Klasifikasi Cacing Tanah : Jenis Beserta Contohnya Lengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Jenis dan Klasifikasi Cacing Tanah

Klasifikasi Cacing Tanah – pada ilmu klasifikasi makhluk hidup, cacing tanah termasuk dalam golongan kelas Oligochaeta. Dimana kelas Oligochaeta terdiri dari lebih 8.000 spesies yang berasal dari 800 genus. Tanah hutan alami dan tanah berumput (hamparan padang rumput) adalah sebagai bagian dari agroekosistem yang merupakan habitat cacing tanah. Cacing tanah akan banyak ditemukan hampir di seluruh penjuru dunia, kecuali di daerah dengan iklim ekstrim, contohnya seperti gurun dan area yang secara terus-menerus tertutup oleh salju dan es.

Klasifikasi Ilmiah Cacing Tanah

Berikut ini adalah beberapa klasifikasi cacing tanah :

  • Kingdom: Animalia
    Cacing adalah suatu organisme eukariotik dan multiseluler. Hewan ini memiliki kemampuan untuk bergerak dan hidupnya bergantung pada material tanaman dan mikroorganisme yang sudah mati sebagai makanannya.
  • Filum : Annelida
    Cacing tanah termasuk dalam golongan filum Annelida dimana tubuhnya memiliki segmen. Segmen pada tubuhnya disebut annuli, dipisahkan oleh dinding pemisah yang melintang disebut septa. Cacing tanah memiliki banyak segmen. Perlu diketahui bahwa beberapa spesies annelida, memiliki sedikit septa atau bahkan tidak ditemukan sama sekali.
  • Kelas/ Subkelas : Oligochaeta, cacing tanah memiliki satae atau bulu pada badannya, yang membantu mereka untuk menempel di permukaan selama pergerakannya. Cacing tanah mempunyai sedikit pelekat lateral / parapodia, dimana itu merupakan karakteristik dari subkelas polychaeta.
  • Orde: Haplotaxida, cacing tanah pada umunya dikategorikan pada orde Haplotaxida, yang merupakan satu dari dua orde Oligochaeta.
  • Famili: Lumbricidae, cacing tanah pada umumnya tergolong pada famili Lumbricidae, yang merupakan famili cacing tanah terbesar, sekitar 33 spesies cacing tanah teridentifikasi dalam famili ini.
  • Genus: Lumbricus, terdiri dari sebagian besar spesies cacing tanah yang ada di Eropa. Genus ini terdiri dari sekitar 700 spesies.
  • Spesies : Terrestris, merupakan cacing tanah asal Eropa yang sudah banyak tersebar di seluruh dunia, berwarna kemerahan dan dianggap sebagai hama yang serius, karena dapat mengungguli cacing tanah lokal.
    Ukuran cacing tanah berada pada kisaran panjang beberapa millimeter hingga 2 meter, dari berat sekitar 10 mg hingga hampir mencapai 1 kilogram, dan dengan diameter hingga kisaran 40 mm. Terdapat pencacatan sebuah specimen yang diperkirakan Microchaetus sp. mencapai pajang 7 m dan diameter 75 mm.
Baca Juga :  Alpukat : Deskripsi, Klasifikasi, Varietas, Kandungan dan Manfaat Bagi Kesehatan Terlengkap

Jenis Cacing Tanah

Cacing tanah termasuk ke dalam golongan kelas Oligochaeta. Oligochaetes biasanya banyak ditemukan di habitat air tawar, terutama pada tempat yang memiliki sedimen untuk menggali ke dalam tanah tersebut.

Cacing tanah merupakan hewan hermaprodit, yaitu mempunyai jenis kelamin ganda di dalam individu yang sama. Perkembangbiakan cacing tanah adalah dengan cara memegang clitella (bentuk jamaknya disebut clitellium) bersama, dan memasukkan sperma. Clitellium mempunyai lendir yang berfungsi untuk mentranfer sperma, dan juga menghasilkan suatu kepompong untuk telurnya beberapa hari setelahnya.

Penggolongan jenis cacing tanah adalah pembahasan yang biasanya dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan yang berbeda. Secara umum, orang akan mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan filogeniknya. Pada cacing tanah, para peneliti lebih banyak mengelompokkan berdasarkan fungsi ekologi daripada keturunan genetiknya. Sekarang ini banyak para peneliti yang melakukan klasifikasi cacing tanah dari kebiasaan cacing tanah dalam tanah. Berikut adalah uraiannya :

1. Cacing Tanah Epigeic

eiseniaEpigeic earthworm ditentukan oleh tempat tinggalnya yang berada di permukaan tanah. Kelompok ini dikarakterisasi berdasarkan bentuknya yang pendek, level pigmentasi yang tinggi, dan keberadaannya dimana-mana. Ditemukan di setiap daratan yang signifikan di bumi.

Kemampuan berkembangbiaknya memiliki masalah karena kurangnya kemampuan menggali tanah. Eisenia fetida merupakan spesies yang paling banyak ditemukan pada kelompok ini, dengan persebaran di berbagai iklim di dunia.

2. Cacing Tanah Endogeic

allolobophora_chloroticaEndogeic earthworm, kebalikan dari epigeic, hidup di dalam tanah dan menggunakannya untuk mencari makan. Secara kompleks, mereka akan menggali ke dalam tanah secara horizontal dan mendiami suatu layer tanah tertentu untuk mencari makan disana.

Pada suatu kasus tertentu, cacing tanah dapat menggunakan kembali liang yang telah mereka buat, namun secara umum mereka mengingat pergerakan horizontalnya. Berbeda dengan cacing tanah epigeic, endogeic mempunyai warna yang pucat, yaitu berwarna abu-abu, merah muda, hijau atau biru. Jumlah spesies pada kelompok cacing tanah endogeic sangat banyak, salah satu contohnya adalah Allolobophora chlorotica atau Murchieona muldali.

Baca Juga :  Cacing Tanah : Morfologi, Anatomi dan Perannya Terhadap Kehidupan Terlengkap

3. Cacing Tanah Anecic

lumbriscusAnecic earthworm memiliki ciri-ciri yang menonjol dibandingkan kedua cacing tanah epigeic dan endogeic. Tidak seperti cacing tanah endogenik, cacing tanah anecic membuat galian secara vertical ke dalam tanah. Sebagai tambahan, liang ini adalah permanen. Karena kemampuan mereka untuk membentuk liangsecara vertical, cacing anecic ini memilki kemampuan yang luar biasa untuk memperoleh nutrisi dari berbagai lapisan tanah.

Cacing tanah ini mampu muncul di permukaan tanah untuk mengambil daun dan dimasukkannya ke dalam liang dan memakannya. Cacing tanah anecic adalah salah satu varietas terbesar cacing tanah.

Contoh dari cacing tanah anecic yaitu Lumbricus terrestris dan Apporectodea longa.

Ketika kita membicarakan tentang cacing tanah, tentu tidak akan pernah terlepas dari tanah itu sendiri. Tanah adalah campuran heterogenus dari abiotik dan biotik. Hewan mikroinvertebrata dalam tanah yang dianjurkan sebagai makhluk hidup yang mungkin bisa dijadikan indicator kualitas dan kesehatan tanah adalah cacing tanah. Tanah yang dihidupi oleh banyak cacing tanah dinilai sebagai tanah yang subur.

Demikianlah artikel tentang klasifikasi cacing tanah, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan mengenai klasifikasi cacing tanah.

Baca juga:

/* */