Jaringan Xilem dan Floem, beserta fungsinya.

Posted on
5 (100%) 1 vote

Setiap makhluk hidup tersusun atas organ organ yang bekerjasama membentuk sistem. Tak terkecuali dengan tumbuhan, tumbuhan juga terdiri dari beberapa organ, seperti akar, batang, daun, bunga, buah dan biji. Akar berfungsi menyerap air dan garam mineral dari dalam tanah. Batang berguna menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun, serta menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh. Daun berguna sebagai tempat melakukan fotosintesis, sedangkan bunga dan biji berperan dalam perkembang biakan pada tanaman. Lalu buah merupakan tempat cadangan makanan pada tumbuhan.

Jaringan Xilem dan Floem

jaringan epidermis, jaringan parenkim dan jaringan pengangkut merupakan jaringan pokok yang ada pada setiap bagian pada tumbuhan. Namun, jaringan parenkin berkembang menjadi jaringan penguat dibeberapa bagian tumbuhan. Jaringan lainnya yang terdapat pada tumbuhan adalah jaringan maristem.

xilem dan floem

Lalu apa yang dimaksud dengan jaringan xylem dan floem? Mari kita bahas satu persatu.

  1. Xilem

Xilem berasal dari bahasa Yunani, xylos yang berarti kayu, oleh karena itu, makanya xilem juga disebut pembuluh kayu. Xilem merupakan jaringan pengangkut, yang tersusun dari jaringan yang sangat komplek dan terdiri dari beberapa tipe sel. trakea dan trakeid merupakan jaringan penyusun utama dari xylem. Sel sel ini berfungsi sebagai pengangkut air dan zat zat yang terlarut didalamnya dari akar menuju daun. Trakeid merupakan sel-sel tabung berdinding tebal. Berbeda dengan trakea ada pada ukurannya, yang mana sel-sel trakea lebih pendek dan memiliki bentuk lebih lebar daripada trakeid, sehingga air lebih banyak yang melewati trakeid. Trakea juga memiliki ujung yang rata. Ujung dinding sel trakea akan larut hingga menyebabkan isi sitoplasma juga ikut mati ketika matang. Sehingga jika pembuluhu mati saling terhubun, akan menjadi tempat mengalirnya air maupun mineral.

  1. Floem

Floem merupakan jaringan pengangkut yang berfungsi mengantarkan kasil fotosintesis keseluruh bagian tumbbuhan. Floem juga disebut sebagai pembuluh tapis, karena terdapat sel sel tapis yang mirip dengan saringan. Pada batang tumbuhan dikotil, floem terletak di sebelah luar dari xylem. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :

  • Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal
  • Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang
  • Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat
  • Parenkim floem, selnya hidup memiliki dinding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau Kristal.
Baca Juga :   Sistem Transportasi pada Tumbuhan

Proses Transfortasi Air Pada Xilem dan Floem

translokasi air pada tanaman

Akar menyerap air dan mineral dari dalam tanah, lalu masuk melalui epidermis akar secara difusi osmosis. Kemudian xylem membawa air dan mineral tersebut ke daun. Dalam proses pengangkutan air dan mineral tersebut dilakukan dua tahapan , yaitu tahapan transfortasi ekstravaskuler dan intravaskuler.

  1. Transfortasi Ekstravaskuler

Transfortasi ekstravaskuler merupakan pengangkutan air dan mineral yang berbentuk horizontal, pengangkutan ini berjalan dari sel ke sel dengan arah mendatar tanpa melalui xylem. Dalam akar, pengangkutan air dan mineral berawal dari bulu akar ke epidermis,korteks, endodermis, silinder pusat (stele) dan berakhir di xylem. Pengangkutan ekstravaskuler terjadi secara apoplas dan simplas. Apoplas merupakan pergerakan air dan mineral melalui ruang antar sel sedangkan pergerakan air dan mineral secara simplas melewati sel-sel akar melalui plasmodesmata. Air dan garam mineral yang diangkut melalui jalur simplas, dapat mencapai silinder pusat dan masuk ke xylem, namun pengangkutan air melalui sistem apoplas tidak dapat masuk ke pusat silinder. Hal ini disebabkan karena endodermis akar diselubungi dengan pita kaspari yang menghalangi air dan mineral masuk ke silinder pusat. Dengan demikian pengangkutan air dan garam mineral yang semula melalui jalui apoplas, akan beralih ke jalur siplas agar dapat melewati endodermis.

  1. Transfortasi Intravaskuler

Setelah air dan garam mineral di angkut secara ektravaskuler hingga mencapai xilem, maka pengangkutan air dan mineral selanjutnya dengan menggunakan pengangkutan intravaskuler oleh xylem. Terdapat beberapa factor yang menyebabkan terjadinya proses pengangkutan air dan mineral dari akar sampai kedaun. Factor tersebut adalah tekanan akar, kapilaritas, dan daya isap daun. Berikut adalah penjelasan .

  • Tekanan akar

Daya tekan akar merupakan pergerakan air dan mineral secara osmosis, yang menimbulkan daya dorong. daya dorong inilah yang menyebabkan air terdorong masuk ke dalam xylem.

  • Kapilaritas

Air dapat mengalir naik sampai ke daun karena adanya daya kapilatitas xylem. Xilem tersusun atas deretan sel-sel mati yang membentuk pipa-pipa kapiler.

  • Daya isap daun

Pada daun terjadi penguapan air atau transpirasi, hal ini yang membuat daun memiliki daya tarik. Transpirasi akan menarik air yang ada pada batang dan akar, sehingga air tersebut dapat sampai ke daun. Daya tarik yang ditimbulkan oleh transpirasi ini disebut sebagai daya isap daun.  Hal ini sangat membantu ketika tekan akar dan kapilaritas xilem belum cukup mengalirkan air ke daun. Dan Semakin besar penguapan pada daun, semakin besar pula daya isap daun, sehingga semakin banyak air yang naik dari akar ke daun.

Baca Juga :   Akar tunggang dan akar serabut : Pengertian, Fungsi, Ciri, Contoh serta Perbedannya

Air dan garam mineral yang diserap akar lalu kemudian diangkut menuju daun untuk dipergunakan sebagai bahan fotosintesis. Kemudian hasil fotosintesis bertranslokasi melalui floem ke seluruh bagian tumbuhan dengan cara vaskuler. Hasil foro sintesis ini berupa larutan sehingga mudah ber translokasi.  Dalam proses pencangkokan dapat dilihat saat malekukan proses pencangkokan. Saat proses pencangkokan, batang akan dikupas dan dibuang lapisan kulit yang terdapat floem didalamnya. Dibagian tersebut akan terjadi penumpukan atau timbunan makanan akibat adanya hambatan dalam proses pengangkutan. Hal ini memicu muncunya akar ketika batang yang terkelupas tertutup tanah yang selalu basah. Selain itu terdapat beberapa tanaman yang menyimpan hasil fotosintesis didalam akar atau batangnya.

Demikian pembahasan tentang jaringan xylem dan floem ini, semoga bermanfaat.