Daun Saga : Pengertian, Deskripsi, Klasifikasi, Manfaat dan Khasiatnya Lengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Daun Saga, Deskripsi, Klasifikasi, Manfaat dan Khasiatnya

Tanaman saga – merupakan pohon yang buahnya mirip petai dengan berbiji kecil warnanya merah. Tanaman ini asalnya dari asia selatan, tetapi saat ini sudah menyebar di pantropis. Dan umumnya tanaman ini digunakan sebagai pohon peneduh di sekitar pinggir-pinggir jalan. Tanaman ini juga mudah ditemukan disekitar pantai. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan dibahas tentang tanaman saga.

Deskripsi Tanaman Saga

  • Habitus berbentuk perdu merambat, dan membelit yang panjangnya sekitar 6-9 m.
  • Batang berkayu, bulat, percabangan simpodial, dan jika masih muda berwarna hijau dan sesudah tua warnanya hijau kecoklatan.
  • Daun majemuk, menyirip ganjil, berselang-seling, anak daun sekitar 8-18 pasang, daun berbentuk bulat telur, bagian ujung meruncing serta pangkalnya bulat, tepi daun rata panjangnya 6-25 mm serta lebar 3-8 mm, warnanya hijau.
  • Bunga majemuk, berwujud tandan, dibagian bawah kelaminnya dua, lalu dibagian atas cuma terdiri atas bunga jantan, kelopak bunga menggerigi pendek dan berbulu, warnanya hijau, lalu benang sari bersatu di tabung, panjang tangkai sari kurang lebih 1cm, warnanya putih, kepala sari berwarna kuning, tajuk bunga bersayap dan kukunya pendek, lebarnya ±1 cm, pangkal bunga dekat dengan tabung sari, warnanya ungu muda sampai kemerah-merahan.
  • Buah polong, dengan panjang 2-5 cm, buahnya berjumlah 3-6 & berwarna hijau.
  • Bijinya berbentuk bulat telur, keras, dengan panjang 6-7 mm serta tebalnya 4-5 mm, berwarna merah bernoda hitam. Akar tunggang serta berwarna coklat kotor.
Baca Juga :  Morfologi Bunga Sepatu : Pengertian, Klasifikasi, Manfaat dan Fungsinya Terlengkap

Klasifikasi Tanaman Saga

  • Divisi => Spermatophyta
  • Sub divisi => Angiospermae
  • Kelas => Dicotyledoneae
  • Bangsa => Fabales
  • Suku => Fabaceae
  • Marga => Abrus
  • Jenis => Abrus precatorius L

Manfaat atau Khasiat Daun Saga

1. Aktivitas Antibakterial

Menurut penelitian Abrus precatorius Linn, tanaman saga memiliki potensi antibakteri dari empat bakteri pathogen dalam manusia yakni Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, Salmonella typhi, Salmonella paratyphi A, Klebsiela pneumonia, Salmonella paratyphi B, Corynebacterium spp, Streptococcus anginosus, Bacillus subtilis, Proteus mirabilis, Candida albicans, Staphylococcus epidemidis, dan Staphylococcus aureus.

Ekstrak dari batang serta minyak biji tanaman saga ampuh dapat melawan bakteri-bakteri gram positif serta Candida albicans, namun tidak terhadap E. faecalis, S. anginosus, dan sejumlah bakteri gram negative.

2. Aktivitas Antioksidan

Peranan antioksidan ini sangat penting untuk meredam efek dari radikal bebas yang berhubungan erat dengan terjadinya sebuah penyakit degeneratif misalnya tekanan darah tinggi, diabetes, jantung koroner, dan kanker yang dilatarbelakangi oleh proses biokimiawi di dalam tubuh. Sebagian besar antioksidan alami yang berasal dari tanaman, diantaranya berbentuk senyawaan tokoferol, asam askorbat, karatenoid, fenol, dan flavonoid.

Ekstrak etanol dari biji saga rambat telah dievaluasi menggunakan metode in-vitro guna menentukan efek antioksidannya. Hasilnya menemukan senyawa fenolik di dalam ekstrak etanol biji dari Abrus precatorius dengan jumlah 95 mg/g dan sebanding dengan asam galat yakni (r2=0.9976) serta jumlah senyawa flavonoid yakni 21 mg/g dengan (r2=0.9985).

Penelitian in-vitro dengan uji antioksidan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji Abrus precatorius mempunyai aktivitas antioksidan kuat jika dibedakan dengan senyawa dari butylated hydroxytoluene (BHT). Oleh sebab itu ekstrak etanol biji dari Saga bisa berguna menjadi antioksidan kuat dalam mengobati berbagai penyakit pada manusia dan komplikasinya.

Baca Juga :  Proses Terjadinya Fotosintesis pada Tumbuhan beserta Gambarnya Terlengkap

3. Aktivitas Bronkodilator

Ekstrak methanol dari tanaman daun saga yang diteliti menggunakan metode in-vivo & invitro pada marmut guna mengetahui aktivitas bronkodilatornya. Yakni menghasikan ekstrak methanol daun saga dengan memperlihatkan perlindungan maksimum sekitar 41,62% dan sebanding dengan salbutamol yakni 47,52% yang berfungsi sebagai agen bronkodilator. Pengaruh dari ektrak methanol daun saga ini mampu memberikan sebuah efek aktivitas relaksasi otot.

4. Efek Anti-diabetik

Efek antibakteri pada ekstrak kloroform-metanol tanaman biji saga (50mg/kg) yang diteliti pada kelinci dengan menderita diabetes aloksan. Presentasi dengan penurunan glukosa darah ini menunjukkan bahwa ekstrak dari kloroform-metanol biji saga mengandung trigoneline yang serupa dengan chlopropamide sehingga dapat menurunkan kadar gula darah terhadap diabetes aloksan.

5. Aktivitas Larvasida

Sejumlah tanaman diuji dari aktivitas larvasida nyamuk serta ditemukan 17 tanaman yang efektif. Antara lain Cymbopogon citrates serta Abrus precatorius yang menunjukan bahwa aktivitas larvasida ini paling maksimal pada larva Culex quinquefasciatus atau nyamuk yang bisa menyebarkan kaki gajah.

6. Aktivitas Anti-epilepsi

Dalam penelitian cross-sectional di wilayah Tanzania telah menunjukkan daun saga mampu memberikan sebuah efek anti-epilepsi saat direbus menggunakan air serta diberikan secara oral dengan jumlah tiga sendok makan selama dua kali sehari.

7. Memblokir Aktivitas Neuromuskular

Ekstrak etanol (95%) pada tanaman daun saga kering menggunakan konsentrasi 0.5μg / ml bisa memblokir terhadap aktivitas saraf frenikus diafragma.

8. Antidepresan

Aktivitas antidepresan pada tanaman saga menunjukkan sesudah pengobatan dengan ekstrak etanol 70% akar segar tanaman saga dengan percobaan pada tikus berjenis kelamin berbeda dan bervariasi tingkat dosisnya.

9. Aktivitas Anti-inflamasi

Daun saga digunakan sebagai obat tradisional penyembuh radang. Berdasarkan dari pengetahuan yang sudah diketahui turun menurun, aktivitas antiinflamasi pada ekstrak daun saga sudah diteliti pada telinga seekor tikus yang mengalami sebuah peradangan. Saat ekstrak saga tersebut diaplikasikan bersama minyak kelapa sawit, maka terlihat terjadinya penurunan respon inflamasi sesudah 6 jam.

Baca Juga :  Unsur Hara (Makronutrien dan Mikronutrien) yang Dibutuhkan Oleh Tumbuhan

Ekstrak saga yang telah diaplikasikan dengan minyak kelapa sawit tersebut menunjukkan adanya penurunan inflamasi sebanyak 2%. Hal ini bisa menjelaskan bahwa pengobatan alami antinflamasi menggunakan daun tanaman saga terbukti.

Begitulah, tanaman saga yang dianggap hanya menjadi peneduh dan sering diabaikan keberadaaannya. Ternyata mempunyai segudang khasiat guna kesehatan. Tidak ada salahnya memulai gaya hidup yang sehat secara alami. Semoga informasi yang sudah kami sajikan dapat bermanfaat untuk kalian. Salam sehat!

Baca juga:

/* */