Kelainan Sistem Ekskresi Manusia : Pengertian, Penyebab, Ciri, Dampak dan Cara Mengatasinya

Posted on
5 (100%) 1 vote

Pengertian Kelainan Sistem Ekskresi Manusia, Penyebab, Ciri, Dampak dan Cara Mengatasinya

Manusia merupakan makhluk hidup paling sempurna ciptaannya dibandingkan makhluk hidup yang lainnya. Terdapat banyak sekali sistem kerja organ yang terdapat dalam tubuh manusia. seperti sistem pernafasan, sistem saraf, sistem integumen, sistem eksresi, sistem rangka, sistem otot, sistem endokrin, sistem reproduksi, sistem kekebalan tubuh, sistem pencernaan dan sistem sirkulasi pada manusia.

Setiap sistem akan berjalan dengan baik jika keadaan tubuh manusia  dalam keadaan normal, namun terkadang ada beberapa kondisi yang membuat tubuh manusia tidak dalam keadaan normal, misalnya karena penyakit keturunan ataupun pengaruh lingkungan, sehingga menimbulkan kelainan-kelainan pada tubuh dan sistemnya. Pada artikel sebelumya, telah dibahas mengenai mekanisme peredaran darah pada manusia dan kelainan pada sistem peredaran darah manusia. Pada artikel kali ini, akan dibahas khusus mengenai kelainan pada sistem eksresi.  Namun sebelumnya, alangkah baiknya jika kita memahami terlebih dahulu mengenai organ-organ eksresi pada manusia beserta kelainan pada sistem ekskresi :

Keadaan tubuh yang baik mengindikasikan bahwa semua sistem yang berada dalam tubuh berjalan dengan baik dan lancer. Namun jika sistem dalam tubuh tidak lancar maka tubuh akan memperlihatkan kondisi yang tidak baik pula. Baik atu tidaknya kondisi tubuh dapat dipengaruhi oleh lingkungan (termasuk asupan makanan) dan penyakit keturunan. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang kelainan yang terjadi dalam sistem ekskresi, apa saja penyebabnya

1. Kulit

Kulit adalah lapisan paling luar yang melindungi tubuh manusia. Kulit manusia berguna sebagai organ eksresi, dapat mengatur suhu tubuh dan mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan dengan cara mengatur jumlah keringat. Kulit juga merupakan pusat penerima rangsangan atau  reseptor sensori yang mendeteksi rasa sakit, sensasi dan tekanan. Bagian-bagian kulit manusia dan fungsinya pada manusia dapat Anda pelajari pada artikel sebelumnya.

Pertahanan awal pada tubuh ada pada kulit. Kulit dapat mempertahankan tubuh dari terhadap bakteri, virus dan mikroba lainnya. Perlindungan terhadap radiasi sinar UV didapatkan dari rambut halus dan kulit, kulit juga memiliki melanin yang dapat mencegah terbakarnya kulit menurut American Academy of Dermatology. Warna kulit manusia ditentukan oleh interaksi antara melanin, karoten dan hemoglobin. Kulit terdiri dari 3 lapisan jaringan, yaitu epidermis, dermis dan hypodermis.

