Fermentasi Alkohol dan Asam Laktat – Pengertian, Jalur Fermentasi dan Perbedannya Lengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Jalur Fermentasi: Fermentasi Alkohol dan Asam Laktat

Jalur Fermentasi: Fermentasi Alkohol dan Asam Laktat – Fermentasi merupakan istilah yang sudah sering didengar oleh banyak orang. Istilah tersebut juga sering digunakan dalam membuat yogurt. Namun, fermentasi tidak hanya terjadi ketika anda membuat yogurt saja, ketika anda kekurangan suplai oksigen setelah melakukan aktivitas seperti olahraga tubuh juga akan terenggah-enggah dan oksigen yang masuk ke dalam tubuh berkurang. Hal tersebut dapat diatasi dengan cara memperpendek jalur pembentukan energy melalui proses respirasi anaerob. Nah, respirasi anaerob inilah yang dapat juga disebut dengan istilah fermentasi.

Pengertian Fermentasi

Fermentasi merupakan proses produksi energy dalam sel dalam kondisi anaerobik (tanpa adanya oksigen). Pada umumnya fermentasi juga dapat diartikan sebagai salah satu bentuk respirasi anaerobik, namun terdapat definisi yang lebih jelas yaitu fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor electron ekternal. Istilah tersebut juga sering diartikan sebagai perubahan glukosa secara anaerob yang merupakan reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energy tanpa adanya oksigen. Tujuan dari fermentasi, sama halnya dengan respirasi aerob, yakni untuk mendapatkan energy. Namun, hanya saja energy yang dihasilkan dalam respirasi anaerob lebih sedikit dibandingkan dengan respirasi aerob.

Jalur Fermentasi

Dengan adanya suplai oksigen, electron yang dilepaskan dari glukosa akan dibawa ke oksigen sehingga oleh pembawa electron, glukosa akan teroksidasi dan oksigen tereduksi menjadi air. Namun, dalam kondisi tanpa oksigen, banyak sel yang akan menghasilkan ATP melalui glikolisis dan fermentasi. Dalam fermentasi NADH yang tereduksi dan dihasilkan pada glikolisis diubah kembali menjadi NAD+ yang tereduksi. Terdapat dua jenis fermentasi, kedua jenis fermentasi tersebut meregenerasi NAD+ yang teroksidasi, yang diperlukan dalam glikolisis dan kemudian melanjutkan produksi ATP melalui jalur tersebut. Berikut ini Jalur Fermentasi: Fermentasi Alkohol dan Asam Laktat yang dapat kami uraikan.

Baca Juga :  7 Manfaat Biologi di Berbagai Bidang Kehidupan

1. Fermentasi alkohol

Pada fermentasi jenis ini, asam piruvat dari glikolisis akan kehilangan satu karbon dalam bentuk karbondioksida untuk membentuk asetaldehid, kemudian akan tereduksi menjadi etil alkohol oleh NADH. Pada saat asetaldehid direduksi menjadi etil alkohol, NADH akan menjadi NAD+ (mengalami oksidasi). Fermantasi dalam jenis ini umumnya berlangsung pada ragi. Seperti halnya fermentasi asam laktat, fermentasi alkohol juga memungkinkan glikolisis dapat berlanjut dengan memastikan NADH diikembalikan ke dalam bentuk teroksidasinya yaitu NAD+.

