5 Jenis Bakteri Agen Penyakit Pada Manusia dan Cara Mengatasinya Lengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Jenis-Jenis Bakteri Agen Penyakit Pada Manusia

Jenis-jenis bakteri agen penyakit pada manusia – penyakit infeksi dapat disebabkan dari berbagai macam mikroorganisme, mislanya virus, bakteri, jamur sampai parasite. Tak sedikit pun penyakit yang diakibatkan bakteri. Apalagi, dari sebagai penyakit itu disebabkan bakteri yang bisa mengakibatkan keadaan serius dan bisa mengancam jiwa seseorang. Nah, berikut ini penjelasan tentang jenis-jenis bakteri agen penyakit pada manusia.

Bakteri yang masuk di dalam tubuh ini ada berbagai macam cara. Seperti, melewati makanan maupun minuman yang telah terkontaminasi bakteri, kontak melalui cairan misalnya urin, tinja maupun darah dari orang yang sudah terinfeksi dengan bakteri. Cara lainnya ialah dengan menghirup udara di sekitar orang yang terinfeksi dengan bersin maupun batuk. Caranya lagi dengan kontak tidak langsung lewat pegangan pintu, toilet dan juga benda yang lain yang telah terkontaminasi bakteri. Beragam penyakit yang harus kalian waspadai bakterinya berikut ini ulasannya.

Penyakit Berbahaya Yang Diakibatkan Infeksi Bakteri

Seluruh penyakit yang diakibatkan bakteri secara umu harus memperoleh pemeriksaan dengan seksama serta penanganan yang tepat dari seorang dokter. Berikut sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri yang termasuk berbahaya, antara lain :

1. Sepsis

Sepsis ialah komplikasi yang berat dari infeksi. Pada keadaaan ini, bakteri penyebabnya infeksi itu sudah menyebar pada aliran darah manusia, jadi tubuh akan melepaskan sebuah zat antibody guna melawannya. Akan tetapi, hal inilah yang bisa merusak sejumlah organ tubuh. apabila sampai menggangu fungsi organ maupun shyok septik, maka kondisi tersebut bisa menimbulkan kematian.

Baca Juga :  13 Syarat Pertumbuhan Mikroorganisme : Pengertian Beserta Penjelasannya Lengkap

Sepsis dapat terjadi dengan siapa saja, akan tetapi keadaan tersebut bisa lebih berisiko pada seorang bayi, orang yang lemah sistem dari kekebalan tubuhnya serta orang yang berusia lanjut (lansia). Sepsis bisa diobati dengan cara memberikan sebuah antibiotic suntikan, obat – obatan guna meningkatkan tekanan darah jika mengalami shyok yang septik, cairan yang cukup serta oksigen bila dibutuhkan. Pada keadan yang kritis tersebut, kemungkinan akan dijalankan sebuah pemasaangan ventilaro guna membantu pernapasan pasien. Penangan sepsis ini harus disertai dengan pemantauan yang ketat dari seorang dokter di rumah sakit.

2. Meningitis

Meningitis ialah infeksi di selaput pelindung otak serta pada saraf tulang belakang. Meningitis yang diakibatkan bakteri ini berpotensi akan merusak otak serta mengakibatkan kematian, sedangkan yang diakibatkan dari virus secara umumnya lebih ringan. Meningitis ini kadang dialami sebab terdapat infeksi pad abagian tubuh yang lain. Mislanya rongga sinus, telingan tenggorokan dengan sudah menyebar di seluruh otak.

3. Pielonefritis akut

Pielonefritis akut merupakan infeksi ginjal yang dialami dengan mendadak serta kondisinya parah. Pielonefritis akut yang tak ditangani secara baik ini akan sangat berbahaya serta bisa mengancam jiwa bila ginjal jadi bengkak serta rusak secara permanen. Selain tersebut, ada pula pielonefritis kronis yakni infeksi ginjal yang dialami dengan berulang, akan tetapi lebih jarang terjadi.

Secara umum pielonefritis awalnya dari sebuah infeksi di saluran kantung kemih (ISK). Apabila masalah ini terjadi dalam aliran urin, maka bakteri dapat masuk di dalam tubuh melewati saluran kemih tersebut lalu berkembangbiak dalam kantung kemih dan menyebar di seluruh ginjal.

4. Tuberculosis

Penyakit tuberculosis atau kerap dikenal dengan TB ini penyebabnya ialah bakteri yang terutama menyerang paru – paru, akan tetapi dapat pula menyerang di organ yang lain misalnya seperti ginjal, tulang, otak serta kulit. TB ialah sebuah penyakit menular serta berpotensi akan mengancam nyawa.

Baca Juga :  Virus : Pengertian, Definisi, Sejarah, Ciri - Ciri, dan Strukturnya Lengkap

Penularannya ini terjadi lewat air liur daris eorang pasiesn TB ketika ia batuk kemudian yang terhirup oleh orang lain. Ppeyakit tersebut dapat disembuhkan, namun asal pasiesnnya dapat menjalani pengobatan TB secara benar, yakni dengan minum obat antituberkulosis (OAT) dalam kurun minimal 6 bulannya lamanya dengan tanpa putus obat. Hal ini bertujuan agar mengobati TB dan bisa mencegah dari penularannya serta kekambuhan dari TB, selain itu juga mencegah dari terjadinya TB MDR.

5. Leptospirosis

Leptospirosis ialah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri leptospira yang bisa menyerang pada manusia serta hewan. Caranya penularan pad abakteri ini ialah dengan melewati tanah serta air yang kemungkinan sudah terkontaminasi oleh urine hewan yang telah terinfeksi dengan bakteri tersebut. Leptospirosis yang tak bisa diobati secara tuntas bisa mengakibatkan penyakit berat, mislanya seperti meningitis, kerusakan ginjal, gagal hati dan juga gagal napas sampai pada kematian.

Cara Melawan Bakteri Agen Penyakit

Lantas, bagaimanakah kita dapat menghadapi atau melawan dari jenis jenis bakteri agen penyakit diatas tadi ?
Ada hal – hal yang bisa kita jalani guna melindungi tubuh kita ini dari serangan sejumlah jenis bakteri itu, diantaranya :

  1. Menjaga kebersihan lingkungan, misalnya seperti rumah serta pekarangan, tempat kerja serta lingkungan kerja.
  2. Menghindari sumber penularan maupun kontak secara lansung dengan sumber penular.
  3. Mencuci tangan saat sebelum makan.
  4. Menuatkan sistem imun menjadi benteng pertahanan dari jenis jenis bakteri yang telah terlanjur masu di dalam tubuh kita.

Demikianlah ulasan secara mendetail mengenai jenis-jenis bakteri agen penyakit pada manusia. Tingginya kasus dari penyakit penyebab dari bakteri berhubungan erat dengansanitasi serta kebersihan lingkungan buruk. Oleh sebab itu, untuk emmmbantu dari mencegah penyakit itu, khususnya penyakit yang diakibatkan dari bakteri, maka penting bagi kita untuk membiasakan cuci tangan saat sebelum makan, mencaga kebersihan lingkungan, melaksanakan pola hidup yang sehat serta memperoleh vaksinasi. Semoga pengetahuan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Baca Juga :  Susu Fermentasi (Yogurt) : Pengertian dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Baca juga:

/* */