Mahkota Bunga Tumbuhan : Fungsi, Variasi, Karakteristik dan Jenisnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote

Fungsi Mahkota Bunga Tumbuhan, Variasi, Karakteristik dan Jenisnya

Salah satu sebutan yang diberikan kepada tanaman adalah bunga, walaupun tanaman tersebut tidak memiliki kelopak bunga. Terdapat bermacam macam varietas bunga didunia, dengan segala bentuk keindahan, warna,tempat tumbuh, asal usus, cara berkembang biak dan tentang bagai mana cara tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik. Dari sekian banyak cirri cirri tumbuhan bunga tersebut, terkadang hanya beberapa ciri khusus aja yang dijadikan pengingat dari suatu spesies tanaman bunga.

Mahkota Bunga Tumbuhan

Seperti misalnya tanaman bunga anggrek, tumbuhan epifit ini dikenal dengan bunga nya yang berwarna ungu, padahal bunga anggrek memiliki berbagai macam warna seperti putih, kuning, hijau, hitam dan lainya.

Fungsi mahkota bunga pada tumbuhan

Mahkota bunga memiliki fungsi utama dan merupakan peran yang sangat penting bagi tanaman bunga tersebut, yaitu sebagai cara perkembangbiakan dan membantu proses produksi pada tumbuhan bunga  itu sendiri.

Sebagai alat untuk membantu penyerbukan , mahkota bunga dirancang untuk mampu meningkatkan kemungkinan berhasilnya proses reproduksi pada tanaman tersebut dimana proses reproduksi berlangsung didalam organ bunga pada tanaman tersebut. Proses penyerbukan tanaman dibantu oleh serangga yang datang untuk menghisap nectar dari bunga, baik serangga kuku – kupu, lebah, atau serangga lainnya. Penyerbukan pada bunga bisa juga dibantu dengan angin, angin yang berhembus menggerakkan serbuksari dan menempel pada putik bunga.

Bunga yang penyerbukannya dibantu oleh angin, biasanya memiliki kelopak bunga kecil sehingga tidak memeiliki penahan angina. Disamping itu bunga yang memeiliki kelopak yang kecil dan tidak berwarna, tidak mamapu menarik serangga untuk membantu penyerbukannya. Warna dan tekstur kelopak mahkota bunga memiliki peran yang sangat penting untuk menarik perhatian serangga dalam membantu proses penyerbukan. Pada dasarnya serangga tidak dapt melihat warna merah, sehingga serangga lebih tertarik pada bunga dengan warna biru dan kuning. Sedangkan bunga dengan kelopak mahkota berwarna merah lebih mampu menarik perhatian dai burung.  Setiap bunga memiliki warna dan cirinya tersendiri, apa yang terjadi jika bunga tersebut memeiliki warna yang pucat atau bahkan tidak berwarna?

Baca Juga :   12 Tanaman Berakar Serabut : Pengertian, Contoh Beserta Penjelasannya Terlengkjap

Bunga dengan warna kelopak yang pucat atau bahkan tidak berwarna, biasanya melakukan proses penyerbukan pada malam hari. Mengapa demikian ? pada malam hari, bunga bunga dengan warna yang pucat akan terlihat lebih mencolok dan menonjol, sehingga proses penyerbukannya dibantu oleh ngengat dan kekelawar. dengan pola penyerbukan serangga yang demikian, dapat dikatakan bahwa warna pada bunga seperti penanda untuk serangga dan hewan lainnya. Seperti lampu penanda pada lintasan pendaratan pesawat pada malam hari.

Selain warna pada kelopak bunga, tingkat keberhasilan reproduksi pada tumbuhan juga terpengaruh oleh tekstur dari kelopak bunga tersebut. Semakin kasar tekstur pada kelopak bunga maka semakin besar juga persentase keberhasilan reproduksi pada tumbuhan bunga tersebut, karena serbuksari yang terbawa oleh angin lebih mudah menempel pada kelopak bunga tersebut. Lalu, bagaimana bunga yang memiliki tekstur kelopak bunga yang licin atau halus. Bunga dengan kelopak bunga yang memeiliki tekstur yang lebih halus memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk serbuk sari menempel di kelopaknya. Karena serbuksari dari bunga lain yang tebawa oleh angin tidak mudah menempel.

Pada intinya, fungsi dari mahkota bunga merupakan tolak ukur dari berhasilnya proses reproduksi pada bunga atau tanaman.

Variasi Struktur Bunga

Sebelumnya telah kita bahas bahwa warna pada kelopak bunga merupakan bagian yang lebih mudah di ingat dan menjadi perhatian utama bagi setiap orang yang melihatnya. Setelah warna yang menjadi perhatian selanjutnya adalah karakteristik dadri kelopaknya, seperti bentuk dari bunga nya atau keunikan lain yang dimiliki oleh bunga tersebut.  Tanpa kita sadari, sebenarnya bunga mempunyai variasi warna, ukuran, dan jumlah kelopak yang berbeda pula sesuai dengan spesies tanaman atau bunga yang berbeda tentunya.  Seperti, bunga yang memiliki kelopak yang besar memiliki jumlah kelopak yang lebih sedikit, sedangkan bunga yang memiliki bentuk kelopak yang kecil akan memiliki jumlah kelopak yang lebih banyak.

Baca Juga :   Hormon Pertumbuhan Auksin : Pengertian, Pengaruh dan Fungsinya Terlengkap

Karakteristik bunga

Manusia lebih mudah mengenal sesuatu berdasarkan dari warnanya, dari warnanya akan terlihat perbedaan karakteristik bunga nya. Kelopak bunga merupakan salah satu bagian dari bunga yang mencirikan tumbuhan tersebut. Padahal komponen yang menyusun bunga tidak hanya kelopak bunga tersebut. Ada putik,benang sari, tangkai bunga dan lain sebagainya. Hanya saja, bunga memikili karakteristik dan memberikan cirri terhadap suatu tumbuhan.  Sedemikian sehingga kelopak bunga terlihat hanya memiliki fungsi sebagai variasi warna pada bunga sehingga tampak menarik dan indah, terlepas dari fungsi lainnya sebagai penarik perhatian serangga atau kupu-kupu yang bisa membantu bunga dalam proses penyerbukan.

Jenis-Jenis simetri mahkota

Berdasarkan simetri mahkotanya, bunga dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Bunga Actinomorfik

Bunga ini memiliki kelopak identik dan teratur didalam satu tangkai bunga, bisa disebut juga bunga ini simetri radial. Bunga dengan jenis ini memiliki ukuran yang sama jika ditarik garis lurus kesegala arahnya. Bunnga matahari merupakan salah satu contoh dari jenis bunga actinomorfik, cirri dari bunga yang memiliki sifat simetri radia ada di dalam bunga matahari. Bunga ini merupakan bunga yang popular dijepang denan sebutan himawari.

2. Bunga Zigomorfik

Selain bunga actinomorfik, ada juga bunga yang disebut dengan bunga Zigomorfik, yaitu bunga yang memiliki berbagai bentuk dan ukuran pada mahkotanya. Bunga jenis ini biasa disebut juga dengan bunga simetri bilateral. Mengapa disebut simetri bilateral? Karena bunga ini hanya memiliki satu jalur yang dapat ditarik dalam satu arah di tengah tengahnya untuk bisa menciptakan citra cermin dari strukturnya pada mahkota tersebut.

Bunga anggrek merupakan salah satu contoh dari bunga Zigomorfik, dimana kelopak dari bunga anggrek ini berbeda antara bunga anggrek satu dengan yang liainnya. Variasi  bentuk dan warna nya sangat banyak berbeda dengan bunga mawar yang bentuk dan ukuran kelopaknya hamper sama walau warnnya saja yang berbeda.