Terdapat tahapan yang terjadi dalam fermentasi alkohol, yaitu:

  • Pertama glikolisis. Glikolisis merupakan perubahan berupa reaksi perombakan glukosa yang terdapat pada sitoplasma serta dapat menghasilkan kandungan seperti asam piruvat, 2 ATP, dan 2 NADH. Adanya enzim respirasi sangat berpengaruh dalam proses ini dikarenakan akan menghasilkan dua molekul berupa asam piruvat.
  • Tahapan yang kedua, yaitu setelah asam piruvat dari proses glikolisis terbentuk, selanjutnya akan direduksi menjadi dua buah molekul asetaldehil. Enzim piruvat dekarboksilase harus ada dalam proses ini, agar proses tersebut menjadi lebih sempurna.
  • Tahapan ketiga, yaitu reduksi asetaldehid yang merupakan proses terakhir dalam fermentasi ini. Kedua molekul asetaldehid akan direduksi menjadi dua molekul etanol yang akan dikatalisis oleh alkohol dehidroginase. Enzim memiliki fungsi untuk membantu dalam memecah kandungan NADH agar menjadi ion hydrogen dan ion NAD. Ion hydrogen berperan sebagai pembentuk etanol, sedangkan NAD sebagai donor pada electron.

2. Fermentasi asam laktat

Pada fermentasi jenis kedua yaitu asam laktat, asam piruvat dari glikolisis akan tereduksi menjadi asam laktat oleh NADH, yang selanjutnya teroksidasi menjadi NAD+. Kondisi ini umumnya terjadi pada sel otot. Fermentasi asam laktat akan memungkinkan glikolisis berlanjut dengan memastikan NADH dikembalikan dalam bentuk teroksidasinya yaitu NAD+.

Baca Juga :  8 Macam Virus Paling Berbahaya bagi Manusia

Perbedaan Fermentasi Alkohol Dan Asam Laktat

Selain Jalur Fermentasi: Fermentasi Alcohol dan Asam Laktat terdapat beberapa perbedaan yang terjadi diantara keduanya. Pada saat melakukan proses fermentasi, terdapat fermentasi yang tertuju pada alkohol dan ada juga yang tertuju kepada asam laktat. Berikut ini beberapa perbedaan dari kedua jenis fermentasi tersebut.

1. Proses terjadinya

Menurut proses terjadinya, pada asam laktat berasal dari asam piruvat yang telah melewati proses direduksi terlebih dahulu. Direduksinya yaitu dilakukan oleh NADH yang secara langsung dapat membentuk laktat yang diproduksi dalam bentuk limbahnya. Pada prosesnya tidak akan melepas kandungan CO2. Fermentasi ini juga dapat terjadi ketika mendapatkaan asupan oksigen dalam jumlah yang sedikit.

Sedangkan dalam proses terjadinya fermentasi alkohol, asam piruvat akan diubah menjadi bentuk etanol dalam dua langkah awal. Pertama, proses hidrolisis dalam piruvat akan menggunakan molekul air yang ada serta melepaskan CO2. Karbondioksida tersebut berasal dari piruvat dan akan diubah menjadi asetaldehida dengan berkarbon dua. Langkah kedua, yaitu setaldehida akan direduksi oleh NADH menjadi etanol. Proses tersebut bertujuan untuk meregenerasi pasokan dari NAD yang ada untuk proses glikolisis.

2. Penggunaan mikroorganisme

Jika dengan mikroorganisme fermentasi yang dilakukan pada asam laktat membutuhkan bantuan dari bakteri asam laktat serta sel-sel tertentu pada organismenya.
Sedangkan dalam fermentasi alkohol akan menggunakan jenis mikroorganisme, yaitu khamir atau yeast. Pada saat prosesnya kedua jenis organisme tersebut sama, yaitu berjenis anaerobik sehingga tidak membutuhkan oksigen yang banyak.

Nah, itulah penjelasan mengenai Jalur Fermentasi: Fermentasi Alkohol dan Asam Laktat yang perlu anda ketahui. Dengan demikian kita tahu bahwa fermentasi merupakan perubahan glukosa secara anaerob yang merupakan reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energy tanpa adanya oksigen. Seperti halnya yang terjadi pada fermentasi yogurt dan juga tape. Semoga uraian tersebut dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat.

Baca Juga :  Mata Juling (Strabismus) : Pengertian, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Komplikasi Terlengkap

Baca juga:

/* */