Klasifikasi Sistem Saraf pada Manusia beserta Fungsinya

4.8 (96.67%) 6 votes

Klasifikasi Sistem Saraf pada Manusia beserta Fungsinya

Sistem Saraf pada Manusia dan Fungsinya – Secara umum, sistem saraf mempunyai peran sebagai pengatur, seperti kontraksi yang terjadi pada otot, perubahan-perubahan alat tubuh yang ada di bagian dalam berlangsung sangat cepat, serta kecepatan proses sekresi dari sejumlah bagian kelenjar endokrin. Sistem saraf pada manusia dan fungsinya memiliki sifat sebagai pengatur secara kompleks dan juga khusus.

Klasifikasi Sistem Saraf

Sistem saraf pada manusia bersama dengan sistem hormon, memiliki peran dalam menjaga fungsi-fungsi utama dari tubuh. Sistem saraf tersebut sebagai penerima berjuta-juta macam bentuk rangsangan yang berawal dari berbagai bagian organ. Semua bentuk rangsangan akan bersatu untuk menentukan interaksi dan juga mngetahui bagaimana respon yang diberikan oleh bagian-bagian tubuh. Bentuk rangsangan yang berasal dari bagian luar tubuh disebut rangsangan eksternal, sementara rangsangan dari bagian dalam tubuh disebut sebagai rangsangan internal.

Sistem Saraf pada Manusia

Sistem saraf pada manusia terdiri atas beberapa bagian. Seperti, bagian yang menerima sebuah rangsangan termasuk saraf pada alat indra, lalu ada bagian yang meneruskan rangsangan ke bagian pusat saraf (saraf sensorik), selanjutnya ada bagian yang menafsirkan rangsangan (saraf pusat), dan ada pula bagian yang meneruskan jawaban menuju bagian efektor (saraf motorik).

Baca Juga :  8 Fungsi Kelenjar Minyak Pada Kulit Manusia dan PengertiannyaTerlengkap

Rangsangan yang datang dari bagian luar tubuh akan diterima oleh alat-alat indera kita yaitu terdiri atas mata, hidung, lidah, telinga serta kulit. Berbagai informasi dari ujung saraf alat indera kita, akan diubah jadi sebuah impuls berupa semacam aliran arus listrik sangat lemah. Impuls diteruskan bagian saraf sensorik menuju bagian saraf pusat. Berikut penjelasannya:

1. Sel Saraf (Neuron)

Berdasarkan fungsi atau juga peranannya, neuron dikelompokkan menjadi tiga bagian, yakni neuron sensorik, neuron motorik, serta neuron konektor. Pembahasannya dibawah ini:

a. Neuron Sensorik

Neuron sensorik ialah neuron berbadan sel yang bergerombol yang akan membentuk ganglia, bagian aksonnya pendek namun bagian dendritnya panjang. Neuron sensorik mempunyai ikatan langsung dengan alat indera sebagai suatu proses penerima rangsangan. Sel saraf ini memiliki fungsi utama yaitu menghantarkan impuls saraf bagian alat indera berlanjut ke bagian otak ataupun sumsum tulang belakang, sehingga sel saraf ini sering disebut sebagai neuron indera.

b. Neuron Motorik

Neuron motorik ialah neuron yang memiliki bagian dendrit relative pendek dan akson relative panjang. Dendrit berhubungan langsung dengan akson lain, sementara akson berkaitan langsung bagian efektor berupa otot ataupun kelenjar. Neuron motorik fungsinya membawa impuls dari bagian otak/ bagian sumsum tulang belakang lalu diteruskan menuju bagian otot/ kelenjar tubuh. Sehingga, neuron ini seringkali disebut neuron penggerak.

c. Neuron Konektor/ Interneuron

Neuron konektor bersifat multipolar dan memiliki dendrit pendek, jumlahnya relatif banyak serta akson yang relatif panjang dan pendek. Bagian ujung dendrit saraf lain membentuk sinaps. Neuron tersebut sering ditemukan pada bagian sumsum tulang belakang. Lalu pada bagian otak yang mempunyai fungsi utama dalam meneruskan rangsangan dari bagian neuron sensorik menuju bagian neuron motorik.

