Metamorfose Kupu-Kupu dan Penjelasannya, Terlengkap !

Posted on
5 (100%) 1 vote

Kupu Kupu  masuk kedalam kelompok serangga, dengan klasifikasi kerajaan Animalia dan divisinya Rhopalocera, filum Arthropoda, kelas insect dan berordo Lepidoptera. Kupu Kupu memiliki bentuk ciri-ciri makhluk hidup yang indah dengan warna yang bewarna-warni, ukurannya bermacam-macam tergantung dari jenisnya. Kupu Kupu mendapatkan makanan dari sari buah dan nectar bunga. Kupu kupu juga berperan dalam terjadinya proses penyerbukan pada bunga. Salah satu hal yang paling mengagumkan dari kupu-kupu adalah proses transformasi atau metamorfasenya yang sangat sempurna.

Metamorfose Kupu-Kupu

 metamorfosa kup kupu

Metamorphose sempurna adalah tahapan perkembangan hewan yang melibatkan perubahan fisik atau bentuk tubuh perubahan anatomi, morfologi, maupun fisiologis mulai dari fase telur, menetas, dan sampai menjadi individu dewasa. Bagaimana kupu kupu dapat melakukan metamorfosisnya dengan sempurna, akan kita bahas satu persatu dalam artikel ini.

Telur

Kupukupu merupakan hewan ovivar atau berkembang biak dengan cara bertelur, sejak tahap ini dimulailah metamorphose pada kupukupu. Induk kupukupu biasanya meletakan telur pada bagian bawah daun. Daun yang dipilih bukanlah daun sembarangan, induk kupukupu akan meletakan telurnya pada daun tumbuhan yang ia senangi. Telur telur yang diletakan dibawah bagian daun bertujuan untuk memudahkan induk kupu kupu untuk mengawasi telur telurnya.

Kupu kupu memiliki zat yang mampu menempelkan telur telurnya dibawah helaian daun dengan sangat kuat, bahakan lebih kuat dari cangkang telurnya. Sampai saat ini peneliti belum mengetahui zat apa yang terkandung didalamnya. Telur kupu-kupu juga dilengkapi dengan kulit keras yang akan membuat telur aman dari suhu panas dan dingin. Pada tahapan ini telur akan ber langsung hingga beberapa minggu atau beberapa bulan.

Ulat

ulat pada metamorfosa kup kupu

Setelah melewati beberapa waktu, telur telur tersebuta akan menetas menjadi ulat atau larva. Ulat memiliki ukuran dan warna yang berbeda-beda tergantung dari induknya. satu-satunya kegiatan ulat semasa hidupnya adalah makan. Makanan utama dari sebagian besar ulat adalah dedaunan hijau segar yang mengandung gizi dan nutrisi. Mengapa satu satunya kegiatan ulat hanya makan? Karena ulat harus tumbuh dengan sempurna hingga mencapai puncak kedewasaannya dan mempersiapkan diri untuk melakukan fase berikutnya.

Baca Juga :   Daur Hidup Nyamuk, Cara Berkembang, Penyakit dan Cara Mengatasinya

Ulat memiliki  3 pasang kaki tetap yang berfungsi untuk menahan diri dan melakukan perpindahan dari daun satu kedaun yang lainnya. Ulat memiliki racun  dan bentuk yang mengerikan, hal ini merupakan bentuk dari sistem  pertahanan tubuhnya dalam menghadapi predator. Racun pada  ulat terdapat pada bagian kulit dan bulu ulat. Jika racun tersebut mengenai kulit, akan terjadi reaksi alergi karenanya, biasanya kulit manusia akan merasa gatal, berwana kemerahan dan membangkak. ulat memiliki warna yang bermacam-macam hitam, merah, orange, kuning, hijau dan coklat. Semakin mencolok warna pada kulitnya, biasanya makin tinggi tingkat racun yang dimiliki ulat tersebut. Racun yang ada pada ulat juga bisa didapatkan atau berasal dari tumbuhan beracun yang sengaja dia makan.  Setelah ulat berada pada akhir fase sebelum menjadi kepompong, ulat akan berukuran kurang lebih 5 cm tergantung dari jenis kupu kupunya sendiri.

Pupa atau kepompong

Setelah fase ulat sempurna, ulat terebut akan membuat cangkang. Cangkang penutup pupa berbeda beda tegantung dari jenis kupu kupunya juga. Cangkang pembungkus pupa dapat terbuat dari filament berupa benang yang menutupi selituh tubuhnya, bisa juga dengan menggulung daun yang berada disekitarnya untuk melindung diri dari presator, bisa juga berupa pengerasan kulit luar ulat itu sendiri.

Fase  ini biasanya berlangsung selama 12 hari.  Selama fase ini, ulat tidak mendapatkan asupan dai manapun atau biasa disebut juga dengan puasa. Namun bukan berarti kepompong tidak melakukan metabolism apapun. Metabolism tetap terjadi pada fase ini, hanya saja kepompong akan mencerna dirinya sendiri menggunakan enzim dalam dirinya. Hal ini akan terjadi selama fase kepompong, hingga menyisakan bagian penting yang nantinya akan membentuk dirinya menjadi kupu-kupu

Hampir semua bagian dari kepompong habis tercerna oleh enzimnya, tidak terkecuali bagian otaknya. Namun terdapat satu bagian yang tidak tercerna, yaitu bagian saraf neuron. neuron otak ulat tadi akan tetap tersimpan dan masuk dalam otak baru pada diri kupu-kupu. Hal ini yang menyebabkan kupu kupu menyimpan sedikit memori ketika dirinya masih menjadi ulat. Selain saraf neuron, bagian lain yang tidak tercerna adalah sel embrio khusus yang dimiliki oleh ulat sejak dia masih menjadi telur.

