6 Kelainan Kulit Pada Manusia dan Cara Mengatasinya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Kelainan Kulit Pada Manusia dan Cara Mengatasinya

Kelainan Kulit pada Manusia dan Cara Mengatasinya – Kulit adalah bagian tubuh paling luar manusia yang dapat terlihat oleh mata dan secara langsung kontak dengan lingkungan. Sebagai orang, kulit adalah hal yang sangat utama diperhatikan tentang kesehatan, keindahan, hingga warnanya. Jadi tak heran banyak orang menjalankan perawatan kulit. Kulit adalah organ tubuh paling besar dari manusia. Untuk orang dewasa, kulit mempunyai berat sekitar 3,6kg dan luas 2 m2. Nyatanya jika tidak ada kulit dalam tubuh, maka manusia dapat mengalami penguapan.

Fungsi kulit dalam tubuh manusia ada banyak, diantaranya menjadi salah satu organ sistem eksresi manusia, perisai insulasi, dan juga menjaga tubuh pada suhu yang ekstrim, bahaya adanya bahan kimia dan bahaya sinar matahari. Kulit pun memiliki zat antibakteri guna mencegah infeksi, memproduksi vitamin D guna mengubah kalsium supaya dapat dipakai oleh tulang jadi tulang menjadi sehat serta kuat. Untuk fungsi tambahan, kulit adalah sensor saraf guna menjaga otak ketika berhubungan dengan lingkungan. Pada waktu yang bersamaan, kulit pula memungkinkan kita guna bergerak bebas. Hal-hal tersebut dapat membuktikan bahwa kulit adalah salah satu organ paling luar biasa serta serbaguna.

Kelainan Kulit Pada Manusia dan Cara Mengatasinya

Kulit adalah bagian paling luar tubuh yang kerap berhubungan langsung dengan lingkungan luar, jadi tidak heran bila kulit mempunyai banyak masalah maupun kelainan yang kemungkinan dapat terjadi. Kelainan kulit tersebut bisa disebabkan karena alergi maupun kontak langsung dari satu ataupun lebih dari zat yang berbahaya. Kulit bisa kontak dengan zat lain melewati pencelupan, kontak menggunakan peralatan yang terkontaminasi, maupun zat tersebut kena secara langsung ke kulit. Artikel kali ini akan membahas mengenai kelainan Kulit pada Manusia dan Cara Mengatasinya.

Baca Juga :  Folikel Rambut Pada Kulit : Struktur, Pertumbuhan, Fungsi, dan Cara Menjaganya Terlengkap

Berikut beberapa contoh yang mungkin terjadi kelainan kulit beserta jenis-jenis penyakit kulit :

1. Contact Dermatitis (Eksim)

Penyakit kulit yang sangat umum terjadi ialah contact dermatitis atau kerap dikenal dengan nama eksim. Eksim ini diakibatkan karena inflamasi kulit. Gejalanya berbentuk kulit kemerahan, gatal, kering, bengkak, melepuh, pecah-pecah, mengelupas dan berdarah. Ada dua jenis eksim, yakni eksim iritasi serta eksim alergi. Keduanya mempunyai penampakan yang sama tetapi penyebabnya berbeda. Kedua jenis eksim tersebut dapat muncul secara bersamaan dan tidak jarang jika eksim alergi akan dapat berkembang eksim iritasi.

Irritant dermatitis (Eksim iritasi) bisa disebabkan dari agen fisik maupun kimia yang dapat merusak sel, seperti produk pembersih, cairan logam, cairan organik, semen, serta bahan-bahan kimia yang lain. Eksim iritasi menjadikan kulit lebih rentan dari hal-hal yang memiliki resiko buruk terhadap kesehatan, seperti bakteri serta bahan kimia. Ketika tidak ada kontak dari bahan-bahan yang mennyebabkan iritasi, maka keadaan eksim ini berhenti (membaik).

