Keanekaragaman Hayati ( Biodiversitas) : Pengertian, Tingkatan, Ciri dan Contohnya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian Keanekaragaman Hayati Biodiversitas, Tingkatan, Ciri dan Contohnya

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) – merupakan keanekaragaman organisme dengan menunjukkan keseluruhan variasi dari gen, jenis, dan ekosistem pada salah satu daerah.

Keanekaragaman hayati mencakup berbagai perbedaan maupun variasi bentuk, jumlah, penampilan, dan sifat-sifat yang di lihat pada berbagai tingkatan yakni tingkatan gen, tingkatan spesies, ataupun tingkatan ekosistem. Keanekaragaman hayati juga diartikan sebagai semua jenis perbedaan di antara mahkluk hidup.

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) secara lebih jelas akan dibahas pada ulasan dibawah ini.

Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu:

A. Keanekaragaman Gen

Keanekaragaman tingkatan gen adalah keanekaragaman terendah. Gen ialah faktor pembawa sifat yang ada di dalam kromosom. Kromosom ada di dalam inti sel. Keanekaragaman gen menunjukkan dengan variasi bentuk dan fungsi gen. Keanekaragaman gen dapat menyebabkan variasi antar saling individu sejenis.

Baca Juga :  15 Tumbuhan Menyimpan Cadangan Makanan Beserta Contohnya Lengkap

Contoh keanekaragaman gen:

1. Variasi jenis kelapa : kelapa gading, kelapa kopyor dan kelapa hijau.
2. Variasi jenis padi : ir, pb, rojolele, delangu, bumiayu, sedani, barito, dan lainnya.
3. Variasi jenis anjing : collie, herder, anjing kampung, anjing bulldog, doberman, dll.
4. Variasi jenis bunga mawar : rosa damascene, rosa gallica, dam rosa canina
5. Allium ascolicum (bawang merah), dan allium sativum (bawang putih) serta allium fistulosum (locang).

B. Keanekaragaman Tingkat Jenis (Spesies)

Keanekaragaman hayati dengan tingkat jenis menunjukkan keanekaragaman/ variasi yang ada pada berbagai jenis maupun spesies dari makhluk hidup dalam genus yang familia/ sama. Pada berbagai spesies tersebut ada perbedaan-perbedaan sifatnya.

Contoh keanekaragaman tingkat jenis:

1. Famili Fellidae : kucing, harimau, singa, dan Cheetah
2. Famili Palmae : kelapa, pinang, lontar, kelapa sawit, pinang merah, dan aren
3. Famili Papilionaceae : Kacang hijau, kacang kedelai, petai cina, kacang tanah, kacang buncis, kacang panjang, kacang kapri, dan petai
4. Famili Solanaceae : Kentang, tomat, terung, dan cabe merah

C. Keanekaragaman Tingkat Ekosistem

Ekosistem artinya suatu kesatuan yang dibentuk dari hubungan timbal balik antar makhluk hidup (komponen biotik) serta lingkungannya (komponen abiotik).

Setiap ekosistem mempunyai ciri-ciri lingkungan fisik, tipe vegetasi/tumbuhan, lingkungan kimia, dan tipe hewan spesifik. Keadaan lingkungan makhluk hidup beraneka ragam menyebabkan jenis makhluk hidup ini yang menempati beragam pula. Keanekaragaman inilah yang disebut dengan keanekaragaman tingkat ekosistem.
Secara garis besar, ada dua ekosistem utama, yakni:

1. Ekosistem daratan (eksosistem terestrial)

Ekosistem darat dibagi beberapa bioma, antara lain:

a. Bioma gurun
b. Bioma padang rumput
c. Bioma savana
d. Bioma hutan gugur
e. Bioma hutan hujan tropis
f. Bioma taiga
g. Dan bioma tundra

Baca Juga :  Tanaman Apel: Klasifikasi, Deskripsi, Kandungan dan Manfaat Bagi Kesehatan 

2. Ekosistem perairan (ekosistem aquatik).

Tipe Tipe Ekosistem

1. Ekosistem air (akuatik), berikut ini:

  • Ekosistem sungai
    Sungai ialah suatu badan air dengan mengalir ke satu arah.
  • Ekosistem air tawar
    Danau adalah salah satu badan air menggenang dan luas.
  • Ekosistem air laut.
  • Ekosistem estuari.
    Estuari (muara) adalah tempat ber­satunya sungai – laut.
  • Ekosistem pantai.
    Ekosistem pantai berletak di perbatasan ekosistem darat, laut, serta daerah pasang surut
  • Ekosistem terumbu karang

2. Ekosistem darat (teristerial)

a. Ekosistem Hutan hujan tropis

Cirinya :

• Curah hujan tinggi, 200 – 225 cm/tahun.
• Matahari sinarnya sepanjang tahun.
• Dari bulan kebulan perubahan suhunya relatif kecil.
• Di bawah kanopi/ tudung pohon, gelap sepanjang hari sampai tak ada perubahan suhu siang dan malam hari

b. Ekosistem Savana

Savana adalah padang rumput didominasi rumput dengan semak dan pohon yang terpencar.

c. Ekosistem Padang rumput.

Cirinya:

• Curah hujan 25 – 50 cm/tahun
• Curah hujan relatif rendah turun dan tak teratur.
• Turunnya hujan tidak teratur menyebabkan porositas & drainase kurang baik maka tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.

d. Ekosistem Gurun

Cirinya:

• Curah sangat rendah, ±25 cm/tahun
• Kecepatan uap air lebih cepat dari presipitasi
• Kelembaban udara paling rendah
• Perbedaan suhu siang hari dan malam hari tertinggi
• Tanah sangat tandus sebab tidak mampu menyimpan air

e. Ekosistem Hutan gugur

Cirinya:

• Curah hujan merata sepanjang tahun
• Mempunyai 4 musim: panas, dingin, musim gugur dan musim semi
• Keanekaragaman jenis tumbuhan ini lebih rendah dibanding bioma hutan tropis

f. Ekosistem Taiga.

Bioma taiga dikenal menjadi hutan konifer, adalah bioma terluas di bumi. Bioma ini mempunyai curah hujan 35 cm hingga dengan 40 cm per tahun. Daerah ini paling basah sebab penguapan yang rendah. Tanah di bioma taiga sifatnya asam.

Baca Juga :  Daun Saga : Pengertian, Deskripsi, Klasifikasi, Manfaat dan Khasiatnya Lengkap

g. Ekosistem Tundra.

Tundra ada di belahan bumi bagian utara di dalam lingkaran pada kutub utara dan ada di puncak-puncak gunung tinggi. Tumbuhan yang dominan ialah Sphagnum, lumut kerak, tumbuhan biji semusim, dan tumbuhan kayu yang pendek, serta rumput.

h. Ekosistem Karst (batu gamping /gua)

Karst ialah sebuah bentuk dari permukaan bumi yang umumnya dicirikan dengan adanya sebuah depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan, serta gua.

3. Ekosistem buatan.

a. Ekosistem Sawah

b. Ekosistem Bendungan

Suatu ekosistem buatan berwujud bangunan penahan atau penimbun dari air untuk berbagai keperluan seperti irigasi, pembangkit listrik.

c. Ekosistem Hutan tanaman industry

Hutan yang sengaja ditanami berbagai jenis tanaman industri. Jenis tanaman yang umum ditanam ialah rasamala, dammar, pinus, mahoni, dan jati

d. Ekosistem Agroekosistem

Suatu ekosistem buatan dengan wujud ekosistem pertanian, misalnya adalah sawah irigasi, sawah surjan, sawah rawa, sawah tadah hujan, perkebunan (teh, kopi kelapa sawit, dan karet), sawah pasang surut, kolam tambak, ladang, serta pekarangan.

Simpulannya ialah, keanekaragaman gen ini menyebabkan munculnya dari keanekaragaman species, dan akhirnya akan menyebabkan munculnya dari keanekaragaman ekosistem. Nah seperti itulah pembahasan mengenai Keanekaragaman hayati ( biodiversitas).

Baca juga:

/* */