  • Epidermis, Lapisan ini hanya setebal 10 mm, epidermis terbentuk dari 40 hingga 50 tumpukan sel yang disebut sel squamous atau keratinosit, menurut Cleveland Clinic. lapisan kulit paling atas dan tidak memiliki pembuluh darah. Epidermis juga mengandung melanosit, yang memproduksi melanin. Melanin pigmen gelap yang memberikan warna pada kulit. Lapisan epidermis mudah sekali mati dan terkelupas, karena tidak menerima asupan nutrisi dari jaringan yang ada di bawahnya. Hanya sebagian saja yang masih menerima nutrisi. Lalu kulit yang tidak menerima nutrisi tersebut akhirnya mati dan terkelupas.
  • Dermis, Lapisan dermis memiliki dua bagian lapisan, lapisan papillary dan lapisan reticular. Lapisan papillary terdiri dari jaringan ikat longgar, dan jaringan reticular terdiri dari jaringan ikat padat. Kedua jaringan ini memberikan elastisitas, bekerja untuk melawan kerutan dan kekenduran karena memungkinkan untuk meregang. Pembuluh getah bening juga berada dalam lapisan dermis, yang berfungsi untuk menghindari infeksi dan benda asing lainnya yang masuk melalui kulit. Lapisan dermis juga memiliki kelenjar minyak yang menempel pada folikel rambut dan kelenjar keringat.
  • Hypodermis, juga dikenal dengan sebutan jaringan subkutan, merupakan lapisan terdalam dari kulit. Lapisan ini melindungi tubuh dan bantalan organ internal. Hypodermis terdiri dari jaringan ikat yang disebut jaringan adipose, yang menyimpan kelebihan energi sebagai lemak. Pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf da folikel rambut juga melintasi lapisan kulit ini.
Baca Juga :   Organ Reproduksi Wanita: Pengertian, Fungsi dan penjelasannya Lengkap

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa kulit merupakan pelindung tubuh paling uar, sehingga tidak jarang pula terjadi gangguan atau  Kelainan pada sistem eksresi kulit :

Kanker kulit

kanjer kulit

terdapat tiga jenis kanker yang dapat menyerang kulit, yaitu

  • karsinoma sel basal, adalah jenis yang paling sering ditemukan. Kanker ini ditandai dengan kulit yang berwarna atau memiliki sedikit warna seperti mutiara. Jenis ini jarang menyebar ke bagian tubuh lainnya atau melastatis, namun akan menjadi serius jika tidak ditangani. Jenis kanker ini dapat merusak jaringan kulit dan tulang.
  • karsinoma sel skuamosa, Kanker jenis ini ditandai dengan kasarnya permukaan kulit dan luka pada kulit. Jenis kanker ini dapat menyebabkan kematian hingga 10% dari total penderita. karsinoma sel skuamosa merupakan jenis kanker yang paling sering ditemukan kedua setelah karsinoma sel basal.
  • Melanoma, merupakan jenis kanker yang paling serius. Ciri cirinya kangker ini membuat kulit terlihat lebih gelap, berubah,dan  keluar bercak merah. Melanoma merupakan penyakit yang fatal pada 35% pasien yang didiagnosa penyakit kanker ini.

Kutil

kutil berupa benjolan kasar yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini menghambat pembuluh darah , yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus papiloma Biasanya muncul di tangan atau kaki, terkadang titik hitam akan terlihat pada benjolan kutil.

Eksim atau dermatitis

kulit yang terkena eksim akan terlihat merah, gatal, dan kulit terkelupas. Penyebab penyakit ini biasanya karena keturunan dan factor luar. Penyakit ini bisa ditangani dengan obat anti inflamasi dan salep yang dijual di pasaran

Jerawat

merupakan kelainan pada rambut dan kelenjar minyak dalam kulit,. Munculnya jerawat dipengaruhi oleh perubahan hormone. Jerawat dapat diatasi dengan produk vitamin A (retinol), asam salisilat (untuk membuka pori kulit), benzoil peroksida (untuk mengurangi bakteri), dan antibiotic (untuk mengurangi inflamasi). penyakit ini umum dialami dan dapat diobati oleh ahli kulit.

merupakan konsidi dimana melanosit, tidak berfungsi dengan baik. Pada beberapa kejadian, keadaan ini diserang oleh sistem imun, terkadang sel ini secara misterius mati atau berhenti bekerja. Saat hal itu terjadi, pasien akan mengalami bercak putih pada kulit.

2. Paru paru

Organ ini adalah bagian penting dari sitem pernafasan dan managemen eksresi tubuh. Paru-paru merupakan suatu jaringan besar yang terletak di dalam tulang rusuk, di atas diafragma. Walaupun bernafas merupakan hal yagn sederhana, namun terdapat sistem yang kompleks didalamnya. Orang dewasa biasanya mengambil nafas 15-20 kali per menit, dimana dalam sehari kapasitas vital paru-paru bisa mencapai 20.000/ satu kali tarikan nafas.

