Mata Juling (Strabismus) : Pengertian, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Komplikasi Terlengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Mata Juling (Strabismus), Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Komplikasinya

Mata juling (strabismus) – kondisi saat posisi dari kedua mata tidak sejajar serta melihat ke titik dengan arah yang berbeda disebut dengan mata juling. Dalam artikel kali ini akan dibahas tentang pengebab terjadinya mata juling (strabismus), gejalanya diagnosis dan pengobatan mata juling.

Mata juling atau di dalam istilahnya medis disebut dengan strabismus tersebut, terjadi karna disebabkan oleh gangguan koordinasi pada otot penggerak bola mata. Pada keadaan tersebut, satu mata kemungkinan bisa melihat menuju kea rah depan, sementara satu mata yang lain mungkin sedang melihat ke bawah, ke atas, maupun ke samping. Jadi, kedua mata tersebut tidak dapat fokus untuk melihat sebuah objek yang sama.

Penyebab Mata Juling

Mata juling (strabismus) ini disebabkan oleh gangguan koordinasi pada otot penggerak bola mata tersebut tidak selalu diketahui dengan pasti. Sejumlah pasien yang mengalami kondisi seperti ini sudah mempunyai strabismus semenjak lahir, sementara sejumlah pasien yang lain dapat terjadi pada saat sudah dewasa.
Terkadang, para pasien mata juling juga mempunyai anggota keluarga lainnya yang sedang mengalami mata juling.

Pada usia anak – anak, mata juling bisa dipicu dari mata yang bekerja dengan terlalu berat dalam mengatasi sebuah masalah penglihatan, misalnya seperti :

  • Rabun jauh
  • Rabun dekat
  • Astigmatisme

Pemicu mata juling (strabismus) lainnya pada usia anak – anak, tetapi jarang terjadi antara lain adalah :

  • Lumpuh otak
  • Sejumlah infeksi, misalnya seperti campak
  • Sejumlah kondisi genetik atau sindrom, misalnya seperti sindrom Down
  • Diabetes
  • Kanker mata retinoblastoma
Baca Juga :  Jamur : Pengertian, Ciri Ciri, Cara Hidup dan Kegunaannya Terlengkap

Berbeda dengan anak – anak, terjadinya penyebab mata juling pada saat usia dewasa, antara lain :

  • Cedera pada mata
  • Cedera kepala
  • Penyakit Grave
  • Diabetes
  • Stroke
  • Sindrom Guillain-Barre
  • Botulisme

Gejala Mata Juling

Berikut ini adalah gejala yang bisa dialami bagi pasien mata juling, adalah :

  • Mata terlihat dengan tidak sejajar.
  • Kedua mata tersebut tidak bergerak dengan bersamaan.
  • Memiringkan kepala ketika melihat sesuatu.
  • Sering berkedip maupun menyipitkan mata, khususnya di bawah sinar matahari.
  • Rasa tegang di area mata.
  • Sakit kepala.
  • Penglihatan kabur.
  • Penurunan persepsi maupun perkiraan akan jarak.
  • Penglihatan ganda.

Untuk keluhan pada penglihatan yang ganda terkadang akan terasa pada pasien mata juling tersebut yang terjadi di usia dewasa. Pada saat mata tidak dapat melihat pada satu titik yang sama, maka memang harusnya akan mengakibatkan penglihatan menjadi ganda.

Tetapi, hal ini tidak akan terjadi pada pasien mata juling yang kondisinya masih di usia anak – anak. Dua gambar yang mengirimkan mata kepada otak anak – anak tersebut akan diacuhkan dari otak serta otak akan lebih memilih gambar dari salah satu mata tersebut, maka hal ini biasanya terjadi dari mata yang sehat.