Baca Juga :   Daur Hidup Nyamuk, Cara Berkembang, Penyakit dan Cara Mengatasinya

Sel embrio tersebut yang akan digunakan ulat untuk melakukan proses pembentukan tubuh kupu-kupu. Masing-masing bagian tubuh memiliki embrionya sendiri misalnya ada embrio sayap, embrio tubuh, embrio antenna dan sel embrio organ kupu-kupu lainnya. Setelah 12 hari berlalu pada fase kepompong ini, kepompong siap menjadi kupu-kupu. membutuhkan energi yang sangat besar untuk bisa keluar dari kepompong tersebut. Hal ini juga yang menyebabkan ulat makan lebih banyak. menurut penelitian yang mendapatkan hasil bahwa kupu-kupu hanya memiliki berat 3 kali lebih ringan dibandingkan dengan berat saat menjadi kepompong.  Hal ini dapat disimpulkan bahwa kepompong mencerna hampir seluruh bagian tubuh ulat dan mempersiapkan tubuh kupu kupu yang cantik dan energi kuat.

Kupu-kupu

kupu kupu

Setelah berhasil keluar dari dalam kepompong dengan cara yang sangat mengagumkan. Kupu-kupu akan menggunakan semacam cairan dalam dirinya untuk melunakkan cangkang kepompong kemudian menggunakan cakarnya untuk merobek kepompong tersebut. Setelah berhasil keluar kupu-kupu akan melakukan pengeringan dan pengembangan dirinya. Fase ini berjalan pada beberapa jam saja dan waktu ini merupakan waktu yang sangat rentan dan bahaya bagi kupu-kupu karena dirinya tidak memiliki daya dan upaya sehingga akan mudah dimangsa oleh para predator. Setelah merasa dirinya siap dan memiliki kekuatan maka dirinya siap mengepakan sayap untuk pertama kalinya dan mulai melakukan pengembaraan hidupnya di dunia dengan tampilan yang apik dan menawan.

Kuupu kupu  menggunakan cairan dalam dirinya untuk melunakkan cangkang kepompong, lalu cakarnya digunakan untuk merobek kepompong tersebut. Setelah berhasil keluar kupu-kupu akan melakukan pengeringan dan pengembangan sayapnya. Pada fase ini  merupakan waktu yang sangat rentan dan bahaya bagi kupu-kupu karena dirinya tidak memiliki daya dan upaya sehingga akan mudah dimangsa oleh para predator.

Walau hanya memakan waktu yang sebentar, hanya beberapa jam saja namun fase pengeringan dan pengembangan sayap merupakan fase yang sangat penting. Jika sayap tidak dapat mengembang dengan sempurna, maka dengan otomatis kupu kupu tersebut akan caca dan tidak bisa terbang.

Baca Juga :   Daur Hidup Nyamuk, Cara Berkembang, Penyakit dan Cara Mengatasinya

Jika kalian mendapati fase kepompong yang hendak berubah menjadi kupu kupu, jangan sekali sekali membantunya keluar dari kepompng. Mengapa demikian, karena proses ini akan menghilangkan cairan sisa metabolism dalam perut kupu kupu dan mengembangkan sayapnya. Setelah sayapnya kering dan mengembang sempurna, kupu kupu  siap untuk sayap untuk pertama kalinya dan mulai melakukan pengembaraan hidupnya di dunia dengan tampilan yang apik dan menawan.

Habitat kupu-kupu

Makanan Kupu kupu berupa nectar pada bunga dan menggisap sari buah atau bangkai, tergantung dari jenis kupu kupu itu sendiri. Sangat berbeda dengan fase ulat yang makan daun dengan sangat rakus. kehadiran kupu-kupu juga bisa menjadikan indikator bahwa di tempat tersebut ada bunga atau buah yang enak rasanya dan kaya akan vitamin. Ada beberapa jenis kupu kupu yang hanya makan satu jenis buah saja didalam hutan, jika kupu kupu tersebut berada disuatu tempat, bisa dicirikan bahwa tempat tersebut terdapat buah yang dia makan.

Peran Kupu-Kupu dalam Kehidupan Manusia

Kupu kupu tidak hanya berfungsi sebagai hewan yang mamapu membantu tumbuhan dalam melakukan penyerbukan, pada fase kepompong pun memiliki fungsi apalagi fase kepompong dari ulat sutra. Ulat sutra memiliki kepompong yang dapat menghasilkan benang benang sutra halus dan berkualitas tinggi dengan harga yang cukup mahal. Para pengusaha kain sutra, biasanya melakukan budidaya ulat sutra untuk menjaga produksi dari benang benang sutranya tersebut.

Kehidupan ini diciptakan secara seimbang, jika fase fase kepompong dan kupu kupu memiliki fungsi dan peran bagi manusia pada fase ulat akan menimbulkan kerugian atau masalah bagi beberapa pihak. Contohnya adalah ulat pada tanaman pertanian. Keberadaan ulat dapat merusak tanaman petani yang mengakibatkan gagal panen dan seterusnya. Para petani biasanya akan menggunakan pestisida untuk membasmi ulat-ulat ini.