Baca Juga :   Fungsi Penting Alveolus Bagi Paru Paru Manusia

Paru paru kanan dan kiri memiliki bagian (lobes) yang berbeda, paru paru kanan memiliki 3 bagian lobes dan paru paru kiri memiliki 2 bagian lobes. Lobes ini dikelilingi oleh membrane yang disebut pleura, dan berbentuk seperti spons. Pleura ini membatasi paru paru dari dinding dada. Pada saat paru paru terluka atau terkena benturan benda keras atau tajam, paru paru tetap dapat melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa demikian , karena Setiap belahan paru-paru memiliki pleuranya mesing-masing.

Cara kerja paru paru sangat detil, Paru-paru memiliki cara khusus untuk melindungi dirinya. Cilia, yang terlihat seperti lapisan rambut yang sangat tipis, berbaris di pipa bronchial. Lender yang berada dalam tenggorokan berasal dari gelombang cilia. Lendir tersebut membersihkan paru-paru dan debu yang masuk kedalam paru paru, kuman dan benda-benda asing yang mungkin masuk ke dalam paru-paru juga.

Penyakit saluran pernafasan

Penyakit saluran pernafasan mempengaruhi saluran pernafasan yang membawa oksigen dan gas lainnya ke dalam paru-paru. Penyakit saluran pernafasan mengakibatkan penyempitan atau penutupan saluran pernafasan. Biasanya penderita penyakit ini merasa kesulitan bernafas, seperti bernafas menggunakan sedotan. penyakit ini terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya asthma, emphysema, bronchitis, dan bronchitis kronis.

Penyakit jaringan paru-paru

paru paru yang terluka atau terjadi pembengkakan pada jaringan yang membuat paru-paru tidak dapat mengembang sempurna. Kondisi ini membuat paru-paru sulit untuk mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. penyakit ini mempengaruhi struktur jaringan paru-paru. Orang dengan penyakit ini mereka sulit bernafas hingga dalam, terkadang merasa seperti menggunakan sabuk atau baju yang etrlalu ketat. Contoh penyakit jenis ini adalah pulmonary fibrosis dan sarcoidosis.

Penyakit sirkulasi paru-paru

Kondisi ini mempengaruhi kemampuan paru-paru untuk mengambil oksidan dan mengeluarkan karbon dioksida. penyakit ini mempengaruhi kerja dari pembuluh darah pada paru-paru, dan mengakibatkan pembekuan, luka, atau pembengkakan pembuluh darah. Penyakit ini juga dapat mengakibatkan gangguan pada fungsi jantung. Contoh dari jenis penyakit ini adalah hipertensi pulmonal.

3. Hati

Hati berfungsi mengeluarkan racun dari dalam tubuh, memproduksi empedu yang berfungsi untuk memecah lemak dan membantu pencernaan. Hati juuga mengatur kadar kolestrol dan membantu penggumpalan darah.  Hati akan memerintahkan empedu untuk melepaskan cairan empedu kedalam usus, saat kita memakan lemak atau minyak. Empedu kemudian menempatkan sampah atau produk sisa dalam usus. Kemudian usus akan menyerap lemak kedalam peredaran darah. Darah akan memenuhi hati, lalu membawa seluruh produk sisa metabolism tersebut.

penyakit hati

Hati memproduksi zat besi dan juga sel darah merah. Asam amino yang telah di pecah oleh hati akan masuk ke ginjal. Aasam amino ini digunakan oleh ginjal untuk melakukan fungsinya sebagai organ dalam sistem ekskresi. Lalu hati menyimpan vitamin, kemudian mengulangi siklusnya secara terus menerus. Hati mempunyai tugas yang sangat berat dalam tubuh, karena hati harus mengeluarkan racun racun yang terdapat didalam tubuh kita. Jika hati kita tidak terjaga, besar kemungkinan hati kita akan terganggu  dan rusak. Berikut ini bentuk gangguan pada hari :

Baca Juga :   Sendi : Pengertian, Macam - Macam dan Contohnya Terlengkap

Cirrhosis

minuman keras dapat melukai hati, yang akhirnya hati akan mengalami kelukaan.

Penimbunan lemak hati

yaitu pembentukan lemak pada sel-sel hati, biasanya terjadi pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Hepatitis

merupakan pembengkakan pada hati diakibatkan oleh infeksi virus atau paparan zat yang berbahaya seperti alcohol.

Primary billiary cirrhosis

adalah penyakit yang jarang dan jenis penyakit jangka lama yang merusak saluran empedu dalam hati.

4. Ginjal

Urine adalah produk ekskresi yang dihasilkanoleh ginjal, proses pengeluaran nya disebut sebagai urinasi. Ginjal memproduksi, menyimpan dan membuang urin. Urin terbentuk dari saringan sisa metabolism yang berbentuk mineral garam dalam darah,dan kelebihan air dalam tubuh. Saluran urin berbentuk pipa tipis bernama ureter menuju kandung kemih. Saat urinasi, urin akan keluar dari kandung kemih melalui uretra.

batu ginjal

Ginjal membuang sampah yang dibentuk dari pecahan protein dari darah melalui penyaring kecil yang disebut nefron. Setiap nefron terdiri dari dari sebuah bola yang dibentuk dari kapiler kecil darah, yang disebut glomerulus, dan tabung kecil yang disebut renal tubule. Sampah yang dibuang oleh ginjal merupakan urea. Urea, mineral garam, dan air yang membentuk urin kemudian melewati nofron dan turun ke renal tubule ginjal. Ginjal merupakan organ yang tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri, dan banyak hal yang dapat mengganggu aktifitas ginjal.

infeksi saluran kencing

terjadi karena masuknya bakteri ke saluran urinasi dan mempengaruhi uretra, kandung kemih atau bahkan ginjal.

interstitial cyctitis atau sindrom

penyakit kandung kemih, hal ini menyebabkan tekanan pada kandung kemih dan rasa sakit. Penyakit ini merupakan kondisi kronis kandung kemih. terkadang rasa sakit yang bervariasi timbul hingga menjalar ke panggul. Sindrom ini dapat mengakibatkan luka gores pada kandung kemih dan membuat kandung kemih menjadi tidak elastic.

Prostatitis

merupakan pembengkakan pada kelanjar prostat. Gejala yang ditimbulkan berupa urinasi yang tidak dapat dikontrol dengan frekuensi yang sering, nyeri pada panggul dan rasa sakit saat buang air kecil. Prostatitis terjadi pada pria, kebanyakan penyakit ini dialami oleh pria dengan usia lanjut.

Batu ginjal

Batu ginjal terbentuk dalam waktu yang tidak sebentar, dan terbentuk saat bahan bahan kimia yang terkandung dalam urin mencapai konsentrasi yang cukup untuk membuat massa padat. Karenanya batu ginjal merupakan gumpalan kalsium oksalat yang banyak ditemukan disaluran kencing. Penyakit ini menyebabkan rasa sakit di punggung dan pinggang, dalam keadaan tertentu bisa disertai bercak darah dalam urin.

Gagal ginjal atau gagal renal,

merupakan gangguan berat pada ginjal. Kondisi ginjal yang parah mengakibatkan ketidak mampuan ginjal untuk menyaring sisa metabolism. Dengan kata lain ginjal sudah tidak mampu bekerja sebagai organ ekskresi. Hal ini menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Sedangkan sisa metabolism tersebut harus segera di keluarkan, jika tidak akan meracuni tubuh.

Demikian pembahasan tentang kelainan dan gangguan pada organ organ ekskresi, semoga bermanfaat.

Baca Juga :