Eksim alergi diakibatkan oleh paparan terhadap allergen maupun bahan sensitizer, terkadang zat-zat berbahaya, misalnya seperti semen, logam (kromium dan nikel) dan resin. Latex ialah bahan yang terkadang menjadi penyebab dari eksim alergi. Terkadang terjadi di industri bahan-bahan kesehatan, yang mana sarung tangan latex ialah pemakaian rutin. Saat sistem imun pada pasien bereaksi kea rah allergen, maka kulit pun akan menjadi sensitif, dan masalah ini terkadang akan bertahan lama dan juga paparan yang lebih lanjut dapat menyebabkan serangan pada eksim alergi.

2. Contact Urticarial

Contact urticaria adalah keadaan kulit yang memiliki ciri dengan kemerahan (erythema) serta bengkak. Pembengkakan ini dapat muncul di bagian kulit yang mana zat berbahaya tentang kulit. Pembengkakan secara normal muncul dalam 1 jam sesudah paparan dan menghilang sesudah 24 jam. Latex adalah penyebab umum dalam kondisi ini.

Baca Juga :  Fungsi Penting Alveolus Bagi Paru Paru Manusia

3. Acne dan Folliculitis

Acne maupun jerawat diakibatkan oleh penghambatan serta inflamasi pada kelenjar di dalam kulit. Hal ini diakibatkan dari paparan minyak, coal tar dan halogenatik hidrokarbon aromatic, jerawat pula bisa disebabkan oleh kontak terlama dengan pakaian berminyak.
Folliculitis ialah pembengkakan dari folikel rambut. Keadaan ini biasa terjadi bagi orang-orang yang berada di industry logam yang kerap terpapar dengan mineral dan juga larutan minyak.

4. Perubahan Pigmentasi

Kelainan pigmentasi tergolong depigmentasi atau hilangnya warna kulit serta hiperpigmentasi atau kelebihan warna kulit. Depigmentasi bisa disebabkan dari bahan kimia misalnya hidrokuinin, komponen arsenic, phenol serta turunannya dan merkuri. Depigmentasi juga bisa disebabkan dari ionisasi dan juga radiasi ultraviolet, sebab panas maupun trauma fisik. Sementara hiperpigmentasi bisa disebabkan dari minyak mineral, arsenic, hidrokarbon halogenasi, dan beragam bahan farmasi.

5. Kanker Kulit

Kanker kulit bisa disebabkan dari sinar ultraviolet (yang dapat dikarenakan matahari serta sinar buatan, polisiklik hidrokarbon yang aromatic, radiasi ionic, tar, dan juga produk tar.

6. Infeksi Kulit

Infeksi kulit dapat muncul sebab berhubungan dengan pekerjaan, yakni karena kontak kulit pada hewan, tanaman maupun manusia lain yang sudah terinfeksi. Misalnya adalah petani, dokter hewan, peternak, bisa terjangkit penyakit erysipeloid, orf, cutaneous anthrax, dan ringworm. Pada petani yang kerap berhubungan dengan tanaman dapat terinfeksi dengan penyakit chromomycosis, cutaneous larva migrans dan mycetoma. Bisa pula terjadi pada dokter gigi dengan bersentuhan langsung pada mulut pasien, dapat terinfeksi penyakit herpetic whitlow.

Pengobatan kelainan penyakit kulit tersebut dapat dilakukan jika kalian sudah mendapatkan diagnosis tentang penyebabnya. Apabila masalah kulit penyebabnya dari jamur, maka hal tersebut dapat diobati menggunakan obat oles dengan mengandung miconazole maupun clotrimazole. Apabila penyakit kulitnya meluas, sebaiknya pasiennya mengonsumsi obat minum, seperti terbinafin, griseofulvin, atau ketoconazole. Obat-obatan tersebut hanya boleh diminum sesuai dengan petunjuk dan dalam pengawasan dari dokter.

Baca Juga :  Sistem Peredaran Darah Manusia : Organ, Mekanisme dan Gangguannya

Demikianlah pembahasan tentang kelainan kulit pada manusia dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan kalian tentang kulit manusia dan berbagai jenis kelainan yang dapat mungkin terjadi.

Baca juga:

/* */