Kromatografi : Pengertian, Sejarah dan Jenisnya Terlengkap 

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Sejarah dan Jenis Kromatografi

Kromatografi – Dalam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) istilah kromatografi sudah merupakan hal yang umum. Namun, bagi sebagian orang istilah tersebut jarang didengar. Apalagi bagi mereka yang mendalami ilmu sains, kromatologi menjadi istilah mendasar yang harus dipelajari.

Pengertian Kromatografi

Berdasarkan Wikipedia Kromatografi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk memisahkan molekul berdasarkan perbedaan pola pergerakan antara fase diam dan fase gerak untuk dapat memisahkan komponen yang berupa molekul yang berada pada larutan. Sedangkan menurut Keulmas tahun 1959 kromatografi merupakan teknik pemisahan campuran yang dilakukan secara fisika yang di dasarkan atas perbedaan distrbusi dari komponen-komponen campuran ada dua fase, yaitu fase diam (padat dan cair) serta fase gerak (cair atau gas).

Dalam kromatografi terdapat dua komponen yang paling penting, yaitu fase diam dan fase gerak. Dalam fase diam berupa zat padat aktif yang dikenal sebagai kromatografi penyerapan sedangkan dalam fase diam yang berupa zat cair maka disebut dengan kromatografi partisi atau kromatografi pembagian. Pencampuran cairan pewarna dapat dipisahkan dengan menggunakan teknik krimatografi karena terdapat perbedaan kelarutan antara zat penyusun pewarna. Contohnya, tinta hitam merupakan campuran dari beberapa warna. Campuran warna tersebut dapat dipisahkan dengan kromatografi, yang pada akhirnya kita dapat mengetahui komponen penyusun warna hitam tersebut.

Sejarah Kromatografi

Kromatografi pertama kali dikenalkan oleh Mikhail Semyonovich Tsvet seorang ahli botani yang berasal dari Rusia pada tahun 1906. Tsvet awalnya menemukan teknik kromatografi dalam penelitian yang dilakukannya untuk memisahkan klorofil dari pigmen-pigmen lain yang terdapat pada tanaman. Pada penelitiannya Tsvet memakai sebuah kolom gelas yang isinya serbuk kalsium karbonant untu memisahkan pigmen tanaman. Kalsium karbonat memiliki fungsi sebagai penyerap (adsorben), yang kemudian kolom tersebut dikenal dengan istilah kolom adsorben.

Baca Juga :  6 Transpor Zat Pada Membran Sel : Pengertian, Fungsi dan Contohnya Lengkap

Awal perkembangannya kromatografi berkembang sangat lambat selama 20 tahun pertama, namun setelah metoda kromatografi partisi dikenalkan tahun 1952, metoda ini menjadi suatu metoda yang universal. Metoda kromatografi ini banyak dikenalkan dalam bidang kimi aorganik maupun kimia an0rganik, biokimia, kimia bahan pangan, kimia analisa serta bidang lainnya. Selanjutnya kromatografi semakin berkembang dengan dilengkapi perangkat modern yang semakin canggih, yaitu komputer dan alat bantu lain segingga dapat memperluas manfaatnya dalam berbagai disiplin ilmu lainnya.

Jenis-jenis Kromatografi

Di tahun-tahun selanjutnya kromatografi terus mengalami perkembangan dengan lahirnya berbagai jenis kromatografi diantaranya sebagai berikut:

Kromatografi Cair

Kromatografi cair merupakan teknik yang sangat tepat digunakan untuk memisahkan molekul atau ion yang terlarut dalam sebuah larutan. Apabila larutan sampel berinteraksi dengan fase stasioner, molekul-molekulnya akan berinteraksi dengan fase stasioner. Namun, interaksinya akan berbeda disebabkan karena ada perbedaan daya serap, partisi atau ukuran, dan pertukaran ion. Berikut jenis dari kromatografi cair:

  1. Kromatografi fase terbalik
    Kromatografi fase terbalik merupakan alat analitikal yang kuat dengan perpaduan sifat hidrofobik serta polaritas fase stasioner yang rendah terikat secara kimia pada inert yang padat seperti silika. Metode ini ssering dipakai dalam proses ekstraksi serta untuk memisahkan senyawa yang sering menguap (non-volatile)
  2. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
    Kromatografi cair kinerja tinggi mempunyai kinerja yang hampir sama dengan kromatografi fase terbalik. Akan tetapi, metode ini memakai kecepatan dan tekanan yang tinggi. Kolom yang digunakan dalam metode ini lebih pendek serta mempunyai diameter yang kecil, namun dapat menghasilkan beberapa tingkatan equilibrium dengan jumlah yang besar.
  3. Size Exclusion Cromatography
    Metode ini sering disebut dengan gel permetation atau dapat juga disebut dengan filtration cromatography yang digunakan untuk memisahkan serta memurnikan protein. Metode ini sangat cepat dan juga tidak mencampuri berbagai jenis penyerapan. Media kromatografinya seperti gel dan berpori serta dapat memisahkan molekul kecil dan besar.
  4. Kromatografi pertukaran ion
    Metode ini sering digunakan dalam memurnikan materi biologis, misalna seperti asam amino, protein, peptida. Dengan menggunakan metode ini dapat dilakukan dengan dua tipe, yaitu ruang datar maupun dalam kolom.
    Pemisahan dengan menggunakan metode ini sangat selektif dan biaya untuk mengoperasikannya cukup murah serta memiliki kapasitas yang tinggi. Jadi, metode krimatografi pertukaran ion sering digunakan pada awal proses keseluruhan.
Baca Juga :  Sebab Badan Menggigil Saat Kedinginan Secara Biologi

Pada umumnya kromatografi dibagi menjadi dua jenis, yaitu kromatografi gas dan kromatografi cair. Kromatografi cair memiliki beberapa jenis, yang terdiri dari kromatografi kertas, kromatografi kolom, serta kromatografi lapis tipis. Berikut masing-masing pejelasannya:

  1. Kromatohgrafi kertas
    Kromatografi kertas adalah jenis kromatografi yang menggunakan fase diam kertas yaitu kertas yang memiliki kandungan selulosa di dalamnya, sedangkan menggunakan pelarut atau campuran pelarut yang sesuai untuk digunakan sebagai fase geraknya.
  2. Kromatografi kolom
    Kromatografi kolom yaitu kromatografi yang memakai kolom gelas dalam metodenya. Proses kromatografi ini sering digunakan dalam memisahkan pigmen pada tumbuhan.
  3. Kromatografi lapis tipis
    Kromatografi lapis tipis merupakan meode analisis kualitatif berasal dari sampel yang akan diperiksa dengan cara memisahkan komponen sampel berdasarkan perbedaan kepolaran. Prinsip kerja dari metode ini yaitu memisahkan samel dengan berdasarkan perbedaan kepolaran antara sampel dengan pelarut yang digunakan.

Nah, demikian penjelasan mengenai Kromatografi dalam ilmu sains yang jarang diketahui oleh sebagian orang. Jadi, kromatografi merupakan teknik pemisahan campuran yang dilakukan secara fisika yang di dasarkan atas perbedaan distrbusi dari komponen-komponen campuran ada dua fase, yaitu fase diam dan fase gerak. Semoga artikel ini dapat digunakan sebagai referensi serta bisa menambah pengetahuan.

Baca juga:

/* */