Jamur : Pengertian, Ciri Ciri, Cara Hidup dan Kegunaannya Terlengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote

Pengertian Jamur, Ciri Ciri, Cara Hidup dan Kegunaannya

Jamur – Dalam bahasa Yunani jamur berarti Mikologi yang mempunyai maksud Mykes bermakna jamur sedangkan logos artinya ilmu. Mikologi tersebut termasuk ilmu yang mengkaji perihal jamur. Adapun pada bahasa Inggris Jamur diartikan Fungsi atau Fungus. Pembahasan pada mikologi diantaranya mencakup Klasigikasi fungsi, kerugian, serta peranan jamur pada kehidupan manusia. Bersamaan dengan kemajuan teknologi Jamur kerap digunakan pada bioteknologi, contohnya membuat tempe, ada juga membuat pesellin.

A. Ciri Ciri Jamur

Jamur mempunyai bermacam ciri umum, diantaranya hidup pada area yang lembab, agak masam, serta hanya membutuhkan sedikit cahaya matahari. Jamur tidak bernapas, maka dari itu hidupnya mempunyai karakter heterotrof. Jamur hidup berawal oleh senyawa-senyawa organik yang diserap oleh organisme lain.

Jamur yang dasar vitaminnya adalah heterotrof menimbulkan mempunyai kemampuan hidup menjadi pemakan sampah bisa juga menjadi parasit yang mengambil makanan pada inangnya. Jamur Saprofit merupakan jamur yang makanannya berwujud senyawa organik sudah diuraikan. Jamur tersebut mempunyai enzim-enzim khusus yang bisa memperbaiki senyawa-senyawa organik. Umumnya jamur tersebut hidup pada komponen organisme yang sudah mati, suatu contoh digagang kayu yang sudah keropos.

Jamur parasit merupakan jamur yang meresap makanan pada organisme yang ditempelinya. Ciri khas parasit tersebut masih bisa dipisah lagi yaitu parasit obligat serta parasit fakultatif. Jamur parasit obligat ialah jamur yang Cuma dapat hidup menjadi parasit. Jika ia pada tempat diluar inangnya, ia bisa mati. Adapun jamur parasit fakultatif ialah jamur yang selain hidup parasit, ia tetap dapat hidup menjadi saprofit. Jamur mempunyai kapasitas hidup yang begitu mengagumkan. Jamur bisa hidup dalam suhu kurang lebih 22oC-30oC. Jamur juga bisa hidup di kawasan yang mengandung garam serta garam. Serta ciri khas lainnya jamur bisa menggunakan beragam bahan makanan guna untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tetapi tidak memakai senyawa karbon anorganik, misalnya bakteri.

Baca Juga :   Penyakit Menular dan Tidak Menular : Pengertian, Jenis dan Cara Pencegahannya Lengkap

B. Cara Hidup serta Alam Jamur

Cara hidup pada jamur sangat beragam, ada yang solitoler serta ada yang secara berkelompok, sebab hifa pada jamur itu saling berkaitan. Cara hidup tersebut dijumpai contohnya dalam jamur tempe dan jamur roti. Jadi, jika kita mendapati jamur-jamur itu yang terlihat ialah koloninya, sebaliknya individu yang membentuk mempunyai ukuran yang kecil. Jamur dapat hidup pada area yang basah, disampah, dalam sisa-sisa organisme, area yang lembab bisa juga dalam tubuh organisme lain.

C. Cara Mendapatkan Makanan

Jamur mempunyai sifat heterotrof, maksudnya tidak bisa membangun atau menggabungkan makanan sendiri. Jamur tidak mempunyai klorofil, jadi tidak dapat melakukan fotosintesis. Rata-rata jamur mempunyai sifat saprofit, jamur itu mendapat makanannya oleh zat organik yang telah mati. Sebagian jamur ada yang memperoleh makanannya langsung oleh inangnya.

