Keseimbangan Ekosistem : Pengertian, Komponen, Faktor dan Contohnya Lengkap

4.8 (96.36%) 33 vote[s]

Pengertian Keseimbangan Ekosistem, Komponen, Faktor dan Contohnya

Keseimbangan Ekosistem dan Contohnya – Ekosistem ialah suatu tatanan kesatuan yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Makhluk hidup tidak bisa hidup sendiri di muka Bumi ini. Untuk memenuhi seluruh kebutuhannya, makhluk hidup memerlukan interaksi dengan sesama antar makhluk hidup lain dan juga lingkungannya.

Dengan inilah maka tercipta suatu hubungan saling timbal balik, baik saling menguntungkan ataupun saling merugikan. Semua keadaan dan perilaku tiap komponen dalam ekosistem akan memberikan pengaruh terhadapkeseimbangan ekosistem dan contohnya.

Komponen Ekosistem

Ekosistem terdiri dari komunitas biologis di suatu tempat (komponen biotik), faktor fisika dan kimiawi yang berpengaruh terhadap (komponen abiotik). Organisme dengan ciri ciri makhluk hidup misalnya seperti manusia, hewan, serta tumbuhan tergolong dalam komponen biotik. Sementara batu, temperatur, dan juga iklim termasuk dalam komponen abiotik.

1. Komponen Biotik

Komponen biotik menyubtitusi semua organisme yang terdapat dalam ekosistem. Secara umum, komponen biotik dibagi menjadi 3 yaitu produsen, konsumen, serta pengurai. Berikut penjelasannya:

Produsen

ialah semua makhluk hidup yang mempunyai kemampuan untuk menciptakan makanannya sendiri atau bisa melakukan proses fotosintesis. Yang masuk dalam kategori ini adalah tumbuhan, walaupun sejumlah biota laut seperti fitoplankton serta alga juga terdapat dalam kategori produsen.

Baca Juga :  Ekosistem : Pengertian, Macam Macam, dan Komponen-Komponen Terlengkapnya

Konsumen

adalah organisme yang memperoleh energi makanan menggunakan cara memakan organisme lain. Berdasarkan tingkat rantai makanannya konsumen dibedakan dari jenis makanannya. sementara berdasarkan jenis makanannya konsumen dibagi menjadi karnivora (hewan pemakan daging), herbivora (hewan pemakan tumbuhan), serta omnivora (hewan pemakan tumbuhan & daging).

Pengurai (decomposer)

ialah organisme dengan menguraikan organisme yang sudah mati.

2. Komponen Abiotik

Komponen abiotik menunjuk kepada benda yang tidak mempunyai ciri sebagai makhluk hidup (benda mati). Pada ekosistem, komponen abiotik merupakan kondisi kimia dan fisika hal/benda disekitar seabagai penunjang kehidupan makhluk hidup. Contoh komponen abiotik sebagai berikut:

Air

air adalah suatu hal vital yang diperlukan semua makhluk hidup. Tubuh manusia sekitar 70% terdiri dari air, begitu juga sebagian besar hewan dan tumbuhan membutuhkan air sebagai bagian dari bahan dalam fotosintesis. Akibat yang terjadi jika kekurangan air pada tumbuhan sudah terlihat. Tumbuhan akan menjadi layu dan akhirnya mati.

Cahaya matahari

sumber energi utama untuk kehidupan makhluk hidup, terutama pada rumbuhan ialah cahaya matahari. Fungsinya cahaya matahari untuk tumbuhan ialah sebagai bahan utama dalam proses fotosintesis.

Udara

udara terdiri dari banyak senyawa misalnya oksigen, gas nitrogen, karbondioksida, dan sebagainya. Manusia dan hewan membutuhkan senyawa oksigen untuk bernafas. Sementara tumbuhan untuk menyerap karbondioksida dari udara guna diproses dalam fotosintesis.

Tanah

tanah menjadi tempat hidup para organisme. Tanpa tanah, maka tumbuhan tak bisa hidup. Tumbuhan yang bisa hidup ini dipengaruhi dengan kondisi pada tanah. Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ialah tanah yang banyak terkandung humus. Tanah yang tercemar dengan logam berat akan menghasilkan tanaman yang sulit tumbuh. Bahaya logam berat akan mempengaruhi pula kehidupan manusia beserta hewan disekitarnya.

Baca Juga :  Jenis Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya Terlengkap

Iklim

iklim ialah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang relatif lama. Komponen dalam iklim ini adalah kelembaban, curah hujan, suhu, dan sebagainya. Kondisi ini akan mempengaruhi terhadap tumbuh kembangnya tanaman di daerah tersebut.

Keseimbangan Ekosistem

Semua kelas organisasi kehidupan pada ekosistem saling hubungan timbal balik membentuk kehidupan harmonis dan seimbang. Sama dengan tubuh manusia yang mempunyai sistem penunjang untuk menjaga kestabilan, begitupun ekosistem terjadi hubungan yang hampir sama. Kondisi inilah yang disebut dengan keseimbangan ekosistem atau keadaan homeostasis.

Sama halnya pada sistem tubuh seperti sistem pencernaan manusia atau sistem sirkulasi manusia, di dalam sistem ekosistem juga bisa terganggu keseimbangannya. Kondisi bumi selalu berubah setiap waktu walaupun sedikit, misalnya ialah cuaca. Cuaca hari ini bisa saja berbeda dengan cuaca pada esok hari. Kita mungkin pernah belajar tentang musim di Indonesia.

Dua dekade terakhir, pada musim hujan dan musim kemarau yang ada di Indonesia bisa saja diprediksi waktunya. Sementara sekarang, musim penghujan serta kemarau sulit diprediksi awalnya.

Faktor yang Mempengaruhi Keseimbangan Ekosistem

Perubahan di ekosistem terpegaruh oleh beberapa faktor sehingga akan mengganggu kondisi homeostasisnya. Faktor pengganggu pada keseimbangan ekosistem mencakup faktor alam serta faktor perilaku manusia. Berikut penjelasannya:

1. Faktor Alam

Faktor alam banyak terpengaruh oleh bencana alam yang telah terjadi. Beberapa bencana yang bisa menjadi pengaruh keseimbangan ekosistem diantaranya:

  • Gunung meletus
  • Tsunami
  • Gempa
  • Banjir
  • Longsor
  • Pergeseran lempeng tektonik

Beberapa bencana alam ini kemungkinan terjadi karena ulah dari manusia sendiri, seperti banjir dan juga longsor.

2. Faktor Perilaku Manusia

Perilaku manusia yang tak bertanggungjawab bisa merusak keseimbangan ekosistem, baik dalam ekosistem alami ataupun ekosistem buatan. Dengan pertumbuhan penduduk sangat pesat, manusia menjadi semakin banyak mengeksploitasi alam secara berlebihan guna memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Sejumlah perilaku manusia yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem diantaranya:

  1. Penebangan Liar. Selain berpotensi sebagai penyebab longsor serta banjir, penebangan liar membuat habitat hewan menjadi rusak.
  2. Pencemaran. Dampaknya dari pencemaran udara adalah menipisnya lapisan ozon sebagai pelindung Bumi (pemanasan global).
  3. Penggunaan pupuk anorganik & pestisida. Pemakaian pupuk anorganik dan pestisida bisa mengikis kesuburan pada tanah sehingga tanah menjadi rusak dan membunuh organisme ekosistem sawah.
  4. Pembuangan limbah sembarangan. Semua limbah jika tak diolah dan langsung dibuang maka menimbulkan masalah lingkungan yang berakibat bagi kesehatan manusia.
Baca Juga :  Ekosistem Darat : Pengertian, Ciri, Komponen, Jenis dan Manfaatnya Terlengkap

Jadi, beberapa masalah lingkungan yang terjadi penyebab dari perilaku manusia ini harus dikurangi supaya keseimbangan ekosistem tak terganggu. Maka dari itu, manusia perlu menyadari bahayanya jika tidak melestarikan lingkungan untuk kehidupannya. Dengan demikian usaha pelestarian lingkungan hidup bisa mulai dilakukan manusia berawal dari tingkatan diri sendiri serta dalam keluarga. Seperti itulah pembahasan mengenai Keseimbangan Ekosistem dan Contohnya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

/* */