Mikrobiologi : Pengertian, Sejarah Perkembangan, Struktur dan Fungsi Sel Mikroba Terlengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Mikrobiologi, Sejarah Perkembangan, Struktur dan Fungsi Sel Mikroba

Sejarah perkembangan mikrobiologi – mikrobiologi asalnya dari bahasa yunani, kata “mikros” artinya kecil, dan “bios” artinya hidup serta “logos” artinya ilmu. Jadi, dapat ditarik kesimpulan arti dari mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai makhluk hidup berukuran kecil yang tidak bisa dilihat secara kasat mata biasa namun membutuhkan suatu benda untuk bisa melihatnya yang kita kenal sebagai mikroskop dengan mencakup bakteri, viro (virus) dan miko (jamur). Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan tentang sejarah perkembangan mikrobiologi.

Sejarah perkembangan mikrobiologi ini sebelum ilmu pengetahuan dibedakan menjadi empat periode. Periode pertama, mulai dari terbukanya rahasia dunia tentang mikroorganisme melewati pengamatan yang dilakukan oleh Leeuwenhoek di tahun 1675. Hal ini memicu rasa keinginantauan di sejumlah kalangan para ilmuwan tentang asal mula sebuah kehidupan. Namun, kurang lebih di pertengahan tahun 1860an, pada saat teori dari generatio spontanea membuktikan ketidakbenarannya serta prinsip biogenesis sekarang sudah dapat diterima, pengetahuan tentang mikroorganisme sifatnya menjadi tidak spekulatif semata-mata lagi.

Selama periode selanjutnya antara tahun 1860 serta tahun 1900, banyak yang melaksanakan berbagai penemuan dasar penting. Perkembangan teori nutfah tentang panyakit pada tahun1876, hal ini tiba-tiba telah menimbulkan minat pada prosedur laboratoris guna mengisolasi dan mencirikan sebuah mikroorganisme. Pada periode ini ada penemuan banyak mikroorganisme penyebab dari penyakit dan beberapa metode untuk mencegah serta mendiagnosis dan juga mengobati berbagai penyakit tersebut.

Baca Juga :  Virus : Pengertian, Definisi, Sejarah, Ciri - Ciri, dan Strukturnya Lengkap

Penemuan-penemuan dalam bidang mikrobiologi kedokteran menghasilkan perombakan yang besar dan juga cepat dalam praktik kedokteran. Periode tahun terakhir 1910an-sekarang banyak ditandai dengan dipergunakannya metode banyak serta peralatan mutakhir, misalnya seperti mikroskop elektron dan juga komputer.

Perkembangan Mikrobiologi

Sekitar 300 tahun lalu mikrobiologi mulai muncul dan dipelajari. Mulai dari beberapa ilmuan dengan melakukan beragam eksperimen guna mengenal keberadaan dari mikroba. Berikut beberapa para ilmuan tersebut:

1. Antonie Van Leeuwenhock tahun 1632-1723

Antonie membuat mikroskop berlensa yang kualitasnya cukup baik, menumpuknya dengan lebih banyak lensa menjadikan ia dapat mengamati mikroorganisme pada air hujan yang tergenang dan air jambangan bunga serta air laut dan suatu bahan penggorekan gigi. Ia menyebut berbagai benda bergerak dengan nama “animalcule”. Animalcule ialah jenis-jenis mikroba misalnya seperti algae, khamir, protozoa, dan bakteri.

2. Louis Pasteur tahun 1822-1895

Louis mempelajari sebab dari fermentasi rasa asam pada sejumlah jenis anggur tersebut adalah mikroorganisme. Hasil penelitiannya meyakinkan khalyak bahwa kehidupan baru tidak disebabkan dari benda mati, teorinya adalah “seluruh kehidupan asalnya dari telur, dan seluruh telur asalnya dari sesuatu hidup”. Proses membunuh mikroorganisme Louis bernama “pasteurisasi”.

3. Aristoteles tahun

Zamannya Aristoteles >2000 tahun yang lalu (sebelum isa almasih) maka muncullah suatu pendapat, bahwa sebuah kehidupan asalnya dari bahau/ benda mati dengan mengalami penghancuran. Teori ini dikenal dengan “Teori Generateo Spontanea”, artinya bahwa makhuk hidup terjadi dengan spontan.

4. Fransesco redi (1668)

Ia melaksanakan sebuah penelitian dengan percobaan meletakkan daging yang dipanaskan pada satu wadah yang tertutup dan wadah lainnya tidak. Nah, pada daging tertutup tidak ada belatung sementara wadah lain yang tidak ditutup muncul belatung. Maka kesimpulan dari penelitian fransesco bahwa ulat dalam daging busuk ialah larva dari telur lalat, tidak dari generatio.

Baca Juga :  Susu Fermentasi (Yogurt) : Pengertian dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

5. John needham tahun (1713-1781)

Ia berpendapat melalui eksperimennya dengan teori Abiogenesis. Kesimpulan dalam penelitiannya ialah jasad/ mikroorganisme terjadi dengan spontan pada daging.

6. Lazarro spallaanzi tahun 1729-1799

Teori menurutnya ini menentang pada teorinya john needham, menurutnya tidak mungkin botol yang tidak terdapat oksigen masuk tersebut didalamnya ada mikroorganisme.

7. Scroeder and Th. Von dush tahun 1854

Penelitiannya pun juga sependapat dengan penelitian yang dilakukan oleh john dan lazaro. Sehingga mengakibatkan teori abiogenesis tumbang.

8. Robert Koch tahun 1843-1910

Penelitian yang dilakukan oleh Robert membuahkan hasil tentang mikroorganisme. Koch mengumumkan bahwa sudah menemukan bakteri penyebab penyakit TBC, difteri, tifus, kolera serta gonorhu dan antraks. Sehingga, proses biologi pada mikroorganisme ini berperan pada kehidupan.

Struktur Sel Mikroba

Sel adalah unit fisik paling kecil dari organisme hidup. Terdapat dua tipe sel, yakni :
1. Sel Prokariotik – merupakan tipe sel bakteri dan alga biru/ sianobakteria (disebut jasad prokariot).
2. Sel Eukariotik – sel ini adalah tipe sel jasad yang dengan tingkat lebih tinggi terhadap bakteri (dikenal sebagai jasad eukariot) yakni khamir, alga selain alga biru, jamur (fungi), protozoa, serta tanaman dan hewan.

Struktur Sel Prokariotik

• Memiliki ukuran yang jauh lebih kecil daripada dengan sel eukariotik
• Sejumlah sel bakteri Pseudomonas ukurannya hanya 0,4-0,7µ dengan diameter dan panjang 2-3µ
• Tidak memiliki organela seperti pada mitokondria, khloroplas, serta aparat golgi
• Inti sel prokariotik tersebut tidak mempunyai membran

Struktur Sel Eukariotik

• Sel eukariotik memiliki inti sejati yang diselimuti dengan membran inti
• Inti sel terkandung bahan genetis berbentuk genome/DNA yang menyusun dalam suatu kromosom
• Di dalam kromosom ada DNA yang berasosiasi pada suatu protein yang dikenal sebagai histon
• Kromosom bisa mengalami pembelahan melewati proses mitosis.

Baca Juga :  Bakteri : Pengertian, Macam Macam dan Perannya dalam Kehidupan Manusia Terlengkap

Sehubungan dari hal tersebut di atas, jadi pengembangan penggunaan mikroorganisme menjadi jasad parameter-alami (sebagai indikator–alami) pada perubahan didalam lingkungan, sudah mulai banyak digunakan khususnya sebagai akibat adanya pencemaran domestik dari rumah tangga maupun non-domestik (yakni dari pabrik, pertanian, industri, dan sebagainya). Sekian pembahasan mengenai sejarah perkembangan mikroorganisme, semoga menambah wawasan kalian!

Baca juga:

/* */