masuk dalam siklus krebs lewat proses konversi sehingga menjadi salah satu dari intermediet dari siklus krebs
  3. Glikolisis ialah tahapan di dalam metabolisme karbohidrat yang menghasilkan piruvat sitosol dan akan ditranport ke dalam matriks mitokondria.

Jadi, fungsi mitokondria diantaranya :

  1. Menghasilkan energi ke dalam bentuk ATP.
  2. Menjaga konsentrasi ion kalsium
  3. Membangun bagian bagian dari darah dan juga hormone
  4. Mendetoksifikasi ammonia
  5. Menjalankan sebuah proses apoptosis
  6. Mengawasi pertumbuhan sel

Proses Dalam Mitokondria

Di dalam menyempurnakan organel sel pada tumbuhan, hewan dll. mitokondria ini melalui sejumlah proses guna penyempurnaan sel lewat sejumlah tahap berikut :

  1. Pemecahan molekul makanan
    Stadium 1 > pembentukan makromolekul menjadi sub unit yang sederhana bagi enzim enzim pencernaan.
    Stadium 2 > sub unit sederhana dibentuk jadi asetil CoA. Subunit sederhana ini diuraikan jadi piruvat lalu dibentuk jadi sitoplasma sel dan didistribusikan menuju dalam mitokondria dan menghasilkan ATP & NADH kecil.
    Stadium 3 > mengalami oksidasi asetil CoA jadi O2 dan H2O sehingga menghasilkan beberapa besar ATP di dalam fosforilasi oksidatif.
  2. Respirasi seluler
    Respirasi seluler ialah sebuah proses oksidasi molekul makanan, seperti glukosa jadi H20 dan CO2 artinya adalah sebuah proses pembentukan energi dalam bentuk ATP. Pembentukan ATP ini merupakan dorongan terhadap aktivitas sel.
    Respirasi berlangsung dengan dua tahap, yakni glikosis dan siklus krebs. Nah disinilah fungsi dari mitokondria.

Menganalisa Lebih Jauh Mengenai Mitokondria

Sebagai penyempurna dari organel sel, maka dibeutuhkan analisis terlebih dahulu tentang mitokondria. Yakni apa saja yang terkandung didalamnya dan bagaimana penjelasan setiap bagian tersebut dalam organ makhluk hidup. Berikut penjelasannya :

  1. Genom DNA mitokodria
    DNA mitokondria pada manusia sudah ditentukan secara urut oleh aederson tahun 1981. Urutannya bernama ( Cambridge reference sequence ) serta di padukan rujukan standar dengan mengintrepesikan variasi urutan nukleotida khususnya polimorfisme mtDNA manusia yang berkaitan dengan sebuah studi antropologi ataupun penentan yang hubungannya dengan penyakit genetika.
  2. Sifat-sifat genetik mitokondria
    Mitokondria mempunyai sifat genetik sendiri bernama DNA mitokondria yang ada di dalam matriks semi cair bagian terdalam mitkondria. Tiga hal pokok mendasar perbedaan antara sistem genetik inti dan sistem genetik mitokondria yakni tingkat polimorfis tinggi dengan penunjukannya melalui laju mutasi tinggi daripada lanju mutasi DNA inti.
  3. Laju mutasi mtDNA
    Laju mutasi mtDNA memberikan kesan istimewa daripada DNA ini sebab diturunkan pada garis ibu serta memiliki laju lebih cepat.
  4. Haplogrup
    Haplogrup merupakan cara pengelompokan menurut perbedaaan pendek panjangnya fragmen mtDNA yang dipotong enzim restriksi. Haplogroup DNA mitokondria pada manusia bentuk hruf yakni haplougroup ( A,B,C,D,E,F,G,H,I,J,K,L,T,U,V,W,X ).
  5. Analisis variasi mtDNA pada manusia menggunakan metode RLFP
    Penelitian tentang variasi mtDNA pada manusia ini dilakukan menggunakan analisis retriksi dengan metode RFLP. Yakni sebuah metode analisis urutan DNA yang juga dipotong enzim restriksi dengan tau panjang pendeknya enzim ini tidak sama, jadi pemotongan ini lokasinya tidak saling berkaitan.
  6. Progam mito mutation analyzer
    Progam ini ialah algoritma pemrogaman yang perancangannya bertujuan menganalisis dan menampilkan jenis, jumlah serta posisi mutasi satu maupun lebih dari sampel secara berurutan lengkap mtDNA manusia sekaligus.
  7. Basisi data
    FBI sudah mengumpulkan sejumlah data urutan nukleotida DNA mitokondria pada manusia di dunia yang disimpan dalam sebuah software mtDNA population.
Baca Juga :  Hormon Luteinizing : Pengertian, Cara Kerja dan Fungsinya Lengkap

Itulah tadi pembahasan lengkap mengenai sel tunggal yang bernama mitokondria ( fungsi dan proses ). Setiap bagian di dalam tubuh tentu memiliki peran masing masing yang tak dapat dianggap remeh, termasuk pula bagian terkecil seperti sel sekalipun. Hal ini terbukti bagian sel mitokondria ini. Jika dilihat dari gambar mitokondria, struktur sel tunggal ini termasuk kompleks. Hal tersebut sebanding dengan fungsi mitokondria pada tubuh yang begitu kompleks.

Baca juga:

/* */