10 Gangguan Pada Sistem Reproduksi Wanita dan Cara Mengatasinya

5 (100%) 1 vote

Gangguan Pada Sistem Reproduksi Wanita dan Cara Mengatasinya

Gangguan pada sistem reproduksi wanita – ada berbagai jenis gangguan yang bisa menyerang sistem reproduksi wanita. Gangguan gangguan ini memicu terjadinya penyakit yang berisiko mempersulit terjadinya kehamilan di kemudian hari. Maka dari itulah, penting bagi kita para perempuan supaya mewaspadai dari berbagai gangguan pada sistem reproduksi wanita yang bisa mengganggu rencana mendapatkan si buah hati.

Penyakit Yang Dapat Mengganggu Sistem Reproduksi Wanita

Berikut ini adalah pembahasan tentang beragam penyakit reproduksi perempuan yang berisiko mempersulit terjadinya kehamilan, diantaranya :

1. Endometriosis

Terjadinya endometriosis saat jaringan yang harusnya melapisi dinding Rahim malah tumbuh di luar Rahim, misalnya ovarium, vagina, tuba falopi, dan hingga dapat menjangkau pada organ organ lainnya yang ada di dalam tubuh. apabila hal ini tidak segera teratasi, maka lama kelamaan bisa menyebabkan terjaidnya peradangan, membentuk jaringan parut, kista sampai kemandulan ( infertilasi ).
Sampai saat ini masih belum ada pengobatan khusus guna mengatasi endometriosis. Pengobatan endometriosis secara umum ditujukan guna meringankan terjadinya gejala, memperlambat pertumbuhan abnormal serta meningkatkan kesuburan. Apabila metode dari pengobatan ini dianggap tidak efektif, maka kemungkinan dokter lebih menyarankan kalian untuk menjalani prosedur operasi.

2. Miom

Miom ialah pertumbuhan jaringan pada non kanker di dalam Rahim. Pertumbuhan pada jaringan tersebut secara umum tidak akan mempengaruhi dari proses kehamilan. Namun, hanya terdapat sebagian kasus miom yang keberadaan pertumbuhannya bisa menyebabkan infertilitas maupun keguguran.
Apabila pertumbuhan dari miom ini diketahui berisiko guna mempersulit dari kehamilan pada kemuidan hari, maka dokter akan memberikan saran untuk mengangkatnya dengan jalan operasi.

Baca Juga :  5 Kelainan Kromosom Pada Manusia : Pengertian, Jenis dan Cirinya lengkap

3. Sindrom ovarium polikistik

Polycystic ovary syndrom ( PCOS ) atau sindrom ovarium polikistik adalah sebuah bentuk kelainan hormonal pada seorang perempuan yang bisa mempersulit kehamilan. Sindrom tersebut bisa dikenali dengan beberapa ciri diantaranya siklus hadi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut yang berlebihan dan munculnya jerawat.
Hingga saat ini, sebuah metode pengobatan terekfektif guna mengatasi sindrom ovarium polikistik belum ada penemuannya. Pengobatan yang sudah ada ini lebih bertujuan pada pengendalian gejala yang muncul akibat dari sindrom ini. guna memperbesar dari peluang kehamilan maka pasien PCOS harus menjalani pengobatan dengan teratur, di bawah kendali dokter kandungan.

4. Radang panggul

Penyakit dari radang panggul ini ( pelvic inflammatory disease ) PID dialami pada saat saluran reproduksi peradangan akibat dari infeksi bakteri pada vagina. Jika tidak segera ditangani, maka penyakit dari radang panggul ini bisa mengakibatkan komplikasi yang serius dan memepersulit terjadinya kehamilan, yang muncul berupa jaringan parut dalam sistem reproduksi.
Infeksi pada bakteri tersebut bisa diatasi menggunakan antibiotic. Pasien dianjurkan guna menyelesaikan masa pengobatan sampai tuntas, untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi yang lebih serius lainnya.

5. Infeksi menular seksual

Klamidia dan gonore adalah infeksi menular seks yang kerap dihubungkan dengan kemandulan, pada wanita khususnya. Pasalnya, perempuan yang kerap tidak mengalami gejala yang khas saat menderita infeksi tersebut, jadi terlambat memperoleh penanganan.
Jika tidak segera memperoleh penanganan yang tepat, maka klamidia dan gonore bisa menyebar dari vagina menuju ke Rahim. Dalam keadaan yang lebih berat, maka infeksi ini bisa berkembang sebagai radang panggul serta mempersulit terjadinya kehamilan.

Masalah Yang Berkaitan Dengan Vagina Dan Vulva

  1. Vulvovaginitis ialah peradangan pada vagina dan vulva yang bisa diakibatkan dari adanya iritasi (mirip sabun cuci/ sabun mandi). Kebersihan diri tanpa mengelola dengan baik misalnya membilas dari belakang menuju depan dan bukan malah sebaliknya saat buang air kecil atau besar pun bisa menyebabkan peradangan. Gejala vulvovagenitis ini tergolong timbul kemerahan dan juga rasa gatal di area vagina dan juga vulva, biasanya keluar pula cairan yang berasal dari vagina.
  2. Perdarahan nonmenstrual, yakni secara umum terjadi akibat dari penumpukan pada partikel asing yang masuk dalam vagina, seperti tisu toilet. Perdarahan pun dapat diakibatkan dari dari peluruhan uterus, keadaan yang mana mucus membrane uretra mencuat keluar vagina dan membentuk sebuah jaringan lunak yang bentuknya mirip lingkaran cincin yang gampang berdarah. Pendarahan nonmenstrual ini dapat disebabkan dari cedera ketika bersepeda (vagina terantuk frame sepeda) maupun trauma akibat dari pelecehan seksual.
Baca Juga :  Pengertian Rahim : Ciri Ciri Sehat dan Bermasalah pada Wanita Terlengkap

Masalah Yang Berkaitan Dengan Tuba Falopi Dan Indung Telur

  1. Kehamilah ektopik, yakni terjadi ketika telur yang dibuahi ini berkembang di luar Rahim dan kadang melekat dalam tuba falopi. Wanita dengan kondisi tersebut bisa mengalami nyeri pada perut padarah dan harus segera konsultasi dengan dokter guna menjalani prosedur operasi.
  2. Kista indung telur, yakni kelenjar abnormal yang bentuknya dalam indung telur isinya sebuah cairan maupun material yang semi-padat. Kista pada umumnya termasuk yang tidak mengkhawatirkan, kecuali hal ini terus bertumbuh besar. Kista bisa menekan organ diwilayah sekitarnya dan mengakibatkan nyeri perut. Dari kebanyakan kasus ini, kita bisa menghilang secara sendirinya dan tidak harus menjalani perawatan khusus. Apabila kista erasa sakit, maka segeralah pergi ke dokter untuk menjalani perawatan.
  3. Tumor indung telur, hal ini jarang ditemui tapi tetap saja ada. Wanita yang mempynyai tumor indung telur bisa terjadi nyeri perut di bagian atas serta tekanan yang bisa dirasakan pada abdomen.

Itulah beberapa gangguan pada sistem reproduksi wanita. Apabila kalian mengalami gangguan gangguan tersebut, maka sebaiknya segeralah periksakan diri kalian ke dokter untuk memperoleh penanganan yang diperlukan. Khususnya guna mempertahankan fungsi dari reproduksi supaya dapat hamil di kemudian hari.\

Baca juga:

/* */