Sistem Koordinasi Pada Manusia : Pengertian, Macam – Macam dan Susunannya Terlengkap

5 (100%) 2 vote[s]

Mengenal Sistem Koordinasi Pada Manusia, Macam serta Susunannya

Sistem koordinasi pada manusia – tubuh manusia terdiri dari organ-organ tubuh dengan masing-masingnya memiliki fungsi tertentu. Supaya organ-organ tubuh bisa bekerja sama secara baik, maka dibutuhkan koordinasi (pengaturan). Pada sebagai besar hewan dan manusia, koordinasi dibutuhkan oleh sistem saraf, sistem hormon dan juga sistem indera. Dalam bab ini akan dibahas tentangsistem koordinasi pada manusia.

Sistem syaraf paling berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas merupakan kemampuan menanggapi rangsangan. Nah, untuk menanggapi rangsangan tersebut, terdapat 3 komponen yang perlu dimiliki oleh sistem saraf, yakni :

  1. Reseptor, ialah alat penerima rangsangan (impuls). Di dalam tubuh kita yang bertugas sebagai reseptor yakni organ indera.
  2. Konduktor (penghantar impuls), dijalankan oleh sistem saraf tersebut sendiri. Sistem srafa terdiri atas sel-sel saraf bernama neuron.
  3. Efektor ialah bagian tubuh yang bertugas menanggapi rangsangan. Efektor yang berperan penting pada manusia diantaranya kelenjar (hormone) dan otot. Otot menanggapi rangsang berbentuk gerakan tubuh, sementara hormone menanggapi rangsang caranya dengan meningkatkan atau menurunkan aktivitas pada organ tubuh tertentu. Seperti : memperlambat atau mempercepat denyut jantung, menyempitkan atau melebarkan pembuluh darah dan masih banyak lagi.

Sel Saraf (Neuron)

Sistem saraf tersusun dari sel-sel saraf/ neuron. Neuron tersebut yang bertugas dalam menghantarkan rangsangan (impuls). Sebuah sel saraf terdiri atas tigas bagian penting, yakni sendrit, badan sel dan neurit (akson).

  1. Badan sel
    Badan sel saraf adalah bagain terbesar dari sel saraf. Badan sel fungsinya untuk menerima rangsangan pada dendrit lalu meneruskannya ke akson. Badan sel saraf mempunyai kandungan inti sel & sitoplasma. Inti sel fungsinya menjadi pengatur kagiatan neutron.
  2. Dendrit
    Dendrit ialah serabut sel saraf pendek dan mencabang. Dendrit ialah perluasan dari badan sel. Dendrit fungsinya menerima serta menghantarkan rangsangan menuju badan sel
  3. Neurit
    Neurit fungsinya untuk membawa rangsangan badan sel menuju sel saraf lainnya. Neurit dibungkus degan selubung lemak yang bernama selubung myelin yang terdiri dari perluasan membrane sel schwaan. Selubung tersebut fungsinya menjadi isolator serta pemberi makan pada sel saraf.
Baca Juga :  Klasifikasi Sistem Saraf pada Manusia beserta Fungsinya

Macam-Macam Neuron (Sel Saraf)

Adapaun macam-macamnya sel saraf antara lain :

  1. Saraf sensorik
    Saraf sensorik ialah saraf yang membawa rangsangan dari reseptor menuju saraf pusat (sumsum tulang belakang dan otak).
  2. Saraf motoric
    Saraf motoric ialah saraf yang membawa rangsangan dari saraf pusat susunan saraf menuju efektor (kelenjar dan otot).
  3. Saraf konektor
    Saraf konektor ialah saraf yang menghubungkan rangsangan dari saraf sensorik menuju saraf motoric.

Macam-Macam Gerak

Gerak adalah salah satu cara bagaimana tubuh menanggapi rangsangan. Berdasarkan dari jalannya impuls (ransgangan) gerakan dibagi menjadi dua, yakni :

  1. Gerak sadar
    Gerak sadar (gerak biasa) merupakan gerak yang terjadi sebab disengaja atau disadari. Contohnya gerak sadar seperti, membuka paying, menulis, mengambil makanan dll.
    Skema gerak sadar : rangsangan (impuls) > reseptor (indera) > saraf sensorik > otak > saraf mototrik > efektor (otot).
  2. Gerak reflex (tak sadar)
    Gerak reflex ialah gerak yang terjadi secara tidak sengaja/ tidak sadar. Misalnya seperti menginjak benda runcing, gerakan ketika menghindari tabrakan, menjatuhkan buku tidak sengaja dll.
    Skema gerak tidak sadar : rangsangan (impuls) > reseptor (indera) > saraf sensorik > sumsung tulang belakang > saraf motoric > efektor (otot).

Susunan Sistem Saraf Manusia

Di dalam tubuh ada miliaran sel saraf dengan membentuk sistem saraf. Sistem saraf pada manusia ada sistem saraf tepid an saraf pusat. Saraf pusat terdiri dari sumsum tulang belakang dan otak. Sementara sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf otonom dan saraf somatic. Berikut ini penjelasan lengkapnya :

a. Sistem Saraf Pusat

  1. Otak
    Otak adalah pusat pengatur dari semua kegiatan manusia. Otak ini ada di rongga tengorak serta dibungkus tigas lapis selaput kuat bernama meninges. Otak manusia dibagi 3, yakni otak kecil (cerebellum), otak besar (cerebrum) dan sumsum lanjutan.
  2. Sumsung tulang belakang
    Sumsum tulang belajang fungsinya untuk menghantarkan im[uls dari dan menuju otak yang kedua memberi kemungkinan jalan gerak reflex terpendek.
Baca Juga :  Kulit Manusia : Bagian Bagian, Peranan dan Fungsinya Lengkap

b. Sistem Saraf Tepi

  1. Sistem saraf somatic dikenal dengan nama sistem sadar. Sistem ini dibagi menjadi sistem saraf cranial (saraf otak) dan saraf spinal (saraf sussum tulang belakang)
  2. Sistem tak sadar (saraf autonomy), saraf ini adalah bagian dari susunan saraf tepi yang kerjanya tidak bisa disadaro serta bekerja dengan otomatis. Secara fungsinya, saraf autonomy dibagi menjadi sistem saraf simpati dan sistem saraf parasimpatik.

Jadi, seluruh sistem organ pada tubuh manusia ini bekerja dengan teratur dan juga selaras, kecuali apabila terdapat gangguan maupun kelainan. Hal ini dikarenakan terdapat sistem yang mengatur kerja di berbagai sistem organ. Sistem organ tersebut dikenal dengan nama koordinasi.

Nah, sistem koordinasi pada manusia ini terdiri atas sistem indera, sistem saraf dan hormone (endoktrin). Sistem saraf (neutron) bersama dengan sistem hormone fungsinya mengatur dan juga memelihara fungsi dalam tubuh. Misalnya seperti, mengatur kontraksi otot, perubahan pada alat alat tubuh bagian dalam, serta sekresi di berbagai kelenjar dalam tubuh.

Peranan fungsi pada sistem koordinasi ini ternyata sangat penting. Apabila fungsi sistem koordinasi terganggu, maka orang akan kesulitan dalam melakukan aktivitas serta mempengaruhi kinerja sehari-hari. Semoga artikel ini memberikan wawasan kepada kalian akan pentingnya sistem koordinasi ini.

Baca juga:

/* */