Dan hal tersebut sangat membahayakan, sebab bisa menyebabkan sebuah kemampuan penglihatan dari salah satu mata akan menjadi menurun, yakni dikenal dengan sebutan mata malas (amblyopia). Tetapi, bisa pula terjadi sebaliknya, yang mana justru mata malas inilah yang dapat mengakibatkan terjadinya mata juling (strabismus).

Diagnosis Mata Juling

Diagnosis serta pengobatan terhadap mata juling ini paling penting sejak dini, khususnya pada usia anak – anak. Tujuannya guna mencegah terjadinya hilangnya penglihatan. Segeralah konsultasikan pada dokter mata apabila anda maupun anak anda sedang mengalami beberapa gejala mata juling. Dokter akan menjalankan serangkaian pemeriksaan pada mata, diantaranta berupa :

  1. Uji reflex menggunakan cahaya kornea.
  2. Uji retina guna memeriksa kondisi di area belakang mata.
  3. Pemeriksaan visus mata guna mengetahui ketajaman penglihatan.
  4. Uji mata tertutup serta terbuka guna mengukur pergerakan dan juga kelainan pada mata.
Baca Juga :  Penyakit Infeksi HIV/AIDS : Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya di Rumah

Apabila mata juling disertai pula dengan gejala yang lain, maka dokter akan menganjurkan untuk pemeriksaan di bagian otak serta sistem syaraf guna mendeteksi kemungkinan keadaan lainnya. Pada saat bayi baru lahir bisa mempunyai mata juling, namun bila keadaan mata juling tetap berlangsung sesudah bayi usianya 3 bulan ke atas, maka segeralah untuk konsultasi kepada dokter.

Pengobatan Mata Juling

Jenis pengobatan mata juling tersebut harus sesuai dengan sebab serta tingkat keparahan dari yang diderita. Sejumlah jenis pengobatan yang kemungkinan bisa dilakukan, diantaranya :

  1. Penutup mata. Bila terjadi mata malas, maka dokter akan menyarankan penderita memakai penutup mata guna menutupi mata sehat. Hal ini dilaksanakan untuk mendorong pada otot penggerak bola mata lemah agar bekerja lebih keras.
  2. Kacamata. Kacamata dapat membantu mengobati mata juling sebab gangguan penglihatan mata, seperti rabun jauh.
  3. Tetes mata. Diberikan guna mengaburkan penglihatan pada mata yang lebih kuat untuk sementara, jadi kedua mata mempunyai fokus yang sama.
  4. Latihan mata. Pengobatan dilaksanakan dengan memberikan latihan khusus oleh otot-otot sebagai pengendali pergerakan mata.
  5. Suntik botox di otot mata yang sehat. Injeksi ini dilakukan guna melemahkan otot mata dengan lebih kuat, sehingga melatih pada otot mata lemah. Tetapi, efek botox terkadsang hanya berlangsung < 3 bulan.
  6. Operasi. Prosedur dalam operasi dilaksanakan untuk mengencangkan/ melonggarkan otot-otot sebagai pengendali pergerakan mata. Biasanya, operasi tambahan diperlukan guna bisa menyelaraskan mata dengan sepenuhnya.

Komplikasi Mata Juling

Apabila tidak segera memperoleh pengobatan, mata juling bisa mengakibatkan mata malas dan penglihatan kabur. Penglihatan kabur ini akan terjadi jika mata juling tidak dapat diatasi sampai usia 11 tahun. Jika sudah diobati,maka sebagian anak tersebut bisa saja kembali mengalami mata juling serta mata malas, sehingga perlu selalu dipantau.

Baca Juga :  Sintesis Protein : Pengertian, Tahapan dan Prosesnya Terlengkap

Demikianlah pembahasan tentang mata juling (strabismus). Mata juling pada umumnya tidak dapat dicegah. Tetapi, pencegahan pada komplikasi mata juling bisa dilakukan dengan cara deteksi dini serta pengobatan dengan tepat. Bayi yang baru lahir pun kesehatan matanya harus selalu dipantau. Semoga bermanfaat!

Baca juga: