Daur Hidup Aurelia Aurita (Ubur-Ubur) dan Struktur Tubuhnya Terlengkap

Posted on

Daur Hidup Aurelia Aurita (Ubur-Ubur) dan Struktur Tubuhnya Terlengkap

Daur hidup Aurelia aurita (ubur-ubur) – aurelia aurita ialah ilmiah dari sebagian jenis ubur-ubur (jelly-fish). Aurelia ini merupakan genus dalam klasifikasi Animalia yang terdiri atas kelompok ubur-ubur. Dari klasifikasi ubur-ubur ini, Aurelia aurita merupakan jenis yang sangat terkenal. Selain sebagai jenis yang sangat dikenal, Aurelia aurita pun termasuk jenis yang sangat sering dijumpai. Habitatnya ada di pantai timur samudra atlantik, Europa utara sampi pantai barat amerika serta timur kanada. Nah, berikut ini akan kami bahas mengenai daur hidup Aurelia aurita (ubur-ubur).

A. Aurita memakan segala jenis plankton serta biota laut lain misalnya krustasea, sejumlah jenis klasifikasi Mollusca, diatom, larva, protozoa, telur ikan, dan organisme kecil lainnya. Daur hidup Aurelia aurita daur hidupnya hampir sama dengan dua wujud kehidupan, yakni polip serta medusa. Oleh sebab itu, sama halnya obelia sp, ia pun terjadi metagenesis.

Tahapan Daur Hidup Aurelia Aurita

Berikut tahapan daur hidupnya :

1. Fertilitasi

Perkembangbiakan hewan A. aurita melewati perkembangbiakan seksual. Gamet jantan berkembang dalam tubuh medusa jantan sementara gamet betina berkembang didalam tubuh medusa betina. Spermatozoa/ gamet jantan akan dilepaskan pada tubuh medusa betina lewat mulut. Pembuahan secara tepat ini dikeluarkan dari ovary. Zigot bentuknya dikeluarkan dari mulut serta melekat di oral arm, semacam lengan yang keluar di mulut ubur-ubur serta mempunyai nematosit banyak.

Baca Juga :   Proses Munculnya Lendir Dari Tubuh Bekicot Secara Alami dan Manfaatnya

2. Perkembangan dan pembentukan planula

Ketika menempel di ora arm, maka zigot akan melakukan perkembangan sesuai urutan ini :

  1. Zigot terjadi pembelahan dengan mitosis : Pembelahan ini menghasilkan 2 sel yang sama dari asalnya tadi.
  2. Zigot berkembang jadi morula : Pembelahan mengalami terus dan zigor bentuknya morula, yakni bola solid dari hasil pembelahan mitosis zigot.
  3. Morula berkembang jadi blastula : Sesudah morula membentuk maka muncul blastocoel, rongga yang isinya cairan dipusat morula.
  4. Blastula berkembang jadi gastrula : Grastula iala bentuk dari perkembangan berikutnya.
  5. Planula terbentuk : Lapisan luar berkembang jadi silia serta tubuhnya gastrula memanjang, sehingga dikenal dengan bentuk planula.
    Setelah itu planula akan terlepas dari oral arma tadi dan berenang bebas dalam perairan. Selama beberapa waktu, maka akan menghilang serta planula menempel di substrat.

3. Pembentukan skifistoma

Ketika planula menempel di substrat, maka proses metamorfosisi di hewan terjadi. Planula berubah jadi polip kecil/ hydra tuba tanpa perisarc. Di bagian dasar hydra tuba bentuknya seperti stolon yang bisa menyerap makanan serta membentuk hydra tuba baru. Selang beberapa waktu maka mengalami peristiwa pembagian hydra tuba yang bentuknya mirip tumpukan cangkir. Bentuk inilah dikenal skifistoma yang tiap tumpukannya ada larva efira.

