Daur Hidup Capung : Pengertian, Proses dan Manfaatnya Bagi Manusia

Posted on

Daur Hidup Capung Terlengkap Beserta Penjelasannya

Daur hidup capung terlengkap beserta penjelasannya – sama halnya dengan belalang, daur hidup capung ini yang berada dialam sudah menjadi perhatian para pemerhati lingkungan. Hal tersebut di sebabkan capung di alam mempunyai berbagai manfaat. Sebagai contoh hewan insekta yang bisa dijadikan sebagai sumber pangan untuk hewan lainnya, menjaga ekosistem air serta sebagai sumber obat terbaru hingga kini. Berikut ini akan kami bagikan informasi tentang Daur hidup capung terlengkap beserta penjelasannya.

Daur Hidup Capung : Pengertian, Proses dan Manfaatnya Bagi Manusia

Akan tetapi, dari ketiga manfaat ini, manfaat capung menjadi penjaga ekosistem air yang harus diperhatikan. Faktor misalnya seperti keadaan telur capung yang hidup di dalam air akan bisa hidup jika tak ada pencemaran air. Adanya jenis – jenis pencemaran air tersebut menunjukkan bahwa jika terdapat pencemaran maka capung pun di lokasi itu tak ada. Oleh sebab itu, adanya capung di alam sebagai perhatian khusus oleh semua orang.

Para pemerhati lingkungan tersebut untuk tau adanya capung di alam harus mempelajari yang namanya daur hidup dari capung. Menurut kelompoknya, daur hidup dari capung ini tergolong ke dalam proses metamorfosis untuk hewan yang tak sempurna

Metamorfosis tak sempurna ini berdasarkan definisinya bisa diartikan menjadi perubahan bentuk serta ukuran hewan yang hanya melalui 3 (tiga) tahaoan yakni mulai dair telur, nimfa kemudian hewan dewasa. Untuk lebih jelasnya perbedaan hidup capung bersama dengan yang hewan metamorfosis tak sempurna lainnya maka berikut ini akan kami jelaskan kepada kalian tentang daur hidup capung.

Baca Juga :   Pertumbuhan dan Perkembangan : Pengertian Serta Faktor yang Mempengaruhinya

1. Telur

Pembentukan telur capung dialami jika terdapat perkawinan diantara capung betina dengan capung jantan. Adapun bentuk dari capung betina sendiri dan capung jantan bisa dibagi dari bentuk ekornya. Capung betina mempunyai bagian ekor yang mirip gunting jadi terdapat 2 ujung yang lancip, sementara untuk capung jantan mempunyai ekor yang mirip dengan ujung fountain pen.

Caranya ini mudah sekali untuk tau mengenai terjadinya perkawinan dari capung betina dengan capung jantan. Bila kalian melihat terdapat 2 jenis capung yang dekat satu dan yang lainnya maka dapat dipastikan baha keduanya ini telah melakukan perkawinan.

Pada saat perkawinan dari hewan capung sudah berhasil maka capung betina ini akan mengandung. Pada waktu telur capung siap untuk dikeluarkan maka capung betina ini akan menaruh telur capung di lokasi yang kemungkinan tepat sebagai tempat untuuk tumbuh serta berkembang, yakni air dan kolam. Telur yang sudah dihasilkan dari sebuah perkawinan tersebut kadang menghasilkan telur yang jumlahnya kurang lebih sekitar seratus individu. Bila kalian amati, maka bentuk telur dari capung sendiri warnanya hitam serta bentuknya bulat.

2. Nimfa

Nimfa capung yang akan terbentuk ini saat telur capung sudah mencapai batas usia kira kira 1 hingga 2 minggu. Pada kondisi tersebut telur capung akan menetaskan sebagai nimfa. Tempat yang mana nimfa tersebut bisa hidup di dalam air akan tetapi jika telah lumayan lama, maka ia dapat hidup di daratan sehingga nimfa ini akan berpindah tempat hidupnya.

Pada waktu ada di air nimfa maka dapat bertahan hidup dan nimfa tersebut akan mencari makanan yang bersumber dair hewan lain. Pada waktu sebagai nimfa, maka ikan dan juga berdu merupakan mangsa dari nimfa capung. Dengan begitu, maka ada sebuah proses makan serta dimakan di tahapan ini. Sebagai cntoh ialah interaksi hewan, yang mana nimfa capung sebagai predatornya. Kemampuan nimfa capung yang masih tetap hidup tersebut berhasil sebab kemampuan dalam bertahan serta beradaptasi bersama dengan lingkungan barunya.

Baca Juga :   Daur Hidup Lalat - Pengertian, Proses dan Faktor yang Mempengaruhinya Lengkap

3. Capung dewasa

Capung dewasa yang telah hidup di alam pastinya berhasil dari proses pergantian kulitnya dengan jangka waktu 8 hingga 12 kali guna menjadi nimfa. Saat sebagai nimfa terdapat proses pergantian kulit serta perubahan bentuk tubuhdalam capung, dimulai dari kecil sampai dengan dewasa. Proses pergantian kulit capung ini dapat memerlukan waktu lama sekali, di mulai dari empat minggu sampai empat tahun. Lamanya pergantian kulit tersebut bergantung dengan keadaan dari lingkungan serta pertumbhan dan juga perkembangan dari capung tersebut sendiri.

Odonata adalah bagian dari ordo serang sejak awal yang berbeda penentuannya terhadap serangga ordo lainnya. Capung termasuk kelompok serangga yang tergolong dalam bangsa odonata. Sayap capung ini bentuknya khas yakni lonjong maupun memanjang serta tembus pandang. Biasanya warnanya menarik misalnya hijau, merah, coklat kekuningan dan biru.

Manfaat capung untuk manusia

Ada sejumlah manfaat capung bagi manusia, diantaranya sebagai berikut :

  • Nimfa capung memakan beragam jenis binatang air tergolong pula jentik-jentik nyamuk yang bisa mengakibatkan penyakit malaria serta demam berdarah.
  • Capung bisa dimanfaatkan guna memantau kualitas dari air yang ada di sekeliling hidup kita, sebab nimfa capun tidak akan bisa hidup di dalam air yang telah tercemar maupun berada di perairan yang tidak terdapat tumbuhannya.
  • Perubahan populasi capung pun bisa menandai sebagai tahapan awal adanya pencemaran air, selain itu tanda yang lain berwujud kekeruhan air.

Jadi, bergitulah tahapan metamorfosis dari jenis hewan insekta yang tergolong ke dalam contoh hewan ovipar yang satu ini telah kalian tau. Tak ada salahnya lagi bagi kalian untuk mempelajari metamorfosisi tak sempurna terhadap kelompok hewan yang lain. Demikianlah yang bisa kami sampaikan kepada kalian mengenai Daur hidup capung terlengkap beserta penjelasannya. Smeoga bermanfaat

Baca Juga :   Asal Usul Makhluk Hidup : Perkembangan, Keanekaragaman dan Perbedaannya Lengkap

Baca juga: