Cacing Tanah : Morfologi, Anatomi dan Perannya Terhadap Kehidupan Terlengkap

5 (100%) 1 vote

Morfologi, Anatomi dan Peran Cacing Tanah Bagi Kehidupan

Morfologi cacing tanah – pastinya anda sudah tidak asing lagi dengan yang namanya cacing. Meskipun terlihat menjijikan, tapi tahukah anda jika cacing punya banyak manfaat terutama dalam dunia pertanian. Bukan Cuma itu saja, cacing juga dijadikan sebagai bahan obat karena mengandung banyak khasiat. Nah, pentingnya cacing bagi kehidupan manusia ini membuatnya selalu diburu banyak orang. Berikut ini akan dibahas tentang morfologi cacing tanah.

Morfologi Cacing Tanah

  • Cacing tanah tergolong hewan tingkat rendah. Disebabkan cacing tanah tak memiliki tulang belakang maupun yang disebut sebagai invertebrata.
  • Cacing tanah memiliki rambut keras dan pendek pada setiap segmennya. Sedangkan rambut keras tersebut dinamakan seta.
  • Cacing tanah kerap disebut dengan cacing tersegmentasi. Itu karena punya segmentasi sejati ditubuhnya, disertai fitur morfologi berulang di setiap segmen tubuhnya.
  • Cacing tanah juga ditemukan baik di darat atau lautan. Kelas polychaeta kebanyakan hidup di lautan. Sementara kelas oligochaeta kebanyakan hidup di darat.
  • Gambaran PH tanah dapat memberi gambaran penyebaran jenis cacing tanah. Dia juga tidak toleran dengan keasaman tanah tinggi.
  • Jenis hewan yang nama latinnya Lumbricus terrestris itu termasuk pada Ordo Oligochaeta. Sedangkan oligochaeta ialah annelida yang memiliki rambut sedikit.
  • Pada luar tubuh cacing tersusun atas segmen-segmen yang jumlah lebarnya tidak sama bergantung dengan spesies.
  • Tubuh cacing tanah panjang & silindris. Kemudian memipih dengan dorsoventral 2/3 bagian posteriornya.
  • Punya warna merah, biru kehijauan pada sisi dorsalnya. Sementara di sisi ventralnya, berwarna lebih pucat, umumnya berwarna pink ataupun putih.
  • Cacing tanah punya mulut pada bagian ujung anteriornya. Pada segmen 32 sampai 37 tampak penebalan kulit dinamakan dengan Clitelium.
  • Fungsi clitellum ialah memperbesar lubang tanah dan berhubungan erat terhadap pembentukan telur pada cacing.
  • Cacing punya tiap segmen dengan 4 pasang setae, selain di segmen pertama maupun terakhir.
  • Bentuk cacing tanah bisa jantan atau betina. Dapat pula punya dua organ reproduksi atau disebut sebagai hermaprodit.
  • System peredaran darah tertutup pada cacing tanah serta tak memiliki sistem pernapasan yang berkembang dengan baik, tapi sistem sarafnya telah berkembang secara baik.
Baca Juga :  Jenis - jenis Kucing Terpopuler di Indonesia

Anatomi Cacing Tanah

Setelah tahu tentang morfologinya, maka anda bisa mempelajari anatomic acing tanah seperti berikut ini.

1. Sistem Pencernaan

Proses pencernaan makanan yang terdapat pada cacing tanah terdiri dari rongga mulut, faring berotot, esoffagus, tembolok, kemudian lambung otot usus maupun anus.

2. Sistem Sirkulasi

Sistem sirkulasi pada cacing tanah terdiri dari pembuluh darah dorsal serta pembuluh darah median. Fungsi pembuluh darah dorsal untuk mengalirkan darah pada arah anterior. Sementara pembuluh darah median fungsinya mengalirkan darah pada arah posterior. Di area esophagus ada 5 pasang cabang dari aorta dorsalis yang telah membesar. Itu berfungsi layaknya cor pada hewan tingkat tinggi. Terdapat juga 2 pembuluh darah lateral dan satu pembuluh darah di sebelah ventral.

3. Sistem Nervosum

Pada cacing tanah mempunyai sistem saraf terdiri dari:

• Ganglion cerebrale, disusun oleh 2 kelompok sel saraf dan commisura
• Saraf sentralis dan cabang-cabangnya

4. Sistem Ekskresi

Sistem ekskresi cacing tanah berbentuk nefridium. Pada setiap segmen ada sepasang nefridia, kecuali 3 segmen yang pertama atau terakhir. Masing masing nefridium terdiri atas nefrostoma dan nefridiosphore.

5. Sistem Respirasi

Cacing tanah punya sistem respirasi pada kulitnya. Karena kulit cacing yang tipis, maka selalu lembab dan banyak terkandung pembuluh darah kapilernya.

6. Sistem Reproduksi

Cacing tanah bersifat hermafrodit. Jadi, disini sepasang ovarium dapat menghasilkan ovum di segmen ke-13. Sementara testis ada di rongga yang telah terbentuk dari dinding vesicular seminalis. Sehingga dari bagian caudal testis bakalan keluar duktus spermaticus.
Walaupun cacing tanah memiliki sifat hermafrodit, namun tak dapat melakukan perkawinannya sendiri karena tak ada saluran yang dapat menghubungkan organ reproduksi cacing jantan dan cacing betina.

Baca Juga :  Bagian Tubuh Hewan : Pengertian, Golongan, Jenis dan Fungsinya Lengkap

Peran Cacing Tanah

Cacing tanah memiliki peran penting bagi kesuburan tanah. Nah, kesuburan tanah sangat dibutuhkan bagi petani supaya tanaman yang di tanamnya tetap berkembang dengan baik. Lalu apa saja peran cacing tanah? Simak ulasannya berikut ini.

1. Cacing tanah mampu menghancurkan bahan organik, yang bisa memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Sehingga, lahan menjadi subur serta proses penyerapan nutrisi tanaman pun akan lebih baik.
2. Pada cacing tanah juga dapat mengeluarkan lendir sebagai makanan mikro organisme.
3. Makanan cacing tanah ibukanlah vegetasi hidup, melainkan hanya bahan organik mati saja.
4. Liang yang dibuat oleh cacing tanah bisa menyebabkan sistem aerasi dan drainase tanah menjadi lebih baik.
5. Hewan ini bisa merubah humus menjadi unsur hara sehingga bisa dimanfaatkan tumbuhan.
6. Hewan cacing tanah dapat menggali tanah dan bisa memaksimalkan udara masuk ke dalam tanah.
7. Hewan cacing tanah dapat meningkatkan struktur tanah dan drainase air.
8. Hewan tersebut mampu membawa unsur hara menuju ke atas dari dalam tanah agar memberi pasokan makanan bagi akar tumbuhan.

Nah, ternyata cacing tanah sangat bermanfaat untuk kegiatan manusia. Sekian pembahasan tentang morfologi cacing tanah tanah. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

/* */