4. Perkembangan efira jadi a. aurita

Makanan utama efira ialah protozoa. Ketika efira tumbuh, maka ukuran moseglea pun meningkat. Bentuknya mesogloea meningkat dan mendorong lapisan endoderm sehingga membentuk lamella endoderm kecuali daerah oral arm, enteron serta tentakel. Di musim panas efira akan berubah sebagai medusa dewasa. Medusa melepaskan sel gamet serta berkembangbiak hewan a. aurita tersebut dan berulang kembali.

Struktur Dan Sistem Tubuh

Ubur-ubur yang kerap dijumpai oleh kita bentuknya medusa a. aurita. Sebab masuk pada kategori coelenterate, maka ubur-ubur tergolong hewan yang mempunyai gastrovaskular. Berbentuk hampir serupa dengan paying berdiameter 7,5-10 cm. akan tetapi ada pula yang mencapai diameter 30 cm. tubuhnya transparan berwara kebiruan dan pink daerah gonad. Dibagian paying ubur-ubur dibagi jadi 2 bagian yakni permukaan sumembrellar dan exumbrellar.

Baca Juga :   Klasifikasi Animalia : Pengertian, Ciri dan Contoh Hewannya Lengkap

1. Permukaan exumbrellar ialah bagian atas bentuknya sedikit cembung

2. Permukaan sumubrellar ialah bagian bawah yang bentuknya sedikit cekung. Pada sumubrellar ada sejumlah bagian yakni :

  • Manubrium, ada ditengah/ bagian pusat sumubrellar
  • Oral arm, ada di lengan dari mulut
  • Gonald, ada diantara oral arm serta subumbrellar

Sama halnya pada obelia, ada 3 lapisan tubuh pada a. aurita, yakni :

  • Ectoderm, menyelimuti bagian paying ubur-ubur
  • Endoderm, mempunyai sel apitel bersilia
  • Mesogloea, diantara endoderm dan ektoderm

Beberapa sistem dalam tubuh a. aurita ialah :

  1. Saraf
    Sel saraf serta jaringannya bentuknya sel sensori dan otot. Jaringan saraf ada di ectoderm subumbrellar. Pusatnya terdapat didekat tentaculocysts serta memanjang diarah oral arm serta tentakel. Jaringan saraf utama ini akan mengatur pergerakan dari paying serta jaringan saraf kedua dengan mengontrol reaksi seperti makan.
  2. Repirasi dan ekskresi
    Tidak sama dengan sistem pernapasan hewan vertebrata tingkat tinggi. A aurita ini tanpa organ khusus respirasi serta ekskresi. Seluruh proses respirasi serta ekskresi dijalankan disemua permukaan tubuhnya. Sistem gastrovaskularnya akan emngatur peredaran oksigen sekaligus akan membuang karbondioksida. Sistem tersebut pun bertugas menjadi sistem ekskresi dalam hewan a. aurita.
  3. Otot
    Pergerakan tubuh pada ubur ubur dalam berenang dilautan diatur kontraksi sel otot yang dipunyainya. Sel otot tersebut hanya dipunya ubur ubur di permukaan paying/ subumbrellar. Dua jenis sel otot di ubur-ubur ialah otot koronal serta otot radial. Kontraksi dari kedua jenis otot tersebutlah yang nantinya akan bertanggung jawab dalam pergerakan ubur ubur di lautan.

Dari pembahasan daur hidup Aurelia aurita (ubur-ubur) diatas tadi maka terlihat bahwa dari generasi bentuk seksual lalu digantikan dengan bentuk aseksualnya. Oleh sebab itu, walaupun sedikit berbeda akan tetapi a. aurita dianggap pula terjadi metagenesis serupa halnya dengan obelia sp. Sekian penjelasan lengkapnya tulisan ini semoga bermanfaat bagi kalian semua. Terima kasih.

Baca Juga :   Konsep Fundamental Fisiologi Hewan : Pengertian, Jenis, Adaptasi, Komposisi dan Fisiologi

Baca juga: