Sel Darah Putih dan Sel Darah Merah : Pengertian serta Fungsinya Terlengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Fungsi Sel Darah Putih dan Sel Darah Merah

Fungsi sel darah putih dan sel darah merah – darah merupakan jaringan pengikat khusus yang terdiri atas jenis sel darah dalam matriks berbentuk larutan. Darah termasuk system suspense warnanya merah yang berada didalam pembuluh darah, dan warna tersebut tidak selalu sama. Namun, bisa berubah ubah sebab mendapat pengaruh dari zat kandungan didalam tubuh. Fungsi sel darah putih dan sel darah merah juga berbedaBerikut ini akan dijelaskan tentang Fungsi sel darah putih dan sel darah merah pada manusia:

Sel Darah Putih/ Leukosit

Sel darah putih berukuran lebih besar dan mempunyai bentuk bervariasi, terutama ketika menembus kapiler darah. Sel darah putih memiliki nucleus yang bisa bergerak dengan bebas dan bisa menembus dinding kapiler atau disebut dengan diapedesis. Jika dalam darah jumlah leukositosis berubah sangat besar, maka dapat disebut dengan leukemia (penyakit kanker darah).

Fungsi sel darah putih untuk melawan kuman yang telah masuk dalam tubuh seseorang caranya dengan memakan.

Sel darah putih dibagi menjadi dua bagian, yakni :

1. Leukosit granula

Merupakan plasma bergranuler. Leukosit ini dibagi menjadi :

  • Neutofil adalah sel yang bersifat fagosit yang perannya sangat aktif dan mempunyai mobilitas tinggi serta mempunyai plasma bersifat netral.
  • Basophil adalah plasma yang bersifat basa, bergranuler dan mempunyai bintik bintik biru dan bersifat fragosit.
  • Eosinophil adalah plasma yang bersifat asam berbintik merah dan berjumlah semakin meningkat saat terjadi infeksi dalam tubuh, serta intinya eonosofil ini mempunyai dua lobi.
Baca Juga :  9 Penyakit yang Disebabkan Oleh Virus Terlengkap

2. Agranulosit

Merupakan plasma yang tak bergranuler. Leukosit ini dibedakan menjadi :

  • Monosit merupakan sel yang mempunyai diameter sekitar 15µm, berinti satu, dan mempunyai ukuran relative besar. Sebelum monosit keluar ke jaringan guna membentuk makrafog, ia lebih dulu beredar bersama darah dalam waktu 24 jam.
  • Limfosit, sel ini berperan paling besar dalam membentuk zat kekebalan tubuh pada manusia. Limfosit dalam darah manusia bisa dibagi menjadi 3 macam, yakni sel B, sel T, dan sel pembunuh.
  • Sel darah pembeku/ tombosit, sel ini ukurannya lebih kecil dibanding eritrosit dan juga leukosit. Sel ini tidak mempunyai inti, dan berbentuk tidak teratur serta bila bersentuhan dengan benda yang permukaannya kasar mudah sekali pecah. Jika sudah pecah akan mengeluarkan zat yang mengandung trombokinase.

Trombokinase Sel Darah Putih

Dalam system peredaran darah tertutup, pembekuan darah fungsinya sebagai berikut :

  1. Mencegah kehilangan darah berlebih saat tubuh seseorang luka.
  2. Mencegah masuknya mikroorganisme berbahaya, seperti bakteri serta benda asing lain yang akan masuk dalam darah saat permukaan kulit tercemar lingkungan sekitar.
  3. Mempercepat penyembuhan luka tubuh seseorang.
  4. Menjaga tekanan tekanan darah, yang mempengaruhi tubuh dari penurunan tekanan darah hingga membahayakan tubuh seseorang.
  5. Menjaga peredaran darah dalam system peredaran darah yang tertutup.

Sel darah Merah/ Eritrosit

Sel darah merah ialah bagian utama darah dalam pembentukan bikonkaf tidak berinti dan tanpa gerakan bebas serta tidak bisa menembus dinding kapiler. Eritrosit sendiri mempunyai diameter ±7,5µm, cakramnya tengah berdiameter sekitar 1µm. Dalam tubuh pria 1mm3 mengandung 5 juta sel darah merah, sementara tubuh wanita 1mm3 mengandung 4 juta sel darah merah.

Beberapa fungsi dari sel darah merah sebagai berikut :

  • Oksigen, berfungsi mengangkut oksigen melewati alat alat pernafasan yang terletak di paru-paru guna dibawa ke jaringan lain serta untuk di edarkan menuju dalam sel-sel tubuh lainnya. Hemoglobin yang terdapat dalam sel
  • darah merah adalah sebuah protein yang dapat mengikatkan dirinya dalam molekul oksigen.
    Bila seseorang telah menghirup oksigen, maka langsung masuk kedalam tubuhnya manusia lewat lubang hidung hingga masuk kedalam paru-paru. Didalam paru-paru, selanjutnya molekul hemoglobin mengikatkan dirinya dalam molekul oksigen lalu bergerak menuju jantung dan didalam jantung dipompa supaya mengalir keseluruh tubuh.
  • KarbonDioksida nantinya dibawa keluar agar metabolisme tubuh tetap stabil. Pada awalnya karbondioksida membentuk dalam sel reaksi kimia, yang akan dibuang melewati plasma darah serta sel darah merah.
    Peran utama di dalam sel darah merah ialah guna menghilangkan karbon dioksida yang berasal dari dalam sel-sel plasma darah serta juga peran lain pada sel darah merah ialah untuk menyumbangkan beberapa kecil penghapusan dari karbon dioksida.
Baca Juga :  Waspadalah! Virus Ini Bisa Bikin Bodoh Seseorang

Fungsi Hemoglobin Sel Darah Merah

Warna sebenarnya sel darah merah ialah merah kekuning kuningan sebab adanya pigmen darah bernama hemoglobin. Hemoglobin (Hb) ialah sebuah protein terdiri atas hemin dan juga globin.

Fungsi hemoglobin :

  • Hemoglobin memiliki daya ikat tinggi terhadap oksigem. Pada jaringan tubuh manusia ini, hemoglobin akan melepaskan oksigen. Reaksi pengikat serta pelepasan oksigen hemoglobin sifatnya reversible, reaksi ini mendapat pengaruh dari suhu, pH, dan tekanan oksigen dalam paru-paru serta dalam jaringan tubuh
  • Mengangkut karbon dioksida bernama karbominohemoglobin
  • Menjaga keseimbangan basa dan asam

Ketahanan Sel Darah Merah

Sel darah merah mampu bertahan sampai 115hari yang ada dalam tubuh manusia. Sel darah merah sudah tua akan diganti oleh sel sel hati serta limpa sebagian Hb nya yang akan dibuahi jadi zat warna/ pigmen berwarna kehijauan yang dapat memberikan warna getah empedu. Zat besi hasil dari perombakan hemoglobin dikirimkan menuju hati serta limpa guna membentuk sebuah eritrosit yang baru.

Seperti itulah pembahasan dari fungsi sel darah putih dan sel darah merah dalam tubuh manusia. Keduanya sangat berperan penting bagi tubuh, sebab masing-masing dapat membantu kelancaran dalam sistem peredaran tubuh. Sekian terimakasih!

Baca juga:

/* */