Baca Juga :  Sistem Peredaran Darah Manusia : Organ, Mekanisme dan Gangguannya

2. Impuls Saraf

Sifat Neuron bagian permukaan luar bermuatan positif dan bagian dalamnya bermuatan negatif. Kondisi ini disebut dengan polarisasi. Jika neuron ini dirangsang, maka akan terjadi perubahan tempat, yakni bagian luarnya menjadi negatif dan bagian dalamnya menjadi positif. Kondisi ini disebut dengan depolarisasi.

Impuls saraf adalah suatu peristiwa yang berhubungan dengan perubahan muatan pada membran plasma neuron di sepanjang bagian serabut saraf tersebut. Semua impuls saraf ini adalah sama. Suatu respon berbeda tidak disebabkan oleh impuls yang berbeda, akan tetapi pada reseptor dan efektor yang berbeda.

3. Mekanisme Gerak Refleks

Gerak refleks ialah suatu gerak yang terjadi/ berlangsung tanpa kesadaran. Gerak ini terjadi/ merespon dengan tiba-tiba sangat cepat ataupun otomatis pada suatu rangsangan. Gerak refleks tidak mengalami sebuah proses/kontrol pengolahan otak.

Tujuan dari gerak reflek adalah agar terhindar dari sebuah ancaman bahaya. Jadi, gerak refleks bisa diartikan sebagai suatu gerakan yang dapat terjadi tanpa adanya kehendak ataupun tanpa kesadaran terlebih dulu oleh kita.
Contohnya pada saat telapak tangan kita terkena benda tajam maka tanpa kita sadari akan menarik tangan tersebut. Proses mekanisme gerak refleks tersebut adalah suatu rangsangan sebab rasa sakit yang ditimbulkan oleh indera peraba, yakni telapak tangan. Rangsangan tersebut berlanjut ke bagian neuron sensorik.

Setelah neuron sensorik lanjut ke bagian neuron asosias (sel saraf penghubung) sumsum tulang belakang, tanpa diolah otak langsung menuju neuron motoric. Nah, pada bagian ini maka impuls mengirim ke bagian efector yaitu otot. Kemudian otot memberikan suatu tanggapan dengan cara menarik anggota tubuh yaitu tangan kita dari benda tajam yang menyakiti kita tadi. Dengan demikian, gerak refleks dengan impuls akan melalui jalan pendek/ menggunakan jalan pintas.

Baca Juga :  Alat Reproduksi Manusia : Pengertian, Bagian Bagian, dan Fungsinya Lengkap

4. Kelainan & Penyakit Pada Sistem Saraf Manusia

Berikut contoh kelainan serta penyakit yang sering timbul pada sistem saraf manusia, misalnya sebagai berikut :

a. Epilepsi

Epilepsi adalah penyakit yang terjadi karna serangan bagian neuron motorik ataupun bagian neuron sensorik secara berulang-ulang. Dampaknya otot akan berkontaksi berulang kali dan prosesnya tanpa disadari.
Akibatnya: kerusakan otak saat lahir, infeksi, racun, luka pada kepala, ataupun tumor otak. Cara menangani dengan memberikan obat-obatan anti epilepsi. Seperti phenytoin dan carbamazepine.

b. Alzheimer

Alzheimer ialah penyakit yang diakibatkan sebab kehilangan kemampuan keperdulian terhadap diri sendiri. Bagi penderita alzheimer, akan kehilangan kemampuan mengingat kejadian yang baru saja terjadi dalam dirinya. Selanjunya menjadi bingung/pelupa, sering bertanya-tanya yang sama persis, ataupun mudah tersesat dari tempat yang seringkali dikunjungi.

Akibatnya: luka pada kepala dan bisa pula karena faktor keturunan. Cara menangani bisa diberi obat-obatan yang berfungsi membantu mengembalikan kemampuan sistem sarafnya. Selain itu,harus selalu dijaga dan dirawat dengan intensif.

Dapat diambil kesimpulan bahwa sistem saraf pada manusia bisa bekerja karena adanya neuron sensorik, neuron motorik serta neuron konektor sehingga bisa terjadi sebuah rangsangan yang menimbulkan adanya gerakan refleks. Sampai disini dulu artikel kali ini mengenai Sistem Saraf Pada Manusia dan Fungsinya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Baca juga:

/* */