Cara Hidup Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Makanannya

5 (100%) 1 vote[s]

Cara Hidup Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Makanan

Cara Hidup Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Makanan – Istilah bakteri sudah tidak asing ditelinga kita, apalagi bagi mereka yang menggeluti bidang ilmu Biologi.Bakteri adalah kelompok dari organisme uniseluler yang artinya tidak memiliki membran inti sel. Termasuk di dalamnya yaitu domain prokariota yang berukuran sangat kecil. Pada umumnya bakteri banyak tersebar di semua tempat, baik di air, tanah, ataupun udara dalam jumlah yang cukup banyak. Jumlahnya yang banyak ini disebabkan karena bakteri mudah dalam beradaptasi diberbagai kondisi lingkungan yang berbeda-beda, sehingga memudahkannya untuk berkembang.

Bakteri termasuk dari makhluk hidup, meskipun bakteri tersebut hanya tersusun dari satu sel atau uniseluler. Salah satu ciri dari makhluk hidup yakni membutuhkan makanan. Termasuk bakteri juga membutuhkan makan untuk bertahan hidup dan berkembang. Pada dasarnya bakteri ini juga membutuhkan nutrisi serta sumber energi. Cara Hidup Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Makanan, dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu bakteri heterotrof dan bakteri autotrof. Agar lebih jelasnya pengertian dari kedua jenis bakteri tersebut, maka akan diuraikan penjelasannya di bawah ini.

Bakteri Heterotrof

Bakteri heterotrof yaitu bakteri yang mendapatkan makanan dari makhluk hidup atau organisme lain. Bakteri jenis ini mendapatkan makanan berupa bahan organik yang ada disekitar tempat hidupnya. Selain itu bakteri ini tidak dapat memproduksi makanan sendiri dikarenakan mereka tidak mengandung klorofil. Perombakan bahan organik menjadi bahan anorganik dapat dilakukan bakteri heterotrof melalui fermentasi atau respirasi. Zat-zat yang dapat dihasilkan yaitu CO2, H2, N2, CH4, H2S, dan NH3 (amoniak). Zat organik dapat diperoleh dari organisme lain, seperti sisa organik seperti sampah atau zat lainnya.

Baca Juga :  5 Jenis Bakteri Agen Penyakit Pada Manusia dan Cara Mengatasinya Lengkap

Di dalam lingkungan bakteri jenis ini berperan sebagai pengurai dan penyedia nutrien bagi tumbuhan. Bakteri ini berperan penting dalam proses pembuatan pupuk atau pengomposan. Akan tetapi, sangat disayangkan apabila bakteri tersebut berada di makanan, karena makanan akan mudah membusuk dan akhirnya basi.

Berdasarkan sumber makanannya bakteri heterotrof dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bakteri parasit dan bakteri saprofit.

  1. Bakteri parasit
    Bakteri parasit merupakan jenis bakteri yang mendapatkan makanannya dari organisme yang ditumpanginya. Salah satunya Familia Spirochaetaceae yang biasanya terdapat pada usus hewan moluska bercangkang dua, Familia Treponemataceae terdapat pada manusia dan hewan vertebrata, Borrelia recurrentis, Borrelia burgdorferi, dan Borrelia novyi. Selain itu, beberapa bakteri jenis parasit ini dapat mengakibatkan penyakit pada organisme yang ditumpangi atau inangnya. Jenis bakteri yang dapat mengakibatkan penyakit pada inang yaitu bakteri patogen, sedangkan bakteri apatogen yakni kebalikannya.
  2. Bakteri saprofit
    Bakteri saprofit adalah jenis bakteri heterotrof yang mendapatkan makanannya dari sisa-sisa organisme yang telah mati. Cara mendapatkannya dengan mengurai dan mengubah bahan organik menjadi bahan anorganik melalui proses respirasi atau fermentasi.

Bakteri Autotrof

Bakteri Autotrof adalah jenis bakteri yang dapat membuat makannya sendiri dari berbagai bahan anorganik dengan melakukan pengubahan. Bakteri ini mendapatkan karbon dari karbon dioksida dan menggunakan hidrogen. Berdasarkan proses melakukan pengubahan senyawa anorganik, bakteri ini dibagi menjadi dua jenis yaitu bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof.

  1. Bakteri fotoautotrof
    Bakteri jenis ini adalah bakteri yang proses pembuaan makanannya dengan bantuan energi dari sinar matahari yaitu melalui proses fotosintesa. Bakteri yang termasuk di dalam jenis bakteri ini antara lain bakteri yang memiliki pigmen hijau dengan sebutan bakterioklorofil, bakterioviridin. Selain bakteri hijau juga ada bakteri ungu yang mempunyai pigmen kuning, ungu, merah atau sering disebut dengan bakteriopurpurin.
  2. Bakteri kemoautotrof
    Berbeda dengan bakteri fotoautotrof yang proses pembuatan makanannya membutuhkan sinar matahari, maka jenis bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang pembuatannya membutuhkan atau menggunakan energi kimia. Energi kimia tersebut yaitu Nitrosococcus, Nitrosocystis, Nitrosomonas, dan Nitrospira.
Baca Juga :  Bakteri : Pengertian, Sejarah Penemuan, Macam-Macam dan Strukturnya Terlengkap

Bakteri dapat berkembangbiak dengan berbegai cara yaitu pembelahan biner, konjugasi, transformasi, dan transduksi. Pembelahan biner merupakan proses produksi aseksual yang melalui pembelahan sel, konjugasi adalah proses reproduksi seksual dengan cara menukarkan bahan genetik antara dua bakteri, proses ini terjadi sebelum membelah diri. Sedangkan transformasi adalah proses reproduksi dengan mengambil gen dari bakteri lain yang sudah mati disekitarnya. Tarnsduksi tentunya berbeda dengan transformasi, yaitu proses reproduksi yang mana virus menyisipkan gen baru ke dalam tubuh bakteri.

Cara hidup bakteri berdasarkan cara memperolah makanan sangatlah banyak jenisnya apabila kita telaah lebih jauh. Selain itu bakteri dapat beradaptasi sesuai lingkungan, sehingga mereka lebih cepat berkembang diberbagai tempat. Apalagi jika tempat tumbuhnya bakteri tersebut adalah medium dengan nutrisi yang dibutuhkan bakteri dalam berkembangbiak dan melakukan aktifitas bakteri. Maka dari itu, selalu membersihkan tempat tinggal dan merawat kebersihannya sangat disarankan agar kita terjaga dari bakteri yang berbahaya. Semoga uraian tersebut dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat. Terimakasih.

Baca juga:

/* */