Jamur tersebut hidup menjadi benalu yang menyerbu tumbuhan, umumnya memiliki hifa tersendiri, yang dinamakan haustoria. Wujud dari hifa dapat menerobos sel inang serta meresap zat makanan yang dibuat inang. Jamur parasit kerap menyebabkan masalah masalah terhadap tanaman misalnya penyakit, jadi dalam lingkungan pertanian menimbulkan anjloknya hasil panen.

D. Teknik Reproduksi Jamur

Teknik reproduksi jamur begitu beragam. Walaupun begitu, reproduksi jamur biasanya berlangsung pada 2 cara, diantaranya secara seksual atau secara perkembangbiakkan generatif, serta secara aseksual atau perkembangbiakkan vegetatif.

Perkembangbiakan secara generatif merupakan perkembangbiakan yang dimulai melalui pembauran gamet (sel-sel kelamin), yang diawali lewat penggabungan 2 hifa yang berlainan jenis, yang dinamakan konjugasi. Menurut gametnya, tahap tersebut dapat dibagi menjadi isogami, spermatisasi, oogami, somatogami, anisogami, serta gametangiogami.

Isogami ialah pembauran 2 gamet yang mempunyai ukuran serta bentuk yang sama, dan apabila ukuran gamet-gamet itu berbeda disebut anisogami. Jika pembauran 2 gamet itu yang berbeda bentuk serta ukurannya maka dinamakan oogami. Sedangkan yang dinamakan gametangiogami ialah pembauran isi 2 gametangium yang tidak sama jenisnya membuahkan zigospora. Dalam somatogami yang terjalin ialah pembauran 2 sel hifa. Sedangkan dalam spermatisasi ialah pembauran diantara spermatium bersama gametangium yang akhirnya berkembang menjadi hifa baru serta membuahkan askospora.

Baca Juga :   Transfusi Darah : Pengertian, Komponen Darah, Pengguna, Langkah, dan Efek Sampingnya Terlengkap

E. Kegunaan Jamur pada Kehidupan

Kegunaan jamur juga fungsi pada kehidupan begitu banyak. Jamur berguna pada keselarasan lingkungan diantaranya menjadi dekomposer. Menjadi dekomoser, jamur menggeraikan sisa organisme yang sudah binasa menjadi dapat digunakan lagi pada organisme lain.

Hal tersebut begitu berguna pada kelangsungan ekosistem di bumi, sebab selaku kunci berprosesnya ekosistem ialah adanya keselarasan pada produksi biomasa pada organisme fotosintetik serta pembaruan-pembaruan dan daur ulang nutrien yang dibawanya. Dalam fase daur ulang zat organik tersebut, mempunyai kedudukan yang penting dalam ekosistem pokok.

Jamur juga dapat bersimbiosis bersama organisme lain. Bersama akar tumbuhan khusus jamur bersimbiosis menjadi mikoriza. Mikoriza termasuk sistem yang berfungsi utama pada suplai elemen hara. Menurut kedudukan jamur pada akar tumbuhan, diketahui adanya endomikoriza serta ektomikoriza.

Kumpulan jamur yang kerap bersimbiosis bersama akar tumbuhan lazimnya merupakan kelompok Divisi Zygomycotina, Basidiomycotina, serta Ascomycotina. Jamur juga bernilai penting pada pembusukan makanan serta obat-obatan. Suatu misal, dalam Divisi Zygomycotina, kurang lebihnya ada 2 ragam Rhizopus yang dimanfaatkan secara komersial pada industri pil kontrasepsi serta anestesi. Bermacam jenis yang lain juga digunakan pada industri alkohol serta untuk melembekkan daging. Ada juga jenis yang bisa memproduksi pigmen kuning yang dimanfaatkan sebagai warna dalam margarin.

Demikian pembahasan tentang jamur, dapat kita ketahui bahwasannya jamur tidak hanya menimbulkan efek negatif akan tetapi juga berperan dalam kehidupan manusia, bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu berdasarkan jenis dan manfaat jamur. Demikian penjelasan tentang jamur, semoga bermanfaat